You Are My Everything

You Are My Everything
Ya, Aku Bahagia



"Lepaskan aku! Hei, keluarkan aku!"teriak Linda dari balik pintu kamar yang menyekapnya. Steven menyuruh anak buahnya membawa Linda ke sebuah tempat dan menyekapnya. Sekarang Linda dikurung di dalam sebuah kamar. Tidak ada jalan untuk Linda keluar. Jendela nya saja berteralis besi, mana bisa Linda membukanya.


"Kurang ajar kamu, Steven. Bagaimana bisa kamu mengunciku di sini! Kamu bajingan!"Linda memukul-mukul pintu kamar meskipun tidak ada yang mendengarkannya.


"Kamu bilang kamu mencintaiku...."tubuh Linda merosot ke bawah. Dia mulai menangis. Perlakuan Steven kepadanya kali ini sungguh menyakitkan baginya. Linda selama ini selalu percaya bahwa Steven akan ada untuknya. Tetapi kini, Steven bahkan membentaknya dan mengurungnya di suatu tempat yang sepi.


"Kamu pembohong, Steven! Kamu bajingan!"teriak Linda frustasi.


**


"Nona, tuan besar meminta nona ke ruang kerjanya,"ujar pembantu di rumah keluarga Daniswara.


"Baik, bik, aku akan segera ke sana,"ujar Ella.


Ada apa papa mencariku?


Ella segera menuju ke ruang kerja steven. Dia mengetuk pintu dan segera masuk begitu mendengar suara Steven mempersilakannya masuk.


"Papa memanggil ku."


"Duduklah, nak,"kata Steven dengan lembut. Ella duduk di sofa berhadapan dengan Steven.


"Bagaimana kondisi mu selama ini? Kamu tidak apa-apa?"tanya Steven.


"Baik, pa."


"Maaf, nak. Mengenai ibumu, papa menjauhkan dia dari kita saat ini. Masalah yang menimpa kakakmu, Kendra, semua ada hubungannya dengan ibumu."


"Apa?"Ella terkejut mendengarnya. Dia sungguh tidak menyangka ibunya akan berbuat senekat ini.


"Sampai rapat pemegang saham selesai, papa baru akan melepaskan ibumu, ku harap kamu bisa mengerti, nak,"nada suara Steven tampak lelah dan putus asa. Ella bisa mengerti untuk menghadapi seorang Linda tidak semudah apa yang dibayangkan. Steven mungkin sudah benar-benar lelah menghadapi tingkah polah istrinya.


"Tidak, pa. Aku mengerti."


Steven menatap lega mendengar jawaban putri sambungnya itu. Steven tahu hubungan antara Ella dan Linda tidak sebaik apa yang dikatakan Linda kepadanya selama ini. Pertemuannya dengan Marcell Wiraatmadja membuatnya tahu sedikit informasi tentang keretakan hubungan Linda dan putrinya.


"Masih ada satu hal lagi yang ingin papa tanyakan."


Ella menatap Steven menunggu apa yang akan ditanyakan Steven kepadanya.


"Apakah kamu mengenal Daniel Wiraatmadja?"tanya steven dan reaksi Ella yang terkejut membuat Steven percaya bahwa Ella memang merahasiakan sesuatu selama ini.


"Papa bertemu Marcell Wiraatmadja. Apakah kamu juga mengenal nya?"tanya Steven yang dijawab sebuah anggukan oleh Ella.


"Dia melamarmu untuk menjadi istri adiknya."


"Apa? Kak Marcell mengatakan itu?"Ella sungguh tak percaya Marcell benar-benar melakukan apa yang dikatakannya kemarin.


"Melihat nada bicaramu, kalian rupanya sudah saling mengenal,"ujar Steven.


"Daniel adalah kakak angkatku. Dia tidak memiliki seorangpun keluarga saat ayah mengadopsinya."


"Kenapa selama ini aku tidak pernah mengetahui nya. Maksudku kalau memang dia kakak angkatmu, aku seharusnya bertemu dengannya, Linda juga tidak pernah berkata apapun."


"Ibu tidak menyukai Daniel. Jadi ibu membuat Daniel pergi jauh dariku. Dan saat itu aku yang memaksanya pergi jauh dari negara ini karena sebuah masalah."


Steven menghela napas panjang. Dia benar-benar melewatkan banyak peristiwa yang terjadi.


"Marcell Wiraatmadja melamarmu untuk menjadi istri Daniel Wiraatmadja. Dia melamar mu langsung kepada papa. Kini papa bertanya kepadamu, apakah kamu juga mencintai Daniel Wiraatmadja?"


Tidak hanya Steven yang menunggu jawaban dari Ella. Namun, seseorang yang sedang menguping pembicaraan mereka sedari tadi juga menunggu apa jawaban yang akan Ella berikan.


**


"Jadi kakak sudah melamar nya?"


"Ya, sesuai ucapanku kemarin kepada calon adik ipar. Aku tidak pernah bermain-main dengan perkataan."


"Ya, aku tahu."


"Aku akan mempersiapkan pesta pernikahan kalian dengan mewah dan tak terlupakan sepanjang jaman."


"Tidak..."potong daniel. "Ella tidak suka seperti itu, kami akan menikah dengan cara yang sederhana dan hanya keluarga inti saja yang hadir."


"Apa??Tapi kamu adalah seorang Wiraatmadja. Mana boleh menikah secara sembunyi-sembunyi seperti itu?"ucap Marcell tidak terima.


"Sudahlah kak, aku juga tidak suka terlalu menghamburkan uang. Yang terpenting Ella resmi menjadi istriku."


"Baiklah, aku ikuti saja kemauan kalian berdua,"ujar marcell menyerah.


"Steven Daniswara sudah mengundang ku untuk makan malam di sana. Sepertinya adik ipar sudah menyetujui lamaran mu yang telah kusampaikan kepada Steven Daniswara."


Daniel tampak bahagia mendengarnya. "Baguslah, aku tidak sabar menunggu hari esok tiba."


"Tenang, brother, sebentar lagi bidadari kecilmu itu akan berada di pelukanmu selamanya."


**


"Oh, jadi dia adalah seorang Wiraatmadja?"suara itu membuat Ella seketika menoleh. Sejak kapan dia ada di sini? Rupanya dia telah mendengar apa yang telah Ella bicarakan dengan Steven barusan.


"Apa pedulimu?"tanya balik Ella. "Jangan campuri masalah pribadiku." Ella hendak pergi namun tangannya ditahan oleh Kendra.


"Kamu tidak boleh menikah dengannya,"ucap kendra.


"Itu bukan hakmu untuk melarang ku menikah dengan siapapun!"ucap Ella dengan tegas.


"Ouh, jadi kamu lupa apa yang pernah terjadi diantara kita. Apa kamu ingin mengingatnya kembali?"ancam Kendra.


"Lepaskan aku Kendra, kamu tidak bisa berbuat seperti ini. Kamu harus tepati perjanjian kita."


"Kamu mencintai nya?"tanya kendra dengan sorot mata yang tajam.


"Ya, sejak dulu aku mencintainya. Hanya mencintainya,"jawab Ella tanpa ragu. Kendra melepaskan tangan Ella dari genggamannya.


"Keluarga Wiraatmadja memiliki saham di perusahaan, bila itu digabung dengan saham milikku mewakili ibu, maka posisimu akan kuat. Kuharap kamu tidak mengusikku lagi,"perkataan Ella yang tampak putus asa membuat Kendra iba melihatnya. Dia teringat akan perkataan Alvin. Tidak seharusnya dia menumpahkan dendamnya kepada Ella. Dia tidak bersalah padanya.


Kendra mengusap pipi Ella perlahan,"apakah kamu bahagia?"pertanyaan dan sikap Kendra membuat Ella cukup terkejut.


"Ya, aku bahagia,"jawab Ella tegas.


***


...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...