You Are My Everything

You Are My Everything
Beginikah Patah Hati



Kendra meneguk minumannya. Dia sudah banyak minum malam ini. Dia pasti tidak akan bisa bangun pagi besok. Tetapi dia tidak peduli. Dia hanya ingin melupakan bayang-bayang saat kedua orang itu berpelukan di hadapannya. Entah mengapa Kendra merasakan sakit melihat tangis Ella di pelukan Daniel. Ella seperti mencurahkan semua kesedihan yang telah dia pendam di dalam pelukan Daniel. Apa kehebatan lelaki itu dibandingkan dirinya.


Aaarrrrrkkkkhhhh!!!!!


Pyaaaaarr!!!!


Kendra melemparkan gelas minuman nya hingga pecah berkeping-keping.


**


Daniel merebahkan dirinya di ranjang. Setelah mengantarkan Ella kembali ke rumah Steven. Dia masih belum bisa membawa Ella keluar dari sana. Belum saatnya. Dia harus bernegosiasi dengan kakaknya karena ini menyangkut diri Ella. Daniel tidak akan gegabah seperti dulu lagi dan terjebak dengan permainan Linda. Kali ini lawannya bukan hanya Linda, masih ada Kendra, dia rupanya juga mengincar Ella. Entah masih ada siapa lagi. Daniel harus mencari tahu segala informasi tentang keluarga Daniswara. Mereka orang terpandang dan terkuat di negara ini. Daniel juga harus mengerahkan kekuatan yang dimilikinya kali ini.


Drrrtt.... Drrrtt....


MARCELL


Calling...


"Halo."


"Haruskah aku kesana?" To the point. Itu sudah menjadi sifat Marcell sejak mereka bertemu.


"Aku masih bisa mengatasinya."


"Dengan lukamu begitu?"Marcell tertawa mengejek. "Sungguh memalukan."


Daniel menahan diri. Dia tidak boleh terpengaruh omongan Marcell yang pedas.


"Orang-orang ku akan menjagamu disana, lawanmu bukan sembarang orang,"ucap Marcell. Daniel tahu itu, marcell selalu memperhatikannya. "Baiklah."


"Bawa dia segera kembali, aku membutuhkan mu disini,"perintah Marcell tegas.


"Baik."


Sudah saatnya Daniel menelepon seseorang.


"Halo, tuan,"Sapa seseorang di ujung Sana.


"Kemarilah, saatnya sudah tiba."


"Baik, tuan."


Daniel menutup teleponnya. "Kita akan bersama seperti dulu lagi, la, aku berjanji padamu."


**


"Kakak sudah mendengar berita akhir-akhir ini?"Tanya keyla.


"Iya, orang-orang itu hanya suka mencari sensasi,"jawab Kevin santai.


Keyla geleng-geleng kepala dengan sikap kakaknya yang selalu tenang. Kapan dia punya kekasih kalau seperti ini. "Kakak belum mendekati Ella? Kakak bilang suka sama dia."


Kevin mengelus pucuk kepala adik perempuan nya. "Cinta itu bukan memaksa, key. Semua akan berjalan seiring waktu. Kalau memang kakak berjodoh dengan ella, pasti hubungan Kita akan dekat."


Keyla memutar kedua bola matanya. "Terus saja percaya dengan yang begituan. Kalau Ella sudah disambar cowok lain baru menyesal,"sungutnya.


Kevin hanya tersenyum melihat sikap adiknya. Ada sesuatu yang dia tidak bisa ucapkan kepada keyla. Bagaimana dia bisa berkata jika disuatu malam saat ingin menemui Ella. Saat itu dia berpikir mungkin ella merasa kurang nyaman dengan pemberitahuan yang beredar. Namun Kevin justru melihat Ella menangis dalam pelukan seorang lelaki Dan Ada Kendra di hadapannya. Mungkinkah Ella mempunyai hubungan terlarang dengan lelaki itu sehingga Kendra ikut campur di dalamnya. Karena selama yang dia tahu Kendra begitu perhatian dengan Ella meskipun mereka bukan saudara kandung.


"Kak! Malah ngelamun,"tegur keyla.


"Sudahlah, kakak capek mau istirahat." Kevin pun berlalu meninggalkan keyla. Kevin menghela napas. Kevin cukup kecewa melihatnya saat itu namun dia tidak bisa memaksakan perasaan seseorang. Dia bukan seorang pria yang egois. Beginikah rasa patah hati? Kevin tersenyum kecut.


***


Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️