You Are My Everything

You Are My Everything
Terbongkarnya Sandiwara



"Ini rumahku, sebentar lagi akan menjadi rumah kita,"Ujar Daniel sambil tersenyum. Ella tidak mengerti maksud Daniel. Rumah kita? Daniel mengajaknya tingga bersama?


"Selamat datang tuan muda,"salam seorang kepala pelayan di mansion itu ketika Daniel membuka pintu mobilnya.


"Beri salam kepada nyonya,"ujar Daniel sambil memeluk erat pinggang Ella. Tindakan daniel ini membuat Ella terkejut. Daniel sekarang bisa bersikap lebih berani padanya.


"Selamat datang nyonya muda."


Ella hanya tersenyum kaku melihat sikap kepala pelayan yang usianya sudah setengah abad itu.


"Namanya William, kalau ada yang kamu butuhkan, kamu bisa meminta bantuannya."


Ella menatap Daniel tak percaya. Sekarang saudara angkatnya itu bahkan memiliki mansion sebesar ini.


"Kak, aku belum mengerti,"ujar Ella tampak bingung. Daniel justru menikmati kebingungan Ella itu dengan senyum menawannya.


"Ayo, masuklah dulu, kita bicara di dalam,"ajak Daniel.


Ella mengikuti langkah daniel masuk ke dalam mansionnya.


"Ini adalah rumah keluargaku,"kata Daniel menerangkan.


"Syukurlah, kak, sekarang kamu sudah bahagia, ada yang bisa melindungi kakak, aku jadi tenang,"ujar Ella tulus. Ia sungguh bahagia, dengan begini ibunya tidak akan berani menggangu daniel kembali.


Daniel mendudukkan Ella di sofa ruang keluarga. Daniel bertekuk lutut di hadapan Ella dan menggenggam kedua jemari tangan Ella.


"Menikahlah denganku,"pintanya dengan sorot mata penuh keseriusan. Ella membelalakkan kedua matanya. Dia tidak menyangka Daniel akan mengatakan hal ini padanya.


"Tapi, kak, aku.."


"Dia adalah anakku, aku yang akan bertanggung jawab."


"Kak, aku tidak mau membebanimu,"jawab Ella.


"Aku akan sangat merasa bersalah kalau membiarkanmu menanggung sendiri beban ini."


"Aku bisa, kak, menjalaninya."


"Aku yang tidak bisa melihatnya. Ijinkan aku menjagamu, kali ini aku akan bisa menjagamu. Percayalah padaku,"ujar Daniel dengan penuh kesungguhan.


Daniel mengelus perlahan punggung Ella dengan kasih,"tidak, kamu tidak menjadi beban buatku, tinggallah bersamaku, aku akan menjaga kalian berdua."


Ella semakin erat memeluk Daniel. Orang yang telah menyelamatkan hidupnya dari peristiwa kebakaran di panti dahulu. Orang yang menjaganya setelah kematian Andri, ayahnya. Dan dia juga telah banyak menderita karena berusaha melindungi nya. Semua karena ulah Linda, ibu kandungnya.


"Terimakasih, kak, karena kamu selalu ada di saat-saat aku bersedih."


Daniel merenggangkan pelukan Ella. Dia menghapus air mata yang masih ada di pipi ella. "Jangan menangis lagi, kamu memiliki aku sekarang, kamu harus bahagia."


Ella mencoba tersenyum. Daniel pun membalas senyuman manis Ella.


Aku ingin bahagia denganmu, selamanya. Bisakah ini terwujud? Aku berharap kita aka selalu bersama sampai nanti.


**


Brak!


"Nyonya tunggu!"


"Biarkan saja dia."


Linda berjalan dengan cepat ke arah Danu Soetomo. Dia melemparkan beberapa foto-foto Danu.


Danu melambaikan tangan kepada sekretarisnya agar dia keluar dari ruangan nya.


"Apa maumu sayang?"ujar Danu lembut yang membuat Linda mendengarnya merasa jijik.


"Cukup sandiwara mu, Danu ! kamu yang mengirimkan foto-foto ku kepada Steven, benar kan?"tanya Linda penuh amarah. Siapa lagi kalau bukan Danu?


"Hahahaha, ternyata kamu sudah tahu?"


"kurang ajar kamu!"geram Linda.


***


...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...