
Ella menata beberapa barang yang akan dibawanya. Besok dia akan berangkat ke Paris setelah pernikahan shella dan Marcell. Dia sudah memutuskan untuk menetap di Paris bersama dengan suaminya, Daniel Wiraatmadja.
Ella menatap foto pernikahan nya dengan Daniel Wiraatmadja. Dia sangat bahagia akhirnya dia bisa bersama dengan sang kakak. Dan keputusan yang dia ambil ini tentu akan membahagiakan bagi siapapun juga. Itulah yang menjadi pertimbangan Ella selama ini.
Kak, aku kini adalah milikmu sepenuhnya. Aku akan selalu bersama mu, apapun dan dimanapun kamu berada.
"Sayang,"Ella menoleh dan mendapati daniel berdiri di belakangnya sambil tersenyum hangat. Ella menyambut suaminya dengan senyum manisnya.
"Sudah selesai?"tanya daniel sambil melihat persiapan Ella. Sudah ada dua koper yang tersedia di sana. Rupanya istrinya tersebut telah sejak tadi bersiap-siap.
"Tinggal sedikit lagi,"ucap Ella sambil memeluk lengan Daniel.
"Ya sudah, aku bantu ya,"ujar Daniel. Ella mengangguk menyetujui. Dia senang karena sang suami bersedia membantunya.
"Apakah kamu sudah siap tinggal di sana?"tanya Daniel. Dia takut Ella akan merasa tidak nyaman tinggal di sana. Dia belum pernah tinggal di negara yang memiliki empat musim.
"Selama ada kakak dan bersama dengan kakak, aku pasti akan betah,"jawab Ella meyakinkan sang suami. Mendengar jawaban Ella membuat daniel terharu. sebegitu besarnya rasa dia ingin segera meninggalkan tempat ini.
"Baiklah,"Daniel mengelus pipi Ella perlahan.
"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu,"ujar Daniel. Ella tersenyum mendengar pernyataan cinta dari suaminya itu.
"Aku juga mencintaimu, kak. Aku sangat menyayangimu, suamiku,"jawab Ella dengan tatapan mata penuh cinta.
Daniel memeluk tubuh Ella dan mengecup kening istrinya itu dengan perasaan sayang.
Terimakasih sudah kembali. Dan memberikan ku kebahagiaan sebesar ini. Terimakasih.
**
Perusahaan Daniswara group.
"Tolong batalkan pertemuan hari ini,"ujar Kendra kepada asisten Alvin.
"Apakah tuan akan mengantarkan kepergian nona Ella dan tuan Daniel?"tanya asisten Alvin.
"Tidak, aku hanya akan melihatnya dari kejauhan,"sahut Kendra dengan nada sedih.
"Bukankah lebih baik bertemu dengan baik-baik, itu menurut saya,"ujar asisten Alvin memberikan saran. Dia tahu bagaimana perasaan tuan mudanya selama ini. Pasti tidak mudah melihat kepergian orang yang disayangi bersama dengan orang lain.
"Tidak semudah itu. Melihat Ella membuatku semakin terluka, melihat tatapan matanya semakin membuatku tidak ingin berpisah dengannya. Dia sekarang sudah berbahagia dengan suaminya. Dan sebentar lagi mereka memiliki anak. Biarlah jika dia tidak bisa mengingatku kembali. Bukankah itu jauh lebih baik. Daripada dia semakin terluka karena mengingat apa yang pernah kulakukan kepadanya,"jelas Kendra.
Asisten Alvin mendesah, dia tahu benar bahwa tuannya sekarang hanya hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Dia tengah menghukum dirinya sendiri atas dosa-dosa yang telah diperbuatnya kepada nona Ella.
"Baiklah, tuan. Saya undur diri,"asisten Alvin mengundurkan diri dan meninggalkan Kendra sendirian di ruangan kerjanya.
Kendra menarik laci pribadinya. Dia melihat bingkai foto yang di dalamnya terdapat foto keluarga saat ayahnya menikahi ibu Ella. Saat itu dia terpaksa mau melakukan foto bersama tersebut. Dia berdiri di samping ayahnya. Sedangkan Ella berdiri di samping ibunya.
Kendra mengusap wajah foto Ella. Tanpa disadari Kendra kembali berurai air mata. Dia teringat kembali apa saja yang pernah dia lakukan untuk menyakiti hati Ella. Kendra merasa sangat menyesali perbuatannya tersebut. Kalau saja dia tahu lebih awal tentang siapa jati diri Ella yang sebenarnya. Mungkin semuanya tidak akan sehancur ini baginya.
Andai saja dia tahu dari dulu kalau Lala nya adalah Ella mungkin dia juga tidak akan sesakit ini. Dia kini menahan luka perih yang menganga. Kini dia hanya akan selalu menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang pernah terjadi dengan diri Ella.
"Berbahagialah, la, hanya kebahagiaan mu yang dapat mengobati rasa bersalahku. Hanya untuk melihat kebahagiaan mu yang akan membuatku tetap hidup,"kata Kendra sambil memeluk erat foto tersebut.
**
Daniel berjalan dengan Ella yang bergelayut manja di lengannya. Sedangkan sang kakak dan juga istrinya mengikuti mereka dari belakang.
Ella sebenarnya menolak saat Marcell dan juga Shella akan mengantarkan dirinya dan juga Daniel ke Bandara. Bagaimanapun juga Ella tidak ingin mengganggu kebahagiaan pengantin baru tersebut.
"Kurasa kita harus berpisah di sini,"ujar Marcell. Daniel dan Ella berbalik dan melihat ke arah pasangan pengantin baru tersebut dengan perasaan sedih. Karena mereka akan berpisah dan Daniel juga berencana untuk menetap di Paris. Entah kapan mereka akan bertemu kembali.
"La, aku pasti akan merindukanmu,"Shella menghambur ke arah Ella dan memeluk sahabat yang kini sudah menjadi adik iparnya itu.
"Jangan menangis, kak, jelek,"ejek Ella membuat Shella manyun mendengar bercandaan Ella.
"Sering-seringlah memberi kabar,"ujar Marcel.
"Itu pasti, kak,"ujar Daniel. Keduanya lalu saling berpelukan. Marcell sangat menyayangi adiknya dan demikian juga Daniel. Selama ini Marcell lah yang selalu menjaga dirinya. Kalau tidak ada Marcell mungkin dulu dia sudah tidak tertolong.
"Iya, kakak ipar ku,"sahut Ella. Keduanya pun tertawa. Mereka kini sudah memiliki hubungan yang lebih dekat sebagai saudara ipar. Dengan pernikahan yang dilakukan oleh Marcell dan Shella.
"Kak, shel, kami berangkat,"pamit Daniel. Ella tampak sedih begitu hendak masuk ke ruang tunggu.
"Baik-baik kalian di sana,"sahut Marcell dengan tenang.
"Jangan lupa kasih kabar terus ya, la,"Shella mulai menangis karena setelah ini dia akan berpisah jauh dengan Ella yang selama ini sudah dia anggap seperti adik sendiri.
Ella mengangguk, keduanya berpelukan. Daniel dan Marcell yang melihat keduanya ikut merasa sedih. Mereka tahu seberapa dekat istri-istri mereka itu. Tentu berat rasanya harus berpisah. Namun sekarang jarak bukan hambatan. Marcell bisa kapanpun membawa istrinya terbang kemanapun dengan jet pribadi nya.
"Kabari kalau kamu mau lahiran, ya, aku akan datang ke sana bersama Marcell,"pesan Shella.
"Pasti,"jawab Ella.
"Ayo, sayang,"daniel memeluk pinggang Ella dan mengajaknya masuk.
Ella melambaikan tangan kepada Shella dan juga Marcell.
Marcell memeluk bahu Shella,"mereka pasti akan bahagia bersama."
Shella hanya mengangguk. Dia masih menangisi kepergian Ella.
"Ya, aku sangat berharap seperti itu,"jawab Shella.
Marcell pun mengajak istrinya pergi dari bandara dan pulang ke rumah mereka.
Dari kejauhan tampak Kendra menatap kepergian Ella dan juga Daniel. Asisten Alvin yang menemaninya juga merasa ikut sedih melihat bagaimana raut wajah kendra melihat kepergian Ella dan daniel.
Kendra menghapus air matanya.
"Ayo kita kembali,"ujarnya kepada asisten Alvin.
"Ya, tuan,"ujar asisten Alvin sambil mengikuti langkah sang tuan muda.
Kendra berjalan meninggalkan bandara dan duduk di bangku mobil mewahnya. Asisten Alvin masih melihat wajah muram di wajah tuannya. Dia pun tidak berani bertanya arah tujuan mereka.
*Karenamu aku mengerti arti mencintai.
Karenamu aku mengerti arti kehilangan.
Biarlah dosa-dosa ini aku yang menanggung nya karena semua kesalahanku.
Cukup pastikan dirimu bahagia,
Dan aku di sini akan membayar semua kesalahanku.
Berbahagialah dengannya,
Aku juga akan bahagia mendengar dirimu bahagia*.
**The End**
***
Iklan Author
Apakah ada yang request part tambahan setelah ini. Boleh dong kasih pendapat kalian di sini.
Extra part apa yang kalian inginkan?
Tulis komentar kalian sebanyak-banyaknya.
Terimakasih 😁