
Setelah beberapa bulan Vina semakin dekat dengan kak Paulus, mereka akhir pekan sering menghabiskan waktu bersama - sama dan terkadang mereka juga suka keluar berduaan. Tetapi mereka di kampus seperti biasa karena Vina nya gak mau ada orang yang akan mengosipkan dirinya.
Akan tetapi setelah kak Paulus menyelesaikan studi kuliah nya, kami lost kontak dan aku pun gak tau kenapa bisa seperti itu, apa mungkin kak Paulus sudah menyerah untuk memperjuangkan aku..?. Sejujurnya kak Paulus sudah beberapa kali menyatakan perasaan nya terhadap aku tetapi saat ini aku belum ada kemauan untuk pacaran kecuali sekedar dekat. Tetapi kalau rasa suka dan sayang itu muncul pasti aku mau menerima kak Paulus.
Setelah satu tahun kemudian, mereka benar - benar sudah gak saling menghubungi satu sama lain, kak Paulus tiba - tiba hilang seperti di telan bumi. Akhirnya tahun ini aku menyelesaikan kuliahku dan rencana akan bekerja di Indonesia, akan tetapi temanku Seny mengajak aku untuk bekerja di rumah sakit yang terkenal di Amerika. Aku pun menyetujui permintaan Seny akan tetapi aku bekerja di sini cuman untuk beberapa tahun setelah iti aku akan pulang ke Indonesia dan akan melupakan semua termasuk kak Paulus hilang tanpa alasan.
FLASHBACK OFF
Tetapi aku gak peduli, aku cuman berpikir mungkin perasaan biasa. Setelah pintu life terbuka kak Vicky langsung mengajak kami menuju ke ruangan CEO, sebelum masuk kak Vicky mengetuk pintu terlebih dahulu dan menunggu jawaban masuk dari dalam baru kak Vicky buka pintu nya. Setelah pintu terbuka CEO tersebut duduk menghadap ke luar membelakangi kami, tetapi perasaan ini semakin tidak karuan saat melihat postur badan yang sangat mirip dengan sosok yang menghilang selama satu tahun terakhir.
Saat kak Vicky memperkenalkan kami kepada CEO tersebut dan saat itu juga ia membalikan hadapan yang menghadap luar jendela ke belakang kami, saat itu juga aku sangat terkejut ternyata benar orang yang selama setahun hilang kini berada di depanku. Saat ini aku gak tau kenapa rasa nya aku sangat marah akan hal ini tetapi di sisi lain aku sangat merindukannya. Merindukan saat kami menghabiskan waktu bersama. Saat aku tau ternyata dia CEO di rumah sakit ini, aku langsung lari keluar karena aku sangat marah dan juga sangat merindukannya.
Ternyata kak Paulus sudah mengetahui kami berdua akan bekerja di rumah sakit ini, maka dari itu ia menyuruh kak Vicky jemput kami dibawah terus antarkan kami untuk ketemu dia. Akan tetapi kak Paulus dengan santai tanpa ada rasa bersalah akan semua ini. Saat aku keluar dari ruangannya ternyata kak Paulus langsung mengejar aku, saat sampai di depan life ternyata kak Paulus sudah memeluk aku dan ia meminta aku untuk masuk ke dalam ruangannya dan ia akan menjelaskan semua nya. Dan aku pun nuruti semua nya karena aku juga butuh penjelasan kenapa dia menghilang selama setahun terakhir.