You Are My Everything

You Are My Everything
Extra Part 1



Nadia Soetomo mengendarai mobilnya sendiri menuju ke rumah sahabat baiknya, Maya. Dengan Kendra kecil yang berada di sampingnya sedang terlelap tidur.


Nadia Soetomo melihat sejenak wajah sang putra yang tampak lelah. Karena emosinya yang tidak stabil membuat Nadia sering memarahi putra semata wayangnya tersebut. Ini semua karena perbuatan Steven Daniswara sehingga dia menjadi stres.


Istri mana yang tahan melihat suaminya kembali memadu kasih dengan mantan kekasihnya. Apalagi rumah tangga Nadia dan juga Steven sudah berjalan cukup lama. Namun, kebersamaan mereka selama ini masih bisa dikalahkan oleh kehadiran seorang wanita bernama Linda tersebut.


Nadia sering bertengkar dengan Steven karena wanita yang tidak tahu diri tersebut. Bahkan Steven sudah menyatakan ingin menceraikan Nadia jika nadia masih saja mengganggu Linda.


Entah apa yang dipikirkan oleh steven disaat mengatakan hal itu kepada istri sah nya. Bahkan Nadia tida habis pikir. Dia yang dulu mengejar-ngejar Nadia tetapi sekarang Nadia bahkan dicampakkan begitu saja seolah sampah yang seharusnya dia buang.


Nadia menghapus air matanya melihat sang putra yang tampak pulas dalam tidurnya. Nadia sungguh tidak tega melihat Kendra yang setiap hari melihat pertengkaran nya dengan Steven. Bagaimana nanti perkembangan mental anak lelakinya tersebut. Itulah yang ditakutkan oleh Nadia selama ini.


Linda, wanita ular yang tidak tahu diri tersebut. Bahkan dengan bangga mengatakan bahwa dia lebih disayangi oleh Steven daripada nadia, istri sah nya dan juga ibu dari seorang Steven Daniswara.


Steven Daniswara begitu tergila-gila dengan Linda sampai-sampai tidak pernah pulang ke kediaman nya. Dia lebih suka tinggal di rumah yang dia belikan untuk Linda. Nadia dan Kendra setiap hari menunggu nya kembali. Namun, hanya kehampaan yang dirasakan oleh Nadia Soetomo. Dia tidak lagi mendapatkan kasih sayang seperti dulu kembali. Entah apa yang diberikan oleh Linda sehingga suaminya lebih betah berada di sana, di tempat Linda.


Nadia sudah berada di ambang batas kesabaran nya. Nadia pernah beberapa kali melabrak kediaman Linda namun justru berakhir dengan pertengkaran nya dengan Steven Daniswara yang lebih melindungi simpanan nya. Bahkan, Linda, wanita tidak tahu diri itu, dengan angkuh nya mencemooh Nadia di balik tubuh Steven. Linda merasa menang karena Steven lebih membelanya dibandingkan kepada nadia.


Nadia merasa frustasi dan juga sangat marah dengan keadaan yang menimpanya. Dia bahkan mulai mengkonsumsi obat-obatan penenang karena emosi dia yang tidak stabil. Dia tida bisa meminta cerai karena kondisi perusahaan keluarga nya yang memaksa Nadia saya itu tetap bertahan dengan Steven. Karena di saat krisis perusahaan menimpa keluarga nya. Hanya Steven yang bisa menolong keluarga nya.


Nadia merasa harga dirinya telah terinjak-injak oleh seorang wanita murahan bernama Linda tersebut. Linda bertingkah seolah-olah dialah nyonya besar di keluarga Daniswara. Bahkan dia berani mengirimkan foto-foto mesranya dengan Steven kepada nadia.


Istri mana yang tahan dengan perlakuan suami dan juga selingkuh suaminya tersebut. Mereka berfoto dalam kondisi yang tidak seharusnya. Bahkan Nadia merasa jijik dengan foto-foto kiriman Linda tersebut. Linda tampak terpuaskan akan dekapan hangat Steven. Nadia meneteskan air matanya setiap kali mengingat foto tersebut.


Nadia mengelus puncak kepala sang putra, Kendra Daniswara. Nadia baru saja keguguran anak keduanya dengan Steven namun Steven sendiri bahkan tidak peduli lagi. Justru foto-foto kemesraan yang dia dapatkan dari wanita selingkuhan sang suami.


Sejak bersama kembali dengan Linda, Steven tidak pernah lagi menyentuh nadia. Dia bahkan tidak ingin melihat sang putra yang setiap hari menanyakannya. Nadia hanya tersenyum dan memberikan alasan yang sama setiap kali Kendra bertanya keberadaan sang papa.


"Nadia,"Maya mempersilahkan sahabatnya itu masuk ke dalam rumahnya. Maya tidak menyangka Nadia akan datang ke rumah nya malam-malam begini. Bahkan, Nadia tidak memberitahu kannya terlebih dahulu.


"Maya, maaf aku datang malam-malam,"Nadia tampak kacau penampilan nya. Bahkan Maya melihat bekas air mata di wajah nadia. Sepetinya dalam perjalanan ke rumahnya tersebut Nadia habis menangis. Nadia menggendong putranya yang masih tertidur.


Maya merasa tidak tega dan mempersilakan Nadia untuk bermalam di rumahnya. Maya merasa ada yang salah dengan rumah tangga Nadia dengan Steven.


"Baringkan saja Kendra di kamar Angga,"ujar Maya sambil mengajak Nadia me kamar putra sulungnya yang hampir seumuran Kendra.


"Maaf, may, bolehkah aku menitipkan Kendra sementara di sini?"tanya Nadia kepada Maya, sahabat nya.


"Ya, tidak apa-apa, Nadia. Bagiku Kendra sudah seperti putraku sendiri,"ujar Maya menenangkan Nadia.


"Terimakasih Maya, kamu adalah teman baikku,"ujar Nadia dengan senyuman nya.


"Kamu mau kemana Nadia?"tanya Maya khawatir akan diri sang sahabat.


"Aku ada urusan dan aku tidak tega membuat Kendra sendirian di rumah,"jawab Nadia.


Maya menggenggam jemari tangan sahabat nya. "Nadia, kalau ada sesuatu beritahukan lah kepadaku. Aku akan berusaha membantumu."


Nadia tersenyum mendengar ucapan Maya. Dia sangat berterimakasih karena masih ada Maya yang masih peduli kepadanya daripada anggota keluarganya yang lain yang hanya memikirkan perusahaan dibandingkan perasaan keluarga nya.


"Aku senang kamu mau menjaga Kendra untukku. Itu saja sudah cukup, may."


Ucapan Nadia menyiratkan ketertutupan nya kepada Maya. Sehingga, Maya tidak bisa memaksa Nadia untuk bercerita kepadanya.


"Pintu rumah ku akan selalu terbuka untuk kendra, putramu, Nadia,"ujar Maya tulus. Nadia bahkan saking bahagianya air matanya tidak dapat terbendung. Dia memeluk Maya, sahabat baiknya selama ini.


"Kalau sesuatu terjadi padaku nanti, tolong anggap putraku seperti putramu juga. Aku takut dia tidak lagi mendapatkan kasih sayang dan perhatian lengkap sebuah keluarga. Aku dan Steven sudah gagal menjadi kedua orang tua. Kami sudah gagal dalam segala hal. Aku takut putraku akan mengalami masa-masa yang sulit nantinya,"ujar Nadia dengan tangisan yang tidak mampu ditangguhkan nya.


"Kendra akan menjadi bagian dari keluarga Handoko. Dia akan diterima di keluarga kami, Nadia,"ujar maya Handoko menenangkan hati sahabat nya.


***


Iklan Author


Extra part 1 akhirnya kelar juga. Maaf menunggu lama untuk para readers. Karena butuh waktu bagi author untuk memilih apa saja bagian yang akan di tampilkan di extra part ini.


Nantikan extra part selanjutnya. Dan jangan bosan-bosan untuk menuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya.


Selanjutnya extra part nya tentang siapa ya?