You Are My Everything

You Are My Everything
Kutukan oleh Dendam



"Sial! Kenapa macet!"Kendra memukul kemudi mobil karena melihat kemacetan di depannya. Kendra merasa sudah tidak bisa lagi menahan kesabaran dirinya. Dia harus bergegas mengejar kepergian dari Linda yang sedang membawa diri Ella.


"Sepertinya terjadi sesuatu, lokasinya tepat seperti petunjuk keberadaan nona Ella,"ujar Alvin dengan nada panik. Kendra sesaat menoleh ke arah asisten Alvin dan terbersit sebuah pemikiran dalam benaknya. Kalau kemungkinan yang terburuk bisa saja terjadi disana.


"Tidak mungkin! sialan!"Kendra membanting pintu mobil dan berlari ke luar. Kendra ingin melihat lokasi yang menyebabkan kemacetan. Kendra takut sesuatu yang buruk sedang terjadi di sana. Sedangkan asisten Alvin berusaha mengejar tuan mudanya yang berlari tergesa-gesa menembus kemacetan yang ada.


"Tidak, Lala, kamu harus bertahan, aku akan segera datang Lala, tunggu aku,"gumam Kendra kepada dirinya sendiri sambil berlari dengan cepat ke arah dimana lokasi Ella dan Linda berada.


Namun apa yang dilihat Kendra saat sampai di tempat tujuannya. Kedua mata kendra seketika terbelalak melihat apa yang telah terjadi kepada ibu dan anak tersebut.


"Ya, tuhan, ellaaaaa!!"teriak Kendra saat melihat tubuh Ella telah berlumuran darah. Pintu mobilnya terlepas dan tampak Ella tergolek lemah tidak berdaya. Kendra hendak berlari sebelum seseorang mengingatkannya bahwa bensin mobilnya bocor. Dan itu pertanda bahwa sewaktu-waktu mobil bisa saja meledak.


"Tuan, awassss!" asisten Alvin meneriaki Kendra Daniswara namun tuan mudanya itu tidak menggubris apa yang dikatakan olehnya. Kendra Daniswara justru berlari semakin kencang mendekati mobil tersebut dan berusaha menyelamatkan Ella. Dalam benak kendra tidak ada yang lebih penting selain keselamatan nyawa Ella.


Kendra berusaha mengeluarkan Ella dari dalam mobil. Dia tidak memiliki banyak waktu lagi. Sewaktu-waktu mobil tersebut bisa saja meledak. Kendra sedang bertaruh dengan waktu sekarang. Dengan sekuat tenaga Kendra mencoba mengeluarkan tubuh Ella dari dalam mobil.


"Ma....af...,"suara lirih ella sempat Kendra dengar. Sungguh mukjizat dalam kondisi kritis tersebut, Ella sempat samar-samar melihat dan mendengar suara Kendra.


Sedangkan Ella sendiri tidak yakin dirinya akan bisa terselamatkan atau tidak kali ini. Ella merasakan sakit yang luar biasa pada sekujur tubuhnya. Bahkan dia tidak bisa berpikir bagaimana nasib janin dalam kandungannya.


"La, aku akan menyelamatkan mu, aku akan menye....lamatkan anak kita....,"ujar Kendra sambil berusaha membuka jalan agar bisa mengeluarkan tubuh Ella. Ella sempat tersenyum samar melihat perjuangan keras yang dilakukan oleh Kendra untuk dirinya. Dan Kendra sempat melihat senyuman dari Ella tersebut. Hati Kendra terasa sakit karena dia kembali teringat akan apa yang pernah dilakukannya terhadap diri Ella.


Sungguh miris melihat keadaan ella saat ini. Kendra tidak kuasa menaham tangis saat Ella menundukkan kepala dan kehilangan kesadaran dirinya.


"Lalaaaaaaaa!"Teriak kendra yang tampak panik melihat Ella yang jatuh pingsan. Kendra berusaha lebih keras lagi menarik tubuh Ella.


"Tidak la! Kamu harus bertahan hidup, la!"teriak Kendra sambil mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengeluarkan Ella dari dalam sana.


Kendra melihat kaki dan tangan Ella yang masih terikat. Sungguh kejam perlakuan Linda terhadap putrinya sendiri. Kena! Akhirnya Kendra bisa membawa keluar tubuh Ella. Kendra tidak bisa menyelamatkan keduanya. Kendra tahu linda sudah tiada di sana. Linda tampaknya terluka sangat parah.Dan kendra tidak bersedia juga menyelamatkan Linda yang sudah kejam kepada banyak orang.


Tidak hanya itu saja, ada sesuatu yang lain dan itu semua membuat Kendra merasa hancur hatinya. Kendra tidak mampu menahan menahan air matanya saat memandang gaun putih yang telah ternoda dengan darah. Anak mereka. Bagaimana sudah nasibnya kini. Apakah dia masih bisa bertahan hidup dalam kondisi yang sangat mengenaskan ini?


Boom!


Tubuh kendra terpental ke depan. Tubuh Ella pun terjatuh karena Kendra tidak kuat mendengar suara ledakan yang dahsyat tersebut.


Pendengaran Kendra seakan tuli. Dia tidak bisa mendengarkan apapun. Dia jatuh tersungkur dan mencoba meraih tubuh ella yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya terjatuh.


"La...."terdengar suara lirih kendra sambil berusaha meraih tubuh Ella yang terasa jauh untuk diraih. Atau karena sesungguhnya Kendra sendiri tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Kendra melihat Daniel datang dengan wajah panik dan tampak berusaha membangunkan Ella. Daniel pun menangis sambil memeluk erat tubuh Ella. Kendra hanya bisa melihat dari ekspresi Daniel. Tampak guratan kesedihan yang di tunjukkan di dalam raut wajah Daniel.


Tetapi yang menarik perhatian Kendra adalah dia samar-samar melihat Ella berdiri di belakang Daniel sambil memegang tangan seorang anak lelaki sekitar berusia 4 tahun. Kendra tidak kuasa membendung air matanya. Dia tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya. Kendra tidak mem


"La..."panggil Kendra dengan suaranya yang lirih. Mungkin menurut Kendra, Ella tidak akan mendengarnya. Namun, Ella dan anak lelaki itu justru tersenyum ke arahnya. Yang lebih mengiris hati Kendra adalah anak lelaki itu memiliki paras yang mirip dengannya. Dia melambaikan tangan kepada Kendra seolah tanda perpisahan. Air mata kendra mengucur semakin deras.


"Ti....dak....ti....dak ......"


Kendra merasakan hatinya semakin teriris melihat bayangan tubuh ella dan anak kecil itu perlahan-lahan mulai menghilang. Kendra berusaha bergerak namun dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.


"La....jangan....per...gi....Jang.....an," Kendra tak mampu lagi bersuara. Telah habis tenaga yang dia punya.


Kamu benar. Aku akan mendapatkan karmaku. Aku akan merasakan kepedihan yang tidak bisa terhapus kan. Ini semua adalah kutukan karena sikapku yang selalu diliputi oleh dendam. Mungkin penyesalanku kini tiada berarti. Jika pada akhirnya kamu tidak ada lagi di dunia ini.


***


Iklan Author


Budayakan klik tombol like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Karena komentar kalian adalah penyemangat bagi author.


Terimakasih 😄