
"Bagaimana, apakah masih belum menemukan nya?"tanya Steven kepada orang kepercayaannya. Jack hanya menggeleng.
"Maaf, tuan. saya tidak bisa menemukan keberadaan nyonya."
Steven menarik napas berat. "Baiklah. Terus cari lagi. Dan jangan sampai berita ini tersebar keluar dan terdengar anak-anak."
"Baik, tuan."
"Lalu masalah Kendra dan ella?"Steven masih penasaran ada apa dengan mereka berdua.
"Saya belum dapatkan jawaban yang pasti. Maaf tuan."
Steven mendesah, seberapa banyak yang dia tidak ketahui selama ini.
"Tolong hubungi Daniel Wiraatmadja dan Ella, aku ingin bertemu mereka berdua."
"Baik, tuan."
Aku harus segera menikah kan mereka berdua. Ini lebih baik.
**
"Apa? papa juga ingin bertemu dengan kakak?"tanya Ella di dalam mobil daniel ke tempat Steven.
"Ya, aku tidak tahu ada apa,"kata Daniel santai. Ella merasa ada yang aneh. Apakah ada hubungannya dengan sikap Kendra yang aneh kemarin. Tapi apa hubungannya?
"Kenapa sayang?"tanya Daniel. Dia melihat ella tampak tegang seperti ada yang dia sembunyikan.
"Tidak apa, kak."
Setelah menempuh perjalanan setengah jam akhirnya mereka berdua tiba di tempat pertemuan mereka.
"Tuan sudah menunggu di dalam,"ujar Jack yang menyambut mereka di depan pintu.
Ella menoleh ke arah Daniel dan hanya sebuah senyuman yang diberikan tunangan nya itu. "Ayo, masuk,"ajak daniel.
"Selamat datang putriku,"sebuah suara yang hangat menyapa mereka saat telah masuk ke dalam ruangan tersebut.
Ella dan Daniel mengambil duduk bersebelahan dan berhadapan dengan Steven. Di depan mereka telah tersaji beberapa makanan yang lezat.
"Kalian pasti terkejut kenapa papa ajak kemari?"ujar Daniel.
"Iya, pa,"jawab Ella.
"Bukan apa-apa sebenarnya papa ingin berbincang-bincang saja dengan kalian. Papa juga belum pernah berbincang dengan calon menantu papa, bukan kah kita perlu saling mengenal nak Daniel,"ujar Steven.
"Iya, pa,"jawab Daniel singkat. Ella tersenyum melihat suasana yang mulai mencair dengan perbincangan yang terjadi antara Daniel dan Steven.
"Daniel, apakah kamu berencana menetap di Indonesia?"tanya Steven sambil menikmati menu makanan di meja mereka.
"Saya terserah Ella saja, pa,"jawab Daniel. Steven tersenyum mendengar jawaban Daniel.
"Aku ikut kak Daniel saja, pa,"ujar Ella.
"Baiklah, dimanapun kalian berada, papa selalu doakan yang terbaik. Soal pernikahan kalian. Apakah sudah kalian putuskan kapan?"tanya steven kembali.
"Masalah itu ...."Ella menatap daniel meminta jawaban.
"Segera, pa. Saya berharap dalam bulan ini,"jawab Daniel pasti. Steven menatap kedua nya.
"Berarti setelah rapat pemegang saham?"tanya Steven.
"Ya, pa,"jawab Ella.
"Baiklah, papa akan mempersiapkan pestanya."
"Tidak perlu, pa. Kami ingin sederhana saja dan dihadiri oleh keluarga terdekat,"sahut Ella.
"Tetapi mana mungkin, nak. Pernikahan kalian dilakukan seperti itu,"ujar Steven.
"Tidak apa-apa, pa. Kami sudah memutuskan untuk melakukannya secara sederhana,"sahut Daniel.
"Baiklah, kalau itu mau kalian,"Steven lagi-lagi mengalah.
"Emm..pa, bolehkah aku bertanya soal ibu?"Ella menatap Steven dengan takut. Sepertinya dia ingin tahu bagaimana kondisi Linda sekarang.
"Dia baik-baik saja. Dan masalah pernikahan kalian aku merahasiakan nya. Kalian tentu sudah tahu apa alasannya,"ujar Steven berusaha setenang mungkin menjawab pertanyaan putri sambungnya itu.
Ella hanya mengangguk, dia juga tidak berharap ibunya mengacaukan pernikahannya dengan Daniel nanti.
**
Kendra tampak tidak fokus dengan berkas-berkas yang harus dia tanda tangani. Dia selalu terbayang-bayang dengan kejadian semalam. Saat dia menemui Ella semalam. Entah apa yang membuatnya seolah-olah itu adalah salam perpisahan karena dia telah berjanji dengan Daniel untuk menjauhi Ella.
Entah mengapa Kendra merasa sangat sedih untuk melakukan hal itu. Padahal Ella adalah putri dari orang yang paling dia benci.
"Hah!"Kendra menghempaskan diri di kursi kebesarannya. Dia sedih sekaligus suntuk dengan semuanya. Dia sangat ingin menemukan Lala namun juga berat melepaskan Ella.
"Tidak! Aku tidak jatuh cinta padanya. Itu mustahil,"Kendra menghembuskan napas berat.
"Ella, kenapa kamu membuatku merasa berat...."
Kendra mengingat perkataan Daniel. Dia akan menunjukkan dimana keberadaan Lala setelah rapat pemegang saham. Dan selama itu, Kendra harus menjauhi Ella selamanya. Hal ini membuat kendra bahagia karena akan bertemu Lala, namun juga muncul perasaan sedih sekali berpisah dengan Ella. Ini sungguh aneh.
"Ketika terjadi kebakaran di panti saat itu, Lala terluka parah. Karena dia terjebak di dalam kamar. Ada yang sengaja menjebaknya. Aku menyelamatkan nya dan dia mengalami luka bakar yang parah. Aku akan menemukanmu dengannya nanti setelah rapat pemegang saham selesai. Aku berjanji padamu."
***
Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️