
"Tuan muda,"Jack menunduk memberi hormat melihat kedatangan Kendra.
"Papa di sini?"tanya Kendra karena jack adalah asisten pribadi papanya.
"Ya, tuan muda,"jawab Jack dengan sopan. Kendra tidak menyangka dirinya akan bertemu secara tidak sengaja seperti ini dengan papanya.
Kendra berjalan masuk ke area pemakaman. Dia berjalan sambil membawa bunga kesayangan sang ibu.
Sudah lama akhirnya aku baru bisa mendatangimu, ma.
Kendra melihat papanya di samping makam ibunya.
"Pa,"sapaan Kendra membuat Steven menoleh.
"Kau di sini juga, nak?"tanya Steven. Kendra mengangguk.
"Sepertinya mama akan senang sekali hari ini karena kita berdua ada di sini,"ujar Kendra dengan senyum tipisnya.
Steven mengangguk. "Kamu benar, mama mu akan senang melihat kita berdua di sini."
Steven merangkul bahu Kendra,"Nadia, kami datang mengunjungi mu hari ini. Kamu senang bukan kami berdua di sini bersama. Semoga kamu bahagia di sana. Kami di sini juga akan hidup berbahagia."
"Ma, terimakasih untuk semua nasihatmu. Aku berjanji, aku tidak akan menaruh dendam lagi. Aku akan mencoba hidup bahagia,"ujar Kendra.
Steven menoleh ke arah putranya. Dia cukup terharu dengan apa yang dijanjikan putraya di depan makam ibunya.
"Nadia, kamu akan selalu ada di hati kami. Kami selalu berdoa untukmu,"lanjut Steven.
Steven dan Kendra saling menatap dan berpelukan di depan makam. Cukup mengharukan setelah sekian lamanya dendam diantara keduanya kini telah berakhir.
Papa akan berusaha menebus semua kesalahan papa kepadamu, nak.
**
"Sudah lama kita tidak duduk santai berdua,"ujar steven sambil menikmati secangkir kopi susu hangat.
"Semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing,"sahut Kendra.
"Ya, kita harus sering meluangkan waktu berdua. Kamu tahu papamu ini sudah semakin tua,"ujar Steven dengan nada letih.
"Bukannya papa masih tampak seperti remaja,"sindir Kendra.
Keduanya tertawa mendengar nada saling menyindir yang baru saja mereka lontarkan tersebut.
"Kamu meremehkan diriku anak muda,"ujar Steven.
"Maaf Kendra atas keegoisan papa selama ini kepadamu. Papa berharap ke depannya kita bisa saling bercengkrama, bercerita santai sambil tertawa bersama. Mungkin papa bukan orang tua yang baik selama ini. Papa akan berusaha memperbaiki hubungan yang pernah retak diantara kita. Papa hanya memiliki mu seorang kini. Papa hanya seorang diri,"kata Steven menyadari kesalahannya selama ini kepada Kendra.
"Jangan berkata seolah-olah papa akan pergi untuk selamanya,"sahut Kendra.
"Umur seseorang siapa yang tahu, nak,"ujar Steven.
"Papa berharap kamu bisa menemukan pasangan hidupmu dan hidup bahagia bersamanya,"pinta Steven.
Kendra hanya tersenyum,"entahlah pa, aku tidak tahu."
Steven menggenggam tangan Kendra. "Berbahagialah, nak. Bahagiamu adalah kebahagiaan papa. Jangan lukai dirimu lagi. Cintailah seseorang dan berbahagialah dengannya."
Kendra tersenyum,"aku akan mencobanya, pa."
Aku tidak tahu apakah aku masih bisa mencintai wanita lain. Hatimu sudah pernah terpatahkan. Aku tidak tahu apakah aku bisa menyembuhkan luka itu sendiri.
**
"Pesta pernikahan tuan besar Marcell Wiraatmadja dan nona Marshella sudah siap 90% tuan muda,"lapor Dio, asisten pribadi Daniel Wiraatmadja.
"Pastikan tidak terjadi masalah apapun. Aku tidak ingin peristiwa seperti dulu terjadi lagi,"ujar Daniel.
"Siap, tuan muda,"jawab Dio.
"Laporkan bila ada masalah,"perintah Daniel.
"Baik, tuan muda,"jawab Dio kembali.
Daniel Wiraatmadja berjalan meninggalkan ruangan kantornya.
Drrtt..... drrttt....
"Halo, sayang, aku ingin keluar jalan-jalan bersama Shella,"rengek suara di seberang sana.
"Tidak, sayang, shella sebentar lagi menikah. Kalau Marcell tahu kamu mengajaknya keluar-keluar, bisa marah besar dia,"ujar Daniel menahan diri karena permintaan istrinya yang sedang hamil itu.
"Ih, aku sendirian di sini. Aku ingin jalan-jalan, sayang,"rengeknya kembali.
"Baiklah, aku akan pulang cepat, kita jalan-jalan berdua, sambil makan makanan kesukaan mu, bagaimana?"tawar daniel.
"Baiklah, suamiku, cepat pulang sekarang. Aku merindukan mu."
Daniel tersenyum mendengar apa yang diucapkan istrinya,"aku mencintai mu, sayang."
Waktu berjalan begitu cepat. Bukan kah begitu, la. Semoga kebahagiaan ini selamanya.
***
Iklan Author
Budayakan klik tombol like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Karena komentar kalian adalah penyemangat bagi author.
Terimakasih 😄