You Are My Everything

You Are My Everything
Berdamai dengan Keadaan



Ella berjalan-jalan di taman rumah mewah milik keluarga Wiraatmadja. Ella begitu menikmati indahnya bunga yang bermekaran di sana.


Sudah 2 tahun berlalu sejak dia terbangun dari rumah sakit dan tidak mampu mengingat apa yang telah terjadi. Dia tidak ingat bagaimana dia bisa sampai berada di rumah sakit.


Hanya luka yang dia rasakan karena kecelakaan mobil dan juga akibat kehilangan janin nya. Ella cukup bersedih mengetahui hal itu. Dan dia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri.


Kini dia sudah bisa berdamai dengan keadaan yang ada. Dia yang kini telah menyandang nama belakang Wiraatmadja dan sedang mengandung anak pertamanya dengan Daniel Wiraatmadja.


Ella menghirup harum bunga mawar putih yang sedang bermekaran saat itu. Meskipun dia tidak bisa mengingat kembali kenangan masa lalu. Tetapi dia bahagia dengan suami yang sangat menyayangi nya. Dan juga keluarganya yang sebentar lagi akan bertambah.


"Sayang," suara itu membuat Ella berbalik dan tersenyum bahagia melihat sang suami telah berdiri di belakangnya dengan gagahnya.


"Kakak,"Ella langsung menghambur ke arah Daniel dan disambut Daniel dengan pelukan hangat.


"Merindukanku, heh?"ujar Daniel menggoda istrinya yang kini sering bertingkah manja sejak kehamilan nya. Daniel mengecup kening istrinya dengan mesra.


"Apa kita jadi jalan-jalan?"tanya Daniel. Ella melepaskan diri dari pelukan Daniel. Dia menggeleng pelan.


"Tidak, aku ingin bersantai di sini dengan kakak,"jawaban Ella membuat Daniel senang.


"Baiklah, kita duduk-duduk sambil minum susu hangat, bagaimana?"tawar Daniel. Ella mengangguk antusias. Akhir-akhir ini dia selalu menyukai susu hangat.


Daniel duduk sambil memeluk istrinya. Sungguh kebahagiaan yang selama ini dia impikan akhirnya terwujud. Daniel selama ini hanya bisa mengkhayalkannya. Namun kini dia bisa bersama dengan orang yang sangat dia cintai selama ini.


"Kakak."


"Hmmm."


"Apakah kamu mencintaiku?"tanya Ella. Daniel menoleh melihat wajah istrinya.


"Kenapa kamu bertanya hal itu?"tanya Daniel tidak mengerti.


Daniel menatap lekat kedua mata Ella,"aku sangat mencintaimu. Semenjak kita bertemu aku sudah jatuh cinta padamu."


Ella mendapati jawaban jujur dan dia tersenyum bahagia. "Aku juga mencintaimu, kak. Aku juga mencintaimu."


"Apakah kamu bahagia?"kini balik Daniel yang bertanya kepada Ella. Dan Ella menjawab pertanyaan Daniel sambil tersenyum.


"Aku bahagia, sangat bahagia. Apalagi kita sebentar lagi akan memiliki anak. Aku bahagia bisa mengandung kembali."


Daniel mengelus perut istrinya yang sudah tampak membuncit. "Ayah menyayangimu, nak. Jangan nakal di perut ibumu ya. Sehatlah selalu."


Ella mencium pipi Daniel dan membuat Daniel cukup terkejut. Ella mengalungkan kedua tangannya di leher Daniel.


"Terimakasih telah menjagaku selama ini, kak. Kamu segalanya buatku."


Daniel mengecup bibir Ella perlahan. "Aku juga mencintaimu, sayang. Jangan pernah tinggalkan aku. Jangan pernah berpikir untuk pergi dariku. Aku hanya inginkan kamu tuk menemani sisa hidupku. Kamu mengerti?"


Ella mengangguk dengan terisak. Naluri sensitif ibu hamil sering dialami Ella karena kehamilannya.


Daniel mengecup kembali bibir manis Ella yang selalu membuatnya ketagihan. Ella pun pasrah bibirnya di kuasai oleh suaminya. Ella menikmati setiap sentuhan yang dilakukan Daniel sambil memejamkan matanya.


Aku akan berusaha mencintaimu, kak. Aku akan membuka lembaran hidup baru ini denganmu. Aku akan menutup masa lalu itu dan menghapusnya dari ingatanku. Aku hanya akan menjadi milikmu satu-satunya. Dan aku berharap ini adalah yang terbaik untuk kita dan juga dirinya.


***


Iklan Author


Sambil membaca, klik like dan kirim komentar kalian sebanyak-banyaknya.


Terimakasih 😁