You Are My Everything

You Are My Everything
Hari Pernikahan



"Sial!"Linda melempar tas nya ke atas meja. Dia tidak menyangka kalau Daniel, anak angkat kesayangan andri, ayah Ella, adalah adik kandung dari keluarga Wiraatmadja yang terkenal dan kaya raya itu.


"Steven aku tidak akan memaafkan kamu, karena kamu telah memilih anak dari wanita itu daripada aku."


**


"Cantik sekali,"Shella melihat Ella yang sedang dirias oleh penata rias miliknya yang paling bagus.


Ella hanya tersipu malu mendengar ucapan sahabatnya itu,"terimakasih, shel."


Setelah Ella selesai di make up dan berganti baju, shella meminta semua anak buahnya keluar meninggalkan mereka berdua.


"Apa yang ingin kau bicarakan, shel,"ujar Ella mengerti akan maksud sikap Shella barusan.


Shella mendadak memeluk Ella sambil menangis,"hei, gadis cengeng, apa yang kamu lakukan,"ujar Ella sambil memeluk Shella dengan penuh kasih. Dia tahu Shella itu tampak keras di luar tetapi hatinya begitu lembut.


"Aku bahagia karena akhirnya kalian bisa bersama, aku ... sangat bahagia,"ujar Shella sambil sesenggukan.


"Bukannya sedih karena aku merebut pangeran masa kecilmu,"canda Ella dan membuat Shella seketika menoyor kepala Ella pelan.


"Apa yang ada di otak kecilmu itu, la. Itu dulu, aku masih polos saat itu,"ujar Shella sebal dengan becandaan ella itu. Sedangkan Ella hanya tersenyum melihat tingkah Shella yang malu-malu.


"Aku sudah tidak menyukai dia tahu!"


"Iya, tahu, sekarang sudah ada kak Marcell yang serupa dengan Daniel dan lebih ganas,"kali ini Shella bahkan sudah memelototi Ella karena bahan bercandaan nya yang membuatnya malu.


"Cukup! kenapa kamu membulliku, la."


"Aku tidak membullimu, ini kenyataan bukan?"ujar Ella sambil tersenyum melihat Shella yang cemberut.


"Sudahlah, jangan membahas tentangku. Aku sebenarnya ingin menanyakan sesuatu kepadamu,"ujar Shella dengan tampang serius.


"Apa itu?"tanya Ella.


"Bagaimana perasaan mu kepada Kendra?"tanya shella.


"Maaf kalau aku harus menanyakan hal ini sekarang, aku bukan hanya sahabat mu tetapi juga kita bertiga sudah seperti saudara. Aku tidak mau kalian saling menyakiti perasaan masing-masing. Kamu mengerti kan la maksudku,"ujar Shella menjelaskan.


Ya, Ella selalu menghindari pertanyaan itu tetapi kini dia harus memiliki jawaban yang benar tentang perasaannya selama ini.


"Lalu, apakah kamu mencintai Kendra?"


"Tidak, aku sudah melepaskan perasaan itu. Sejak aku mengetahui dia adalah putra dari Nadia Soetomo, wanita yang sangat membenci ibu dan telah membuat ayah Andri meninggal, aku berusaha untuk tidak lagi mencintai Kendra. Namun, setelah aku tahu kebenaran cerita bahwa ibuku yang bersalah atas semua ini, aku merasa sangat kasian kepadanya. Ya, aku pikir selama ini bukan perasaan cinta. Aku hanya merasa kasian dengan hidupnya."


"Lalu dengan Daniel, apakah kamu mencintainya?"tanya Shella kembali.


"Aku .... aku tahu kak daniel mencintai dan menyayangi ku seperti adik sendiri selama ini."


"Dia juga mencintai mu seperti lelaki mencintai wanita, kamu bukan hanya adik buatnya, kamu segalanya, la."


"Aku tahu, shel. Aku tidak ingin mengecewakan perasaannya,"jawab Ella.


"Aku berharap, kamu bisa mengerti dirimu sendiri. Daniel begitu mencintai mu."


"Ya, aku juga tidak akan mengecewakan kak Daniel, dan aku juga tidak ingin melukai perasaannya."


"Baguslah, ayo pengantin wanita, mari kuantarkan kamu kepada calon mempelai pria yang sudah tidak sabar menunggumu dia altar."


Ella tersenyum menyambut uluran tangan Shella. "Kenapa justru kamu yang bersemangat."


"Halo, anak-anak, apakah papa terlambat,"suara Steven membuat keduanya terkejut.


"Papa,"Ella menyambut kedatangan Steven dengan memeluknya. "Terimakasih sudah hadir,"ucap Ella.


"Itu pasti, sayang, papa tidak akan melewatkan pernikahanmu, papa yang akan mewakili posisi ayahmu, bolehkah?"ujar Steven meminta ijin kepada Ella.


"Boleh, papa juga ayah Ella."


"Terimakasih, sayang."Steven memeluk Ella sebentar kemudian mengulurkan tangannya menjadi pendamping Ella menuju altar. Shella menahan tangisnya melihat hal tersebut.


Semoga kamu selalu berbahagia, la.


***


Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️