You Are My Everything

You Are My Everything
Merasa Tidak Pantas



"Jadi saya sebagai perwakilan dari keluarga besar Santoso mengucapkan beribu maaf kepada keluarga besar Daniswara, karena akibat pemberitaan ini telah menjadi sasaran tuduhan yang tidak benar adanya."


"Lalu siapa yang menghamili putri bapak?"


"Apakah lelaki yang menghamili nya dari kalangan konglomerat atau jelata?"


"Bagaimana kondisi Angela sekarang?"


"Apakah ini hanya tipuan untuk menjebak Kendra Daniswara?"


Mendengar banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh pers membuat Irawan tidak sanggup menghadapinya. Wajah nya menunjukkan ketakutan. Melihat hal tersebut Kendra menoleh kepada Alvin untuk mengambil alih.


"Maaf saudara-saudara pers sekalian. Untuk sesi tanya jawab kami tidak membukanya di sini. Karena ini adalah masalah pribadi dari keluarga Santoso dan tidak etis rasanya kalau di buka secara umum. Mohon pengertian saudara sekalian."


Suara riuh para pencari berita terdengar mengeluh mendengar apa yang dikatakan oleh Alvin, selaku asisten pribadi Kendra Daniswara. Segera keamanan diperketat melihat situasi semakin memanas. Irawan serta Kendra pun meninggalkan ruangan konferensi. Para wartawan yang hendak mengejar segera dihadang oleh beberapa petugas keamanan yang telah disiapkan oleh Kendra.


"Irawan Santoso pingsan!"


Sebuah teriakan itu membuat wartawan berusaha berebut memfoto sebisa mungkin jatuhnya Irawan.


"Segera bawa ke rumah sakit!"perintah kendra.


"Ambulance siap di pintu belakang. Kita tidak bisa lewat pintu utama,"ucap Alvin.


Beberapa pengawal membantu membawa Irawan, dan melarikannya ke rumah sakit terdekat.


"Kamu atasi wartawan di sini, aku yang akan mengurus Irawan di rumah sakit."


"Baik, tuan."


Kendra bergegas masuk ke dalam mobil. Beberapa pengawal pribadinya mengikutinya dengan sebuah mobil tersendiri di belakangnya.


**


Brak!!!


"Dasar tua renta! sudah berani melawanku dia!" Danu Soetomo melihat siaran langsung konferensi pers Kendra dan Irawan. Hal ini membuat nya naik pitam. Dia tidak menyangka Irawan tampil di konferensi itu dan membuat pernyataan bahwa Kendra tidak bersalah. Ini akan menyelamatkan Kendra di mata pemegang saham.


"Tenang, tuan. Jangan marah dahulu. Kita pikirkan dengan kepala dingin."


"Irawan sudah berkhianat kepada kita, kamu bilang aku harus tenang?"ucap Danu dengan emosi. Sang asisten terdiam.


"Ada berita bahwa tuan Irawan jatuh pingsan. Sekarang sedang dibawa ke rumah sakit oleh tuan Kendra."


"Hmmm, aku punya sebuah rencana,"ujar Danu Soetomo.


"Bunuh Irawan, bayar pembunuh profesional dan buat isu bahwa Kendra dengan sengaja mengancam Irawan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dalam perebutan tahta saham perusahaan. Kita akan lihat bagaimana dia akan bertindak kali ini."


"Baik, tuan."


**


"Ternyata sampai seperti itu beritanya,"ujar Shella yang sedang menemani Ella di rumah besar Daniel. Mereka sedang melihat berita yang menayangkan klarifikasi Kendra Daniswara dan Irawan Santoso.


"Tidak ada habisnya masalah yang menyerangnya." Ella menarik napas panjang.


"Kamu terdengar sedang mengkhawatirkan nya, la,"ujar Shella sambil melihat ke arah Ella. Sedangkan Ella hanya tersenyum.


"Sebagai orang yang tahu bagaimana penderitaannya sewaktu kecil, tentu aku simpati kepadanya. Dia hanya korban keegoisan kedua orang tuanya. Sama seperti diriku juga. Dengan ibu yang menikah dengan papanya membuat luka di hatinya semakin terbuka. Dia anak yang menyaksikan sendiri kematian ibunya dan perselingkuhan ayahnya. Siapa orang yang tidak akan dendam? Dia tidak salah sampai menjadi pribadi yang kejam."


"Kamu sungguh baik hati, la. Sampai dirimu sendiri rela kau korbankan demi dendam Kendra terhadap Ibumu."


"Kalau dengan ini bisa membuatnya merasa terkurangi bebannya, tidak apa-apa."


Shella menatap kagum kepada sahabatnya itu. "Jadi, setelah tahu bahwa Kendra adalah ayah dari janin yang kamu kandung sekarang, apa kamu akan menerima pinangan Daniel?"


Ella menatap Shella balik,"kamu sudah tahu?"


"Aku tahu sendiri bahwa Daniel telah meminta ijin kepada kakak kandungnya, Marcell, untuk menikahi kamu dan menjadikanmu nyonya Wiraatmadja secepatnya."


Ella menghela napas panjang. "Jujur, aku merasa tidak pantas untuk kak Daniel. Aku bukan Ella yang yang seperti dulu. Aku sudah ternoda dan sekarang mengandung anak lelaki lain. Apakah aku sanggup menghadapi keluarga besarnya dengan membawa anak lelaki lain?"


Shella merangkul bahu Ella menguatkan sahabatnya. "Yang aku tahu, Marcell bukan orang yang kuno. Dia akan mengerti dan menerima apa yang telah menjadi keputusan Daniel. Kurasa kamu akan diterima dengan baik oleh keluarga besar Daniel."


"Semoga, ku harap juga begitu."


***


...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...