You Are My Everything

You Are My Everything
Amnesia



"Nyonya Wiraatmadja menderita retrograde amnesia. Oleh sebab itu dia kehilangan sebagian ingatannya. Terutama yang baru-baru terjadi. Dia hanya mengenal orang-orang yang memiliki banyak kenangan di masa lalunya. "


"Apakah dia bisa disembuhkan ?"tanya Daniel dengan penuh harap.


"Tergantung dari kondisi pasien itu sendiri. Saya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mungkin dengan terapi bisa membuat ingatan pasien kembali lagi."


Daniel berjalan meninggalkan ruang dokter dengan tubuh lemas. Dia tidak tahu apa yang harus dia jelaskan kepada Ella nantinya. Cerita apa yang harus dia katakan agar Ella tidak syok dan semakin memperparah kondisinya.


"Niel,"Kendra menghampiri Daniel dengan menggunakan tongkat penyangga nya.


"Bagaimana dengan kondisi Lala?"tanya kendra ingin tahu tentang kondisi Ella setelah mengalami koma beberapa saat.


Daniel menghembuskan napas panjang,"Ella mengalami amnesia. Dokter tidak tahu kapan Ella akan sembuh. Entah dia akan bisa ingat lagi atau tidak."


Kendra tersenyum getir,"aku bersyukur dia tidak mengingatku lagi."


"Apa maksudmu?"Daniel menatap Kendra tajam.


"Mengingatku hanya akan membuat dia terluka. Kenangan yang kuberikan selama ini hanya dendam dan kehilangan. Tidak ada yang bagus sama sekali. Kalau dia bisa melupakan apa yang baru saja terjadi, itu justru bagus buatnya. Dia bisa membentuk ingatan baru yang lebih baik. Tidak ada lagi dendam dan luka. Dia bisa membentuk hidup yang baru. Hidup yang lebih bahagia."


Daniel menatap lekat Kendra dan mencoba mencerna apa yang baru saja Kendra ucapkan padanya.


"Dia hanya mengingatmu, karena kamu selalu ada bersama dia sejak kalian kecil. Itu bagus, itu benar-benar bagus,"ujar Kendra menatap daniel balik.


"Aku masih tidak mengerti,"ucap daniel.


"Buatlah dia bahagia dengan kehidupan yang baru, Niel. Kalian adalah sepasang suami istri sekarang. Mulai sekarang ajaklah dia membangun kehidupan yang baru. Jangan pernah ingatkan dia akan masa lalu. Itu hanya akan membuat dia terluka, kamu mengerti maksudku?"ujar Kendra dengan tatapan memohon kepada Daniel.


"Itu berat buatku, ken. Aku tidak bisa memastikan dia tidak akan mengingat lagi. Ingatan itu ada dalam otaknya. Aku tidak bisa mengaturnya,"sahut Daniel.


"Hiduplah berbahagia dengannya." Kendra beranjak hendak pergi namun daniel menahan lengannya.


"Kamu mau kemana, ken?"tanya Daniel serius.


"Terimakasih telah membawanya kembali,"ujar Daniel tulus. Kendra tersenyum.


"Melihatnya hidup kembali itu sudah menjadi kado terindah buatku. Aku tidak berharap lebih. Sekarang waktumu untuk membahagiakan dia. Aku akan selalu mendoakan kalian."


Kendra berjalan meninggalkan Daniel dengan langkah tertatih-tatih. Kendra menghapus air mata yang sedari tadi dia tahan agar tidak tumpah di hadapan Daniel.


Dia ingat bagaimana tatapan bingung Ella saat melihatnya pertama kali. Dan bagaimana sikap Ella berubah bahagia saat melihat kedatangan Daniel. Dia bahkan memeluk Daniel dan merengek seperti anak kecil kepada Daniel.


Kendra hanya bisa mundur keluar dari ruangan tersebut. Dia cukup bahagia dengan Ella yang kembai hidup. Dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri kalau Ella tidak terselamatkan.


"Tuan,"suara Alvin membuyarkan lamunan Kendra.


"Kita kembali,"ujar Kendra.


"Tapi nona Ella baru saja sadar,"kata Alvin mengingatkan Kendra. Namun Kendra hanya tersenyum.


"Tidak ada lagi tempatku di sana. Dia sudah menjadi nyonya Wiraatmadja. Dan dia akan berbahagia dengan suaminya, Daniel Wiraatmadja."


"Tapi...."


"Sudah, ayo kembali,"Kendra memotong ucapan Alvin dan berjalan meninggalkan Alvin di belakang.


Aku bahagia karena kamu kembali hidup. Itu saja sudah cukup.


***


Iklan Author


Budayakan klik tombol like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Karena komentar kalian adalah penyemangat bagi author.


Terimakasih 😄