
"Sungguh diluar dugaan, kamu bermain-main istrinya, apakah kamu juga ingin merebut istrinya, dan?"
"Hahaha, wanita itu? Aku hanya menikmati tubuhnya saja. Dia begitu mencintai steven tetapi penyakit yang dimilikinya tidak bisa dia tinggalkan. Biarlah steven merasakan karmanya karena dia dulu telah menyia-nyiakan kakakku, nadia."
"Tidak kusangka, wanita yang kulihat anggun penampilannya, ternyata seorang penghibur juga. Aku juga ingin merasakan nikmatnya dirinya, bagaimana dia menjerit di ranjang. Pastilah seksi bukan?"
"Tentu, aku punya sebuah rencana dan tentu hal ini akan membuat steven syok mendapati video istrinya yang seperti ini,"ujar Danu sambil memutar sebuah video seseorang bersama Linda.
"Wow, video yang sangat menarik. Aku tidak menyangka seorang Linda mempunyai tubuh seindah ini."
"Steven pasti akan hancur melihatnya. Aku sudah lama menantikan hal ini."
**
Linda menggunakan sebuah seragam sekolah dengan rambut dikepang dua. Dia berdiri dengan malu-malu. Dia menunggu seseorang datang menjemput.
"Sudah lama menunggu?"seorang pemuda berparas tampan menghampirinya. Linda tersenyum melihatnya.
"Lama sekali, aku sudah capek berdiri terus di sini,"rajuk Linda.
"Maaf, sayang, aku barusan masih ada rapat dengan anggota tim, jangan marah ya,"ujar steven sambil mengelus pelan kepala linda.
"Traktir makan,"ujarnya manja.
"Pasti, habis itu temenin aku ya?"ajak steven.
"Kemana?"tanya Linda.
"Ada, yang pasti kamu akan senang,"ajak steven sambil menggandeng tangan linda.
"Baiklah,"Linda pun menurut.
Steven mengajak Linda ke mall. Dia membelikan linda pakaian. Tidak mungkin mereka menggunakan seragam seperti itu. Dia memilihkan linda sebuah rok mini berwarna pink. Sungguh cocok dengan kulit tubuh Linda yang berwarna putih mulus. Setelah asyik bermain, mereka pun makan di sebuah restoran cina. Linda suka sekali makan masakan chinese.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. "Steve, ayo pulang, sudah malam,"ajak Linda, namun steven masih tidak ingin pulang. Dia malas kembali ke rumah dan kembali mendengar rencana perjodohan dengan putri rekan bisnis papanya.
Linda mendekati steven, sejak tadi dia juga merasa kalau steven sedang ada masalah. "Kenapa steve? Apa bertengkar kembali dengan papa kamu?"
"Ya, seperti itulah, please, tinggallah bersamaku malam ini. Aku mohon,"pinta steven dengan wajah sedihnya. Linda bingung dibuatnya. Dia belum bilang kepada ibunya, meski ibunya tidak begitu memperdulikan kemana dia pergi tetapi Linda selalu bilang kemanapun dia akan pergi.
"Aku bilang ibu dulu, ya,"ujar Linda. Steven menyerahkan handphone nya. Pakai ini saja. "Kamu bisa kan?"tanya steven. Linda menjawab dengan sebuah anggukan. Steven sangat menyayangi Linda, bahkan dia sudah berencana akan menikahi Linda kelak. Dia pria yang bertanggung jawab. Dia tidak akan menjadi pengecut setelah kenikmatan yang dia rasakan dari keperawanan Linda.
"Bagaimana?"tanya steven setelah Linda menyerahkan kembali handphonenya.
"Ya, tidak apa-apa,"jawab Linda dengan senyum terpaksa. Steven tahu seperti apa kehidupan Linda dan ibunya. Ibu Linda tidak pernah memperhatikan putrinya. Dia menganggap Linda adalah kegagalannya karena tidak bisa mengugurkan janin yang dikandungnya membuatnya melahirkan seorang Linda.
"Sudahlah, kita akan bersenang-senang di vila, ayo,"steven memang selalu menepati janjinya. Dia akan selalu membahagiakan Linda. Apapun untuk senyum kebahagiaan Linda.
**
Kendra sedang menyelesaikan berkas-berkas yang maaih belum diselesaikannya. Lalu tiba-tiba pintu ruangannya terbuka.
"Nona, anda tidak bisa masuk sembarangan seperti ini,"suara sekretaris kendra tampak kesal dengan sikap seorang wanita muda yang baru saja tanpa sopan santun masuk ke dalam kantor kendra.
"Diam kamu!"Bentak wanita muda itu dengan nada tinggi.
Kendra yang mendengar suara berisik di depannya pun menghentikan kegiatan memeriksa berkasnya.
"Pergilah, Ran,"perintah kendra kepada sang sekretaris, Rani. Mendengar perintah tuannya, Rani segera melepaskan tangannya dari lengan si wanita.
"Baik, tuan. Saya permisi,"Rani undur diri. Dia tahu arti perintah kendra. Dia sudah kenal dengan apa saja arti setiap perintah kendra.
"Apa mau mu kemari?"tanya kendra dingin.
"Kamu harus menikahiku, kendra daniswara!"
***
...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...