The Return of Love

The Return of Love
Duta kecil



Di sekolah Yuka saat ini tengah mengadakan pentas seni, tentu ini menjadi yang pertama baginya semenjak pindah ke sekolah yang baru.


Yuka yang akan tampil bersama dengan teman-temannya yang lain pun tak ingin melewatkan momen ini sendirian, ia meminta Mamanya untuk melihat pertunjukannya di atas panggung.


Carissa yang sibuk di toko selalu menyempatkan waktu untuk anak semata wayangnya itu, bersama dengan Tere ia pun pergi dengan membawa hadiah.


Setelah acara itu selesai Yuka meminta pergi berjalan-jalan dan itu membuat Carissa mau tidak mau harus mengiyakan permintaan anaknya.


Setelah sampai di pusat Mall mereka pun menuju tempat bermain.


"Ma, bisakah kita makan dulu, sepertinya Yuka sudah lelah bermain dan kini lapar sekali". keluh Yuka pada Carissa.


"Tentu sayang apapun untukmu ". balas Carissa.


Saat sampai di tempat makan yang berada di pusat Mall mereka pun saling bercanda sampai suara tawanya mengundang perhatian orang.


"Stop tante, perut Yuka sakit tertawa terus". ucap Yuka sambil terpingkal.


"Baiklah baiklah". ucap Tere.


"Nahh ini sudah datang pesanannya sekarang waktunya makan dulu selesai itu kita lanjut lagi ya". ucap Carissa pada keduanya.


Saat tengah menikmati makanannya tiba-tiba saja Yuka merasa badannya gatal dan memerah hal itu tentu membuat Carissa dan Tere panik.


"Sayang kamu kenapa ?". tanya Carissa khawatir melihat putranya itu.


"Gak tau Ma tapi ini sakit dan gatal sekali". ucapnya


Carissa yang menyadari itu lantas melihat makanan yang di makan Yuka. Dan itu tentu saja membuat sang pelayan mendatangi mereka.


Setelah ditanya ternyata di dalam makanan Yuka terdapat olahan seafood hal ini tentu saja membuatnya kecolongan, pasalnya Yuka alergi dengan seafood tentu ia merasa bersalah karena tidak memperhatikan isi menu yang di pesan Yuka.


Dengan segera Carissa dan Tere membawa Yuka ke Rumah Sakit terdekat.


Setelah di tangani Dokter kini dia harus menginap satu atau dua hari sampai alerginya hilang.


"Yuka ada alergi Riss ?" tanya Tere.


"Iya Re aku tahunya waktu dia umur tiga tahun dari situ aku benar-benar milih-milih makanan banget ". jelas Carissa.


"Ya udah sabar aja ya, kalau gitu aku balik gak papa kan soalnya suami uda on the way ke rumah ". ucap Tere.


"Oke Re gak papa, terima kasih ya buat hari ini salam buat suami lo". ucap Carissa mengedipkan matanya.


"ganjen banget lo ya pake nitip salam segala, sama biniknya pulak hahaha iya nanti gue sampein, kalau ada apa-apa kabarin gue". balas Tere tertawa.


________


"Kalau kamu sibuk kamu pergi saja sayang, aku bisa pergi kemo sama Mama ". ujar Mayang saat Duta habis menerima telepon.


"Tapi aku gak mungkin biarin kamu kemo sendirian ". ujar Duta.


"Kan ada Mama, lagian selama ini kamu selalu nemani aku baru kali ini aja kan dari pada kerjaan kamu berantakan, lagian gak mungkin Papa Bram terus terusan yang handle kerjaan kamu". balas Mayang.


"Kamu yakin ?". tanya Duta memastikan.


"Yakin, sudahlah hanya hari ini saja kan". ucap Mayang.


"Baiklah aku pergi dulu, aku usahakan sore nanti aku jemput kamu". balas Duta.


_______


Di Rumah Sakit Yuka yang baru saja siuman pun memanggil sang Mama.


"Ma". panggil Yuka.


"Ya sayang kamu sudah bangun". ucapnya lalu mencium pipinya.


"Yuka bikin Mama khawatir ya". ucapnya sendu melihat Mamanya.


"Tidak kok sayang, ini namanya ujian jadi harus di jalani dan tidak boleh mengeluh". ucap Carissa menegarkan.


"Apa Mama sudah makan ?". tanya Yuka.


"Tentu sudah sayang, kamu ingin sesuatu ?". ucap Carissa.


"Yuka ingin keluar Ma ".pinta Yuka.


"Maaf sayang untuk saat ini belum bisa besok saja ya lagian ini sudah sore". tolak Carissa.


Duta yang sampai pada saat malam hari pun langsung menuju kamar istrinya yang kini tengah makan bersama Mamanya.


Keduanya pun sepakat menginap di Rumah Sakit menjaga mayang dan akan pulang keesokan harinya.


Pagi-pagi sekali Yuka sudah tidak sabar untuk pergi keluar. Iya terus saja menagih ucapan Mamanya itu.


Dert Dert


"Tidak bisakah kalian tangani dulu, saya sedang di Rumah Sakit". ucap Carissa kesal.


"Ma ada apa ?". tanya Yuka.


"Ada masalah di toko sayang". jawab Mayang.


"Mama pergi saja Yuka sudah membaik Ma". sahut Yuka.


"Mana mungkin Mama ninggalin kamu sendirian di sini sayang". terang Carissa.


"Ma ayolah toko itu adalah usaha Mama kalau ada apa-apa dengan toko Mama gimana ? Yuka juga sudah enakan Ma badannya gak gatal dan sakit lagi kok, lihat bekas merah-merahnya juga sudah mau hilang kan ". seru Yuka.


Meskipun berat meninggalkan anaknya sendiri tapi tidak ada pilihan lain selain memilih pergi dengan segera.


"Baiklah, Mama akan cepat kembali jika semuanya sudah selesai dan Mama akan meminta suster untuk membawa kamu ke taman Rumah Sakit oke". ucap Carissa dengan berat hati.


Saat Carissa pergi ke toko miliknya Yuka pun juga di bawa keluar pergi ke taman yang berada di Rumah Sakit oleh suster.


Bertepatan dengan itu Duta Mayang dan Mamanya juga keluar dari kamarnya.


"Ma, aku keluar dulu ambil mobil ya, suster tolong istri saya bawa sampai ke depan". ucap Duta pada Mamanya.


"Terimakasih ya Ma sudah menemani Mayang sampai sejauh ini ". ucap Mayang pada mertuanya.


"Sama-sama Mayang sudah sekarang kita pulang kamu jangan mikirin apapun kamu harus yakin semua akan baik-baik saja".


Saat tengah melewati koridor Rumah Sakit Sang Mama tak sengaja melihat Yuka yang terduduk di kursi roda yang berada tidak jauh darinya.


Sang Mama terkejut kala melihat lebih jelas wajah Yuka yang sangat mirip dengan Duta saat masih kecil. Sesaat Mamanya berhenti melihat Yuka yang terlihat hanya seorang diri dan hanya di temani suster.


Kakinya melangkah mendekati Yuka namun panggilan suster menghentikan langkahnya.


"Maaf Nyonya sudah di tunggu Tuan di depan". ucap suster.


Dengan terpaksa ia pergi dari situ sesekali ia palingkan wajahnya ke belakang untuk melihat wajahnya Yuka.


________


"Ma, ada apa ? Papa perhatikan dari tadi Mama kayak lagi mikirin sesuatu ". Ucap pak Bram.


"Pa, tadi pagi sewaktu kami mau pulang dari Rumah Sakit, Mama lihat anak kecil yang wajahnya mirip sekali dengan Duta waktu kecil, mirip banget Pa beneran". Sarah menjelaskan.


"Ma, di dunia ini memang ada kok yang wajahnya sama persis seperti kita, jadi Papa rasa itu hanya kebetulan saja". jawab Bram.


"Entahlah Pa, Mama merasa itu Duta kecil kita dulu". ucap Sarah mengingat wajah Yuka.


"Sudahlah, Mama lelah sebaiknya istirahat".


_________


Di Perusahaan besar Global Grup, Pak Bram dan Duta tengah membahas sesuatu.


"Papa dengar kamu pergi ke Kota B mencari seseorang ". tanya Bram.


"Aku mencari Carissa Pa, ternyata selama ini dia berada di sana, dan Papa tau dia uda punya anak, Duta uda dua kali ketemu sama anaknya itu, dan Duta ngerasa wajahnya kayak gak asing buat Duta". jawa Duta jujur.


Mendengar itu Pak Bram teringat ucapan sang istri malam itu. Dia berfikir ini tidaklah mungkin hanya kebetulan.


"Lalu gimana hasilnya ?". tanya Bram.


"Dia uda resign dari kantor dan pindah dari rumahnya Pa, sepertinya dia udah ngerasa kalau Duta bakal nyari dia". ucap Duta menatap Papanya.


"Sepertinya memang begitu Duta, sejak pertama kali Papa ketemu sama dia meeting waktu itu mungkin dari situ dia uda berencana pergi".


" Papa juga ketemu sama dia ? Tapi kenapa Pa, apa ada sesuatu yang dia coba tutupi sampai-sampai dia melangkah sejauh ini, Pa, Duta harus bertemu dia". ujar Duta.


"Sabar Duta, jangan gegabah, kamu fokus dulu sama kondisi Mayang, biar ini papa yang urus". saran Bram.


Setelah perbincangan itu selesai mereka kembali dengan tugas mereka masing-masing.