The Return of Love

The Return of Love
Tidur di kamar Duta



Sudah lama Carissa tidak datang ke cafe miliknya dan hari ini sehabis menjemput Yuka ia akan bertandang ke sana.


Kedatangannya bak di tunggu-tunggu oleh para karyawan. Carissa walaupun pemilik cafe tapi bagi karyawannya ia adalah bos sekaligus teman bagi mereka. Ia yang tak pernah membeda-bedakan status membuat karyawan yang bekerja di sana merasa nyaman.


Sebenarnya jika untuk mencukupi kebutuhan Carissa dan Yuka, penghasilan dari cafenya sangatlah cukup tapi Carissa saja yang masih ingin bekerja di kantor.


Tapi saat tau perusahaan itu beralih ke tangan Duta ia ingin sekali mengakhirinya tapi sayang ia harus menunggu satu tahun lagi, jadi selama menunggu satu tahun itu ia harus benar-benar ekstra sabar.


Sore itu Carissa sibuk di dapur di cafe miliknya. Hari ini ia ingin sekali makan pudding dan juga Bruschetta dan secangkir kopi. Entahlah hari ini seleranya random banget perasaannya.


" Kalian bisa coba ini, nikmatilah". seru Carissa pada karyawan yang berada di dapur.


Begitulah Carissa yang membuat karyawannya merasa betah sekaligus beruntung bisa bekerja di cafenya.


Carissa naik ke atas di mana ruangannya berada sambil membawa makanan yang baru ia buat untuk Yuka. Sampai di depan pintu ia heran mendengar Yuka tertawa lepas. Saat ia masuk bisa di lihatnya Duta duduk memangku Yuka dengan menggelitik badannya.


"Apa ini ? bukannya besok ia akan datang, huh sesukanya saja jadi orang". gerutu Carissa dalam hati.


"Kenapa hari ini ? bukannya besok ya ?". tanya Carissa.


"Sengaja biar bisa lebih lama sama kalian". jawab Duta enteng.


"Kalian ?....


Belum habis Carissa ngomong Yuka sudah berbicara dulu. " Ma udah ya jangan di marahin Daddy kasian Ma, kita kan mau ke rumah Daddy Ma, sekarang aja ya Ma ?". tawar Yuka.


"Gak bisa sayang kan Mama harus kerja dan kamu juga besok masih sekolah !".


"Yah Mama, Daddy aja uda ngebolehin kalo besok Mama gak usah kerja, besok Yuka di sekolah juga pulang awal kan Ma, pliss Ma, kali ini aja ". bujuk Yuka dengan wajah sendunya.


Kalau sudah melihat wajah sendu Yuka mana sanggup ia menolak permintaan anaknya itu.


"Gak perlu Ma, Daddy bilang semuanya udah di siapin sama Daddy uda ada di rumahnya ". ucap Yuka membuat Carissa tak percaya.


"Aku tau kalau kedepannya kalian akan sering ke sana jadi aku udah siapin semuanya termasuk pakaian kamu dan Yuka ". jelas Duta.


__________


Malam hari mereka baru sampai di apartemen milik Duta.


"Sayang ini kamar kamu ". ucap Duta memberitahu kamar Yuka yang sengaja di dekorasi khusus buat anaknya.


" Waww amazing Daddy, I like this, Thanks Daddy ". ucap Yuka memeluk Duta. "Tapi Dad, malam ini Yuka ingin tidur di kamar Daddy bareng sama Mama, bolehkan ?".


Duta menatap Carissa " Kalau itu kamu tanya sama Mama mau atau tidak tidur bareng sama kita ". sahut Duta.


"Ya sayang, terserah kalian saja". jawab Carissa malas dan kedua lelaki itu tos sebagai tanda keberhasilan.


Selesai mengatakan itu mereka langsung membersihkan badannya dan kini mereka berada di kamar Duta.


Yuka berada di tengah-tengah antara Daddy dan juga Mamanya. Tangan keduanya di tarik Yuka untuk memeluknya bersama-sama.


Tangan mereka menyatu membuat jantung mereka berdebar. Duta membacakan cerita sedangkan Carissa mengusap-usap keningnya Yuka.


Lama Duta membacakan cerita, tapi tak hanya Yuka yang tertidur Carissa juga. Duta pun menyamankan badannya untuk ikut tidur bersama keduanya.


Tengah malam Yuka terbangun dari tidurnya di lihat orang tuanya yang memeluknya dengan hangat. "Yuka tau Ma pada akhirnya nanti Mama pasti akan menerima Daddy kembali, setelah ini apapun keputusan orang tua kalian Yuka yakin kalian bisa melewatinya seperti kalian juga". batin Yuka.


Yuka pelan-pelan melepas dirinya dari dekapan Duta dan Carissa. Ia meninggalkan kamar itu dan memilih kembali ke kamar yang di sediakan Duta.