The Return of Love

The Return of Love
59



Setelah malam panas yang mereka lalui semalam Carissa hanya tidur sebentar karena ia harus menyiapkan keperluan Duta sebelum berangkat ke kota K. Harusnya sebelum malam panas itu ia sudah packing keperluan Duta, tapi keburu momen manis itu terjadi sayang kalau di lewatkan.


Sementara Duta bersiap Carissa sudah selesai dengan tugasnya dan kini mereka tengah duduk di sofa menunggu Yuka yang sedari tadi belum turun untuk berangkat sekolah.


"Sepertinya dasi ku terlalu ketat". ucap duta menggerakkan lehernya ke kanan dan kiri.


Tangan Carissa terulur membenarkan dasi miliknya. Saat ia menarik dasi itu Duta dengan sengaja mengikis jarak dengan cepat dan mendaratkan kecu*pan kilat di bibir ranum yang membuatnya candu sejak semalam.


"Apaan si, kalau Yuka liat gimana ?". omel Carissa yang membuat Duta hanya tertawa.


"Nanti kalau aku sudah kembali dan kamu ingin di cium kamu bilang aku jangan malu-malu". ujar Duta enteng sambil memakai sepatunya.


"Gak akan". sergah Carissa cepat.


Dering panjang ponsel Duta menjeda obrolan mereka.


"Langsung saja ke Bandara aku berangkat dengan Carissa setelah mengantar Yuka". jawab Duta yang tak lain panggilan dari Dion asisten pribadinya.


"Dion ?". tanya Carissa


"Iya, bersemangat kali dia pergi ke kota K". ucap Duta.


"Kamu apa gak tau kalau tunangannya orang sana ?, makannya jangan sibuk dengan diri sendiri, sesekali lihat dong kehidupan orang-orang di sekitar yang kerja sama kamu". sahur Carissa.


"Sayang, Yuka ayok berangkat sayang, Daddy sudah di tunggu". panggil Carissa sedikit kencang pada Yuka yang saat itu juga langsung turun bergabung bersama mereka.


"Oke let's go, oh ya Daddy sering-sering telfon ya, Daddy jangan telat makan kan di sana gak ada kita yang bisa ingetin Daddy". ucap Yuka keluar bersama Duta masuk ke dalam mobil.


"Tentu sayang, kamu juga ya ingetin Mama".


Mereka sampai di sekolah Yuka lebih cepat dari biasanya. Tentu karena Carissa sekaligus mengantar Duta ke Bandara.


"Daddy, take care, miss you more ".


Duta membalasnya dengan pelukan hangat. "Daddy berangkat sayang, jagain Mama jangan biarkan Mama merindukan Daddy". ucap Duta.


Saat tiba di Bandara Duta tak mengizinkan Carissa untuk mengantarnya sampai ke dalam, mereka hanya sampai depan saja.


"Carissa, setelah tadi malam rasanya berat banget pergi kesana tanpa kamu, atau gimana kalau kamu ikut aku ke sana ?". ujar Duta


"Ohh jadi uda berani nantangin ni ceritanya, oke jangan nyesel uda ngomong gini ke aku, awas aja kalau aku udah balik kamu bakal di kamar seharian bersama ku". ucap Duta tak mau kalah.


Pipi Carissa memerah dan itu membuat Duta tak tahan untuk tak menariknya.


"Sakit sayang". keluh Carissa memegang pipinya yang di cubit Duta.


"Ah apa, aku tidak dengar". ucap Duta kegirangan di panggil sayang. Jarang-jarang Carissa berada di mode ini bahkan malam panas yang mereka lewatin semalam tak ada sekalipun panggilan sayang keluar dari bibir Carissa.


"Enggak". jawab Carissa malu.


"Ok baiklah aku turun". ucap Duta membuka handle pintu hendak turun.


"Dutaaa, ". panggil Carissa


Tak tahan akan menahan rindu Carissa berinisiatif menc*ium Duta. mengabsen setiap gigi rapi Duta. Sungguh Carissa mulai merasa tak bisa berjauhan dengan Duta. Entah karena merasa nyaman atau karena sudah lama tak mengabiskan waktu bersama.


"Aku mencintaimu Duta". ucap Carissa di sela-sela ciu*man mereka.


"Kenapa saat aku mau pergi begini kamu malah kayak gini Rissa, ini berat Rissa, tentu buat aku benar-benar tak ingin pergi". sahut Duta yang menggigit bibir Carissa.


"Biar kamu semangat dan cepat menyelesaikannya karena aku menunggumu di rumah".


Panggilan telepon dari Dion menghentikan pagutan manis itu.


"Dion sudah di dalam dan tinggal aku saja yang belum masuk". ucap Duta memberitahu.


"Kamu si pake acara ci*um-ci*um segala". sahut Carissa.


"Itu ulah kamu dulu ya". jawab Duta.


Duta merapikan penampilannya dan segera turun mengeluarkan koper dari bagasi belakang. Sekali lagi ia meme*luk Carissa berasa akan lama berada di sana.


"Sudahlah gak enak sama penumpang lain nungguin seorang yang asing bagi mereka". ucap Carissa melepaskan diri.


Duta berjalan sedikit cepat meninggalkan Carissa yang masih terus memandanginya. Duta sekali lagi membalikkan badannya melambaikan tangan kanannya dan menyatukan jempol dan telunjuknya membentuk love yang seketika membuat Carissa jadi melting.