The Return of Love

The Return of Love
Dia anakku kan ?



Carissa sibuk dengan pikirannya, mengingat pertemuan antara Duta dan Yuka. Sekuat apapun ia membuat jarak sedekat itu pula takdir cepat mempertemukan mereka.


Carissa sudah lelah ia sudah pasrah bagaimana pun yang kuasa yang mengatur semuanya.


Yuka yang mengetuk pintu kamarnya dan ingin tidur bersamanya pun kini mendekapnya dengan erat. Ia hirup aroma wangi anaknya dalam-dalam seperti takut kehilangan.


"Ma, apa benar Om yang ketemu sama Yuka tadi adalah Papa Yuka ?" tanya Yuka dengan suara yang parau.


Degh !


Tercekat, tak bisa ia menjawab, kebenaran pasti akan terungkap bagaimanapun ia tutupi.


"Ma," panggil Yuka menyadarkan Mamanya.


"Kenapa bisa Yuka berfikir seperti itu ?".


"Mama jawab aja pertanyaan Yuka".


Duta, lihatlah dia sama kerasnya seperti mu, jika belum mendapatkan apa yang ia mau dia akan terus bertanya.


"Apa Om itu mengatakan sesuatu pada mu ?" tanya Carissa.


"Om itu bilang wajah Yuka mirip sama Om itu waktu kecil, dan Om Reno pernah bilang kalau sebelum Mama pergi Mama dekat dengan teman Mama yang namanya sama kayak Om Duta". Terang Yuka pada sang Mama.


Astaga Reno ! Perlu di briefing dulu kayaknya anak itu. Kalau sudah begini gak bisa mengelak lagi kan jadinya.


"Sayang, kamu benar, dia Papa kamu". ucap Carissa jujur, Carissa percaya semesta sedang bekerja.


Dan malam itu Yuka benar-benar tenang setelah mengetahui semuanya.


Setelah hari itu Carissa selalu tepat waktu menjemput putranya itu. Ia tak ingin pertemuan itu terjadi lagi sampai suatu saat dimana ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Yuka bersama dengan Duta dan juga Mamanya duduk di tempat biasa Yuka menunggunya.


Kakinya berat melangkah, berat sekali dengan situasi ini. Ia ingat bagaimana dulu Mamanya Duta memintanya untuk melepaskan Duta. Belum lagi ancaman yang ia dapatkan dari Papanya Duta.


Dulu sehari setelah ia datang kerumah Duta, Bram langsung menemuinya. Ia dengan rahangnya yang mengeras melarang hubungan mereka. Ia mengancam akan membuat keluarganya dalam bahaya jika ia tetap menjalin hubungan dengan Duta.


Hal itu juga yang membuatnya memilih pergi dari kota itu. Ia tak ingin keluarganya menanggung malu sekaligus tertimpa masalah.


"Mama" Anak itu berjalan memeluk Mamanya, sementara netranya menatap dua orang dewasa di depannya.


"Carissa, kamu apa kabar ?" Sarah menyapanya dengan senyum yang tulus.


"Sayang, kamu masuk ke mobil dulu ya, Mama mau bicara sama Om Duta". titahnya pada sang anak yang langsung di turuti.


Carissa tahu jika Yuka ingin lebih lama bersama Duta. Tapi ia bisa apa selain membuat jarak.


"Rissa, aku tahu dia anakku kan ?" tanya Duta dengan tatapan mengintimidasi.


"Jangan menatapku seperti itu dan lagi aku pernah bilang padamu kalau dia anakku hanya anakku". balasnya.


"Carissa tolong jangan seperti ini, kenapa kamu gak kasih tau kalau kamu hamil ? kamu malah pergi dan sulit di hubungi "


"Kamu yang sulit di hubungi, kamu yang pergi Duta, aku saat itu sudah akan sampai di rumahmu tapi saat itu kamu pergi bersama orang tuamu. Oiya jangan lupa kamu tanya sama papamu kenapa ia memilih diam tidak berhenti walau sebentar saja padahal dia tahu aku mengejar mu waktu itu". ucapnya menahan air mata.


Sarah yang mendengar itu pun turut angkat bicara. "Sudah jangan berdebat begini Carissa kamu duduk dulu biar tenang".


"Carissa Duta maaf jika Mama ikut bicara, untuk kamu Duta perlu kamu tahu sejak saat itu nomor handphone kamu sudah di ganti oleh Papa tanpa sepengetahuan kamu, makannya kamu ataupun Carissa gak bisa saling berhubungan, dan untuk kamu Carissa maaf jika sudah membuatmu kecewa dengan sikap Papanya Duta. Masa lalunya yang membuatnya jadi seperti itu. Papa dan Mama kamu carissa dulu pernah saling cinta tapi terhalang restu oleh orang tuanya Mama kamu karena saat itu Papa bukanlah orang berada dan Mama kamu lebih memilih lelaki pilihan orang tuanya. Dan saat itu Papa kamu mulai membenci Mamamu, dia akan memberikan hal yang sama seperti yang ia terima dulu saat tahu kalau kamu adalah anaknya Rahma". ungkap Sarah.


Mereka saling diam menatap lurus ke depan.


"Carissa, benarkan dia anakku ?" dan Carissa hanya mampu menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban, ia cukup kaget dengan penjelasan Mamanya Duta tentang masa lalu orang tua mereka yang hampir sama kisahnya.


"Carissa bolehkah aku menemuinya kembali ?"


"Akan ku pikirkan" sahut Carissa pelan.


"Carissa kamu gak boleh seperti ini, bagaimana pun juga dia anakku juga ".


"Jangan menyalahkan ku di situasi seperti ini, kamu gak pernah ngerasain apa yang aku rasain ".


"Dan sekarang aku ingin kamu bagi apa yang kamu rasain !". balas Duta.


"Gak semudah itu, Tante saya permisi dulu".


"Carissa tunggu nak".


"Tante tau apa yang kamu rasain, kamu menjalani semuanya sendiri, kamu begitu memperjuangkan Yuka seorang diri dan sekarang setelah kamu tahu semuanya apakah tidak bisa kamu berbaikan dengan Duta, setidaknya demi Yuka, Dia butuh sosok Papa dalam hidupnya, tapi jika kamu keberatan itu hak kamu, kamu punya hak penuh atas kebahagiaan Yuka". ucap Sarah.


Setelah mendengar itu ia benar-benar pergi langsung kembali ke rumah tanpa ia ingat jika ia harus menemani Pak Dion untuk bertemu client nya.