
"Aduhh maaf saya gak sengaja". Seru Carissa saat seseorang menabrak dirinya.
Orang tersebut melihatnya sekilas lalu menunduk sambil terus memegangi penutup kepalanya dan hanya menganggukkan kepalanya saja lalu pergi dengan terburu-buru.
Carissa yang hanya melihat mata orang tersebut tertegun sejenak, tatapannya seperti tak asing, seperti familiar baginya. Ia terus memperhatikan orang tersebut pergi menjauh darinya sampai hilang di balik tembok. "Apa iya itu dia ? Ngapain dia di sini". Gumam Carissa seraya berjalan menuju kamar di mana Bram di rawat.
Saat tiba di kamar rawat, Carissa mengetuk pintu dan masuk dengan canggung, jujur saja walaupun hubungannya dengan Duta kini sudah mendapat restu tidak menutup kemungkinan ada rasa yang masih saja takut dan ragu.
Ia menghampiri Sarah yang duduk di kursi sebelah ranjang Bram menanyakan kondisinya hari ini lalu ia duduk di sofa di mana Duta berada.
"Kamu langsung ke sini ?" Tanya Duta yang di iyakan oleh Carissa, " Kenapa gak pulang dulu biar aku jemput".
"Sstt jangan berisik, ntar Om Bram ke ganggu". Jawab Carissa.
"Maksud aku kamu pulang dulu ke rumah biar mandi dulu ganti baju biar segeran". Sergah Yuka kesal.
"Hemm yaudah aku balik sekarang". Jawab Carissa tak kalah kesal.
"Kalian ini kenapa si berisik aja". Timpal Sarah yang merasa terganggu dengan debatan pasangan ini.
"Ini mah Carissa pulang kerja langsung ke sini bukannya pulang dulu mandi biar enakan badannya pasti gerah kan malam ini kita mau gantian jaga Papa". Jawab Duta yang terus melirik Carissa yang ada di sebelahnya.
"Duta, sudahlah jangan di buat susah sendiri, Carissa mungkin biar gak bolak balik lagi belum lagi kena macet, ada yang gampang jangan di buat susah". Sahut Sarah.
"Maksud Mama apa si kok belain dia, Duta lo anaknya Mama".
"Duta, Rissa lebih tau kalau masalah beginian, yakan Rissa".
"Iya Tante". Jawab Carissa tersenyum merasa menang.
Tak lama pintu di ketuk Carissa berdiri menuju pintu dan kembali masuk dengan paper bag di tangannya.
"Tu kan, Mama juga sering gitu kok, udah sana kamu mandi dulu ". Ucap Sarah.
Ya, sebelum pulang dari kantor tadi Carissa sudah memesan pakaian ganti untuk malam ini dan juga stelan untuk kerja besok karena ia akan berangkat langsung dari rumah sakit.
Selesai mandi Carissa bergabung kembali dengan Sarah dan juga Duta sambil menikmati cake yang ia beli saat menuju ke sini. Sementara Bram baru saja terlelap karena pengaruh obat yang baru saja ia minum.
"Sayang, cucu Mama sama siapa di rumah ?" Tanya Sarah di sela-sela ia menikmati cake yang di bawa Carissa tadi.
"Yuka nginap di rumah Bunda Tante, tadi di jemput sama Reno". Jawab Carissa.
"Oiya, maaf ya kalian jadinya harus nginap di sini, Dokter tadi bilang besok Papa sudah bisa pulang, kemungkinan siang Papa sudah bisa pulang". Ucap Sarah memberi tahu.
"Syukurlah, Ma, Duta besok siang langsung balik lagi ya ke Kota B, kemungkinan di sana dua hari lagi karena sudah hampir selesai". Sahut Duta.
Mendengar itu Carissa langsung menatap Duta dengan tersenyum.
"Jangan lupakan dua permintaan". Bisik Duta yang membuat Carissa jadi salah tingkah.
Tak lama Bram pergi untuk mengantar Sarah pulang ke rumah, tinggallah Carissa dan Bram di tempat itu.
Bram terbangun dan mendapati Carissa yang duduk di sebelahnya.
"Om butuh sesuatu ?". Tanya Carissa cepat saat tau Bram membuka matanya.
"Tidak". Jawabnya singkat.
"Carissa, maafkan saya jika dulu kata-kata saya menyakiti dan merendahkan kamu, saya tidak tau kalau saat itu kedatangan mu ingin memberi tahukan kondisi mu saat itu, saya menyesal telah memisahkan kamu dan juga Duta ". Ucap Bram menatap Carissa serius.
"Om, Rissa sudah melupakan semuanya, biarkan cerita itu tertinggal di masanya, kita buka lembaran baru saja dengan cerita yang kita mau, bagaimana pun masa lalunya tetap masa depan yang jadi pemenangnya hihihi". Sahut Carissa. Bisa aja ni Carissa ngegombalin calon Papa mertuanya.
Mereka berdua berbincang-bincang sampai tak terasa kini keduanya terlelap dengan Carissa yang meletakkan kepalanya di ranjang Bram padahal ia sedang duduk. Sengkleh gak tuh kepala Carissa begitu sampai pagi wkwkwk.