The Return of Love

The Return of Love
64



Pagi itu Dion menelfon Duta saat tengah sarapan bersama Carissa dan juga Yuka. Mereka sarapan lebih awal karena harus segera ke rumah sakit.


"...."


"Ikuti terus, tetap jaga jarak jangan sampai curiga". Sahut Duta.


Duta melirik Carissa yang dari tadi menguping pembicaraannya dengan Dion. "Kepo ya ?" Ledek Duta pada Carissa yang langsung mengerucutkan bibirnya membuat gemas Duta.


Spontan Duta menarik bibir Carissa dan spontan di tepis tangan Carissa. "Gak lucu ya". Ketus Carissa pelan terdengar berbisik.


"Bisa ku iket tu ". Sahut Duta.


Untung aja Yuka gak ngeliat apa yang Duta lakukan. Kalo liat duhh kasian banget matanya Yuka masih kecil sudah ternodai oleh ke bucinan Daddy nya itu.


Selepas mengantar Yuka, Duta terlebih dulu mengantar Carissa ke kantor barulah dia akan kembali ke rumah sakit. Sampai di kantor entah sadar atau tidak Duta turun membukakan pintu untuk Carissa, menyadari hal itu Carissa kaget sekaligus mendadak pusing sendiri, ia melihat di sekitar ada beberapa karyawan yang sepertinya menanti siapa gerangan yang sudah membuat hati seorang Duta terbuka kembali setelah di tinggal mending istrinya sampai-sampai pintu mobil pun di bukakan olehnya.


"Ngapain turun coba, gak liat apa di luar rame, entar aku bilang apa coba sama mereka". Gerutu Carissa dengan kesal saat Duta sudah di depan pintu.


"Ya gampang tinggal jujur aja". Duta menyahut dengan entengnya.


"Kayaknya kamu masuk lagi aja, aku turun di pinggir jalan aja, aku gak siap ngadepin mereka". Ucap Carissa, ia benar-benar pusing bahkan tak enak hati. Selama ini dia selalu mendengar bagaimana staf wanita yang begitu memuja sosok Duta, meskipun duda tapi tetap begitu keren bahkan Carissa sempat pernah mendengar mereka mengatakan jika duda lebih hot dan pasti lebih pengalaman. Pengalaman apa coba yakan !!


"Gak ada, sekarang turun atau aku gendong ?".


"Duta, sepertinya aku memilih pilihan seperti waktu itu saja". Ucap Carissa tiba-tiba.


Duta menyeringai tapi kali ini ia sudah tidak mentolerir lagi masalah hubungan mereka. Duta juga kesal setiap kali mendengar para laki-laki yang melihatnya dengan tatapan ingin. Intinya Duta ingin hubungan mereka di publikasikan biar aman untuk kesehatan jantung dan juga emosinya.


"Tidak ada pilihan lagi, aku sudah sabar melihat mu di liatin laki-laki di luaran sana, udah cepat nanti kamu terlambat absen dan aku kelamaan sampai di rumah sakit, inget Papa mertua kamu sedang sakit ".


Mendengar itu Carissa tidak bisa mengelak lagi. Sekarang bukan waktunya untuk bernegosiasi, ia tak boleh egois, Duta benar. Dengan berat hati ia keluar dari mobil itu dengan kikuk. Setelah itu Duta langsung masuk kembali ke dalam mobilnya, sementara Carissa buru-buru masuk dengan senyum yang canggung.


Sampai di meja kerjanya ia langsung menarik nafas panjang, mencoba untuk menenangkan dirinya yang habis melewati jalanan penuh tatapan menghujam.


"Wihh pagi-pagi udah ada yang bikin heboh aja ni". Ucap Lala tiba-tiba saat menyerahkan laporan yang sudah selesai.


"Apaan si La, heboh apanya ". Balasku mengambil dan mengamati laporannya.


"Ni ya Riss sejak tu duren dateng ke sini di hari pertama dia masuk kalian tu udah keliatan akrab, waktu itu gue gak sengaja liat lo ngobrol pas pulang, emangnya lo ada hubungan apa si sama tu duren ?". Ucap Lala.


"Duren ?". Tanya Carissa menautkan kedua alisnya.


"Yaelah Carissa masak duren aja gak tau, duda keren ah gimana si kuper banget" jawab Lala.


"Ohh". Jawab Carissa yang manggut-manggut.


"Iya yaudah sekarang jelasin ada hubungan apa lo sama tu duren ?, jangan bikin penasaran, bisa pingsan berdiri ni gue". Ujar Lala tak sabar.


Carissa menimang-nimang apakah ia harus jujur atau tidak hubungan antara Duta dan juga dirinya. Kalau Carissa kasih tau sudah pasti Lala akan bergosip dengan yang lain tapi kalau tidak di kasih tau semuanya pasti akan terus gibahin dirinya.


"Dia calon lakik gue, kita sempat lost kontak beberapa tahun tapi baru-baru ini kita ketemu lagi, jelasnya dulu kita pernah pacaran, sudah jelas kan ibu Lala yang terhormat ?". Jawab Carissa.


Tak mungkin ia menjelaskan dengan detail prihal hubungan mereka yang pelik. Carissa rasa itu sudah cukup untuk menjawab rasa penasaran karyawan yang lain.


"Hemm pantes aja, dulu gue juga uda curiga, tapi beruntungnya lo dia udah duda, coba masih ada biniknya apa gak repot tu duren satu milih antara istri apa mantannya". Sahut Lala.


"Udah ah lanjut kerja tu duren beberapa hari lagi balik jangan sampek kerjaan gak kelar-kelar". Ucap Carissa


Ucapan terakhir Lala terngiang-ngiang di kepalanya, beruntungnya Duta sudah menduda, jika tidak mungkin Carissa di anggap pelakor kali ya, eh tapi pelakor tidak akan berhasil kalau si lakik gak ngasih cela lo, jadi yang salah itu ke duanya bukan pelakornya aja hihihi.