The Return of Love

The Return of Love
Memaafkan bukan berarti melupakan



"Pa, sejauh ini hubungan mereka berjalan baik, Mama harap Papa tidak lagi mengacaukan semuanya, ingat Pa kita udah tua, dengan siapa lagi kita bergantung kalau tidak sama Duta, dia satu-satunya harapan kita. Mama gak bisa kalau harus seperti ini terus sampai akhir hayat Mama". Ungkap Sarah pada Bram.


Ya Sarah sudah sering membicarakan tentang hubungan Carissa dan Duta berharap suaminya itu lekas melupakan rasa sakit hatinya. Ia bersikap egois kali ini pada suaminya, berpuluh tahun hidup bersama Bram dialah yang selalu mengalah dan mengikuti apa yang Bram katakan, tapi tidak kali ini.


Sarah ingin anaknya hidup dengan pilihannya sendiri, membiarkannya memilih dengan siapa ia akan menghabiskan sisa umurnya.


Sarah sadar pernikahan hasil perjodohan antara Duta dan Mayang memang berhasil tanpa ada penolakan dari keduanya bahkan bisa di bilang tidak ada pertengkaran selama mereka berumah tangga. Tapi Sarah sebagai wanita bisa merasakan jika cintanya Duta sudah habis untuk Carissa meskipun raganya saat itu telah di miliki Mayang.


Dan semesta seperti mejungkir balikkan keadaan dengan mudahnya. Dua hati yang terpisah bertahun-tahun kini di pertemukan lagi meskipun dengan keadaan yang berbeda.


Pelan tapi pasti keadaan ini tidaklah membuat keduanya gentar, ahh sebagai ibu, nalurinya sangat kuat apalagi tentang perasaan anaknya.


"Ma, memaafkan bukan berarti melupakan ". tegas Bram.


"Atau malah Papa yang masih menyimpan perasaan dengan Bundanya Carissa ?". tebak Sarah.


"Jaga ucapan kamu Ma, Papa seperti ini karena rasa sakit yang Papa rasain masih terasa di sini". sahut Bram menunjuk dadanya.


"Pa, andai Mama ada di posisi Carissa sudah pasti Mama akan memilih untuk menikah agar anaknya memiliki Ayah sebelum dilahirkan. Malu Pa rasanya jadi wanita yang melahirkan tanpa memiliki suami". sambung Sarah menatap suaminya yang hanya diam mendengarkannya.


Bram tidak menjawab apapun lagi, ia merebahkan dirinya di tempat tidur yang berukuran besar itu menarik selimut sampai menutupi setengah badannya.


Melihat sang suami seperti itu membuat Sarah merasa tak enak hati, ia memilih pergi ke luar kamarnya untuk membuat secangkir kopi.


___________


Pagi itu di apartemen milik Duta suasana sedikit berbeda. Carissa sedikit demi sedikit merubah sikapnya terhadap Duta, ya walaupun belum seratus persen tapi paling tidak ini sudah menjadi awal yang baik untuk Duta memulai segalanya dari awal bersama Carissa dan juga Yuka.


Duta sudah berjanji pada dirinya sendiri apapun yang terjadi dia akan melakukan apapun untuk bisa tetap bersama dengan Carissa dan juga Yuka terlebih lagi hubungan yang saat ini mereka jalani tidak ada ikatan sama sekali.


Duta ingin mengikat Carissa dengan status sebagai istrinya.


Pagi ini baik Yuka maupun Carissa harus kembali ke rumah mereka karena hari ini Ayah dan Bunda akan datang untuk menemui cucunya yang beberapa waktu belakangan tidak datang berkunjung ke rumah mereka.