The Return of Love

The Return of Love
Yang aku atur berantakan semua



Tidak ada yang benar-benar kuat di dunia yang sebentar ini, apa yang patut di kuatkan selain mental diri sendiri, semangat diri sendiri. Tidak ada yang tau bukan, bahkan dalam mata terpejam sekalipun air mata bisa saja luruh sangking kuatnya kita berpura-pura untuk tetap berdiri tegak tanpa punya bahu untuk bersandar.


Sesakit itu memang hidup, kalau gak di kuat-kuatkan bisa selesai sebelum waktunya.


Ia membalikkan badannya ke kanan dan ke kiri berkali-kali tapi tetap aja matanya bak melihat duit sekoper, cerah tanpa kedip.


"Jika memang begini jalannya mau bagaimana pun nanti akan ketemu dia juga, sudah pasti dan enggak mungkin enggak, Ya Tuhan aku sudah pasrah sepenuhnya, atur aja yang terbaik menurutmu karena selama ini yang aku atur berantakan semua". ucap Carissa lirih.


Ia melangkahkan kakinya ke kamar sang putra, mendekatinya dan menatap wajahnya yang selalu membuatnya merasa tenang dan merasa baik-baik saja. "Saat Mama memutuskan untuk pergi dari semuanya dan lebih memilih kamu, Mama berjanji untuk selalu kuat demi kamu, demi masa depan kamu, kebahagiaan kamu pastinya. Mama pastikan kamu mendapatkan kasih sayang yang berlimpah meskipun tanpa sosok seorang Papa, Mama akan berikan segalanya untuk kamu, apalagi sekarang Mama merasa lebih bahagia, Tuhan begitu baik sama Mama Yuka, Ayah Bunda dan adik Mama sudah bisa menerima Mama kembali dan itu sudah lebih dari cukup, Kamulah yang menjadikan semua ini terasa begitu mudah sayang, maafkan Mama jika Mama belum bisa jadi yang terbaik seperti Mamanya temen-temen kamu yang keluarganya lengkap, tapi Mama janji Mama tidak akan mengecewakan kamu". diusapnya pucuk kepala Yuka dan mendaratkan kecupan lembut di sana.


Ia beranjak keluar dari kamar itu mengganti lampunya menjadi lampu tidur dan kembali ke kamarnya.


Kehadiran Yuka di antara keluarga yang sempat terpisahkan itu seolah sebagai semangat baru bagi semuanya.


Kini Rissa dan Yuka berada di rumah orang tuanya sebab sedari pagi Yuka selalu saja buat Rissa pusing karena anak itu menuntut ke rumah sang nenek untuk menginap di sana saat akhir pekan.


Mereka mengelilingi meja makan yang penuh dengan masakan-masakan kesukaan Rissa dan Riko serta tak lupa jagoan baru di rumah itu.


Pak Hamdan kini diliputi haru, tak menyangka bahagia yang dirindukannya kini ada di depan mata. Iya dulu ketika ia mengetahui bahwa anaknya tengah hamil saat masih sekolah membuatnya tak bisa lagi menaruh harapan pada sang anak, apalagi saat ia tahu lelaki yang seharusnya bertanggung jawab malah pergi tanpa pamit di tambah kepergian Carissa saat itu menambah rasa sesak di dadanya.


Orang tua mana yang bisa menerima hal semacam itu, bayangin aja orang tua bekerja banting tulang demi menyekolahkan anaknya dan ingin anaknya melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi agar mudah untuk mendapatkan pekerjaan tapi yang di dapat ???


"Yah" panggilan sang istri menyadarkannya dari lamunan dan di balas dengan seulas senyum yang sudah pasti sang istri tau apa yang ada di pikirannya saat ini.


Carissa gadis belia yang menjelma menjadi seorang ibu yang tangguh yang masih mereka anggap gadis kecilnya mereka, Reno anak lelaki mereka yang dulu suka jahilin Carissa sampai terkadang membuat gaduh seisi rumah dan Yuka, manusia kecil yang di titipkan Tuhan untuk penyembuh dan penyemangat.


Kini setelah makan bersama itu selesai Carissa duduk termangu di gajebo dekat kolam ikan milik ayahnya itu sambil memberinya makan.


'Andai saat itu aku gak ngelakuin hal bodoh itu mungkin bukan seperti ini ceritanya, tapi andai punya kenyataan mau bagaimana pun semua gak bisa kembali lagi semua sudah takdir dan ini adalah jalan takdirku yang harus ku jalani'. Carissa


"Rissa" panggil sang Bunda sambil mengusap-usap pundaknya. "Sedang mikirin apa ?"


Hemm ia membuang nafas panjang seolah beban yang di pikul sangatlah berat. "Rissa gak mikirin apa-apa Bun".


"Bun, makasih ya udah nerima Rissa di sini, Rissa gak tau lagi mau ngomong apa sama Bunda, Rissa malu Bun tapi Rissa juga bahagia ".


"Kamu ini bicara apa, kamu ini anak bunda Rissa sudah semestinya Bunda begitu, sudah ya jangan di ingat-ingat lagi masa-masa itu, kita jalani saja sebagaimana mestinya, Tuhan punya rencana jauh lebih baik dari kita, Dia pengatur terbaik percayalah ".


Di sudut lain tampak sang Ayah mendekati mereka bersama Reno dan Yuka. "Carissa anak Ayah, selamanya akan tetap seperti itu gak ada yang berubah ".


Carissa berlalu memeluk Ayahnya di ikuti yang lain. "Ahh haruskah aku bersedih dengan nasibku jika mereka selalu buat aku nyaman begini, emang bener kata orang keluarga itu tempat terbaik untuk kita pulang ".Batin Rissa.


"Oke sekarang kita mulai lagi semuanya dari awal, janji untuk tidak lagi bahas yang lalu-lalu, apapun itu kita harus sama-sama seperti dulu". Ucap Reno memecah keharuan.