The Return of Love

The Return of Love
Yuka di bully



Suasana di lingkungan sekolah di mana Yuka berada sedikit berbeda hari ini. Pasalnya ada beberapa anak laki-laki yang melakukan bully pada Yuka.


Mereka melontarkan kata-kata yang tidak pantas pada Yuka dan memprovokasi anak-anak yang lain juga. Karena yang melakukan bullying ini adalah anak orang kaya dan berkuasa yang memang terkenal sering menindas anak-anak yang mereka anggap lemah, jadi sebagian dari korban-korban tidak ada yang berani mengadukan kepada guru maupun orang tua mereka.


Yuka yang saat itu di kelilingi oleh mereka sempat di tarik badannya bahkan badannya hampir saja terjatuh akibat di dorong.


Saat Mayang menjemputnya ia tak menaruh curiga dengan diamnya sang anak. Ia menganggap diamnya Yuka karena memang lelah dan ngantuk.


Sampai saat di rumah Yuka langsung tertidur sampai malam hari.


Carissa yang mulai merasakan tidak enak terhadap anaknya pun mencoba ngecek kondisinya.


Betapa terkejutnya ia melihat beberapa luka lebam pada bagian tangan anaknya di tambah lagi suhu badannya yang tinggi.


Menyadari Mamanya tau akan hal itu Yuka hanya bisa pasrah jika memang harus berterus-terang.


Mendengar penjelasan anaknya seketika Carissa murka. Tak sanggup melihat kondisi anaknya seperti itu, belum lagi mentalnya dan satu yang Carissa takutkan adalah penyakitnya yang baru dinyatakan sembuh.


Keesokan paginya ia datang menghadap kepala sekolah menanyakan prihal anaknya yang di bully oleh kakak kelasnya.


Mengetahui yang membully adalah anak orang kaya pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak selain meredam amarah seorang Carissa dan meminta maaf atas kelalaian mereka.


"Kami tidak bisa melakukan itu Bu, karena ini menyangkut reputasi sekolah juga". ucap kepala sekolah yang di dampingi guru kelas Yuka.


"Baik, kalau memang pihak sekolah tidak bisa mempertemukan saya dengan orang tua anak itu, biar saya langsung yang mendatangi mereka". ujar Carissa kesal pada kepala sekolah yang menutupi bahkan terkesan membela.


Carissa pergi dengan memendam sakit hatinya. Ia masuk ke dalam mobilnya tak lupa ia juga mengirimkan pesan pada Duta bahwa hari ini dia akan ke kantor sehabis makan siang.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Ibu dari anak tersebut menemuinya.


"Bukankah ini Mamanya Yuka anak pindahan dari kota B itu ?" ucap Vio ibu dari Deri yang membully Yuka.


"Benar sekali ibu Vio". sahut Carissa menahan emosinya.


"Kenapa melihat saya seperti itu ? terus terang saja, apa tujuan kedatangan anda kesini ?" tanya Vio dengan ketus.


"kenapa Deri mengatakan hal yang tidak sopan seperti itu ?. ucap Carissa.


"kenapa anda bicara begitu mereka hanyalah anak-anak". balas Vio.


"oh begitu rupanya ternyata Mamanya sendiri juga tidak bisa mengajari dan memberi contoh yang baik, apa anda tidak tahu akibat dari perbuatan anak anda itu ? bagaimana jika itu terjadi pada anak anda sendiri ?". Carissa balik tanya menahan gejolak emosinya.


"Tidak akan terjadi apapun padanya". balas Vio dengan angkuhnya.


"Baiklah akan aku tunjukkan bagaimana akibatnya dan aku bisa melakukan itu untukmu, ohh ya dan yang perlu anda tahu anak yang dibully oleh Deri itu adalah salah satu anak dari rekan bisnis suamimu apa anda mau sesuatu terjadi pada bisnis keluargamu ?". sergah Carissa.


"Hei bukankah kebenarannya memang anak itu tidak memiliki ayah dan anda juga belum menikah ? jangan mengada-ada. Jangan pernah menggertak, saya tidak takut ". balasnya sinis.


"Apa karena Deri mempunyai orang tua yang utuh lalu ia bebas mengatai orang lain seperti itu baiklah Anda tunggu apa yang akan saya lakukan setelah ini". sahut Carissa.


Carissa bergegas pergi dari hadapan wanita itu, sebelum ia menghilang dari balik pintu ia mengatakan padanya "Suruh anakmu minta maaf pada Yuka aku akan anggap ini selesai karena Yuka adalah anak yang pemaaf, Aku benci melihat anakku sakit karena anda tidak tahu dan merasakan beratnya menjadi Ibu tunggal tanpa campur tangan siapapun. Aku beri waktu 24 jam jika tidak suruh suamimu untuk bersiap-siap". Peringatan Carissa.


Lantas ia benar-benar pergi dari tempat itu. Sementara Vio sedikit merasa takut dengan ancaman Carissa jika itu memang benar tapi ia masih menganggap itu tidak mungkin dan gertakan Carissa saja.