
Hanya orang yang kuat yang sanggup merelakan cintanya untuk di miliki orang lain ahh bukan orang lain melainkan menyambungkan kembali cinta yang pernah ada dan terputus itu. Itulah kini yang akan di lakukan Mayang, meskipun dirinya harus menelan penolakan pahit.
"Terima kasih Carissa sudah meluangkan waktumu untuk datang ke sini ". ucap Mayang lembut melihat Carissa kini ada di sebelahnya.
Iya, dia sengaja meminta wanita itu untuk datang menemuinya di sini tadi malam saat habis bicara pada suaminya itu.
"May, Mama keluar dulu, kalian bicaralah ". Sarah keluar dari kamar itu meninggalkan dua wanita itu memberikan ruang keduanya untuk saling bicara.
"Apa aku merepotkan mu Riss ?". tanya Mayang.
"Tidak sama sekali, ahh ini aku membawakan mu cake kesukaan mu". jawab Carissa.
"Terima kasih ya". " Carissa apa kau sudah punya calon suami ? emm aku hanya ingin tahu maaf kalau pertanyaan ku buatmu tidak nyaman".
"Untuk calon suami mungkin belum, kami masih pendekatan saja". balasnya kikuk.
"Carissa boleh aku minta sesuatu padamu ?" tanya Mayang ragu-ragu.
"Apa saja May jika tidak terlalu merepotkan ku pasti ku berikan". balas Carissa dengan senyuman.
"Aku tidak tahu ini merepotkan kamu atau tidak, Carissa menikahlah dengan suamiku". ucap Mayang jelas pada Carissa.
Carissa tidak menyangka jika Mayang punya keinginan seperti itu terhadapnya. Mana ada seorang istri meminta wanita lain untuk menikah dengan suaminya.
"May, kamu ini bicara apa aku gak ngerti maksud kamu". elak Carissa.
"Rissa aku ingin kamu menjadi maduku, aku siap jika harus berbagi kasih dengan mu". balas Mayang.
"May, tidak ada seorangpun istri yang siap di madu, hilangkan keinginan aneh kamu itu". ujar Carissa.
"Tapi nyatanya aku siap jika kamu yang menjadi madunya". balas Mayang telak.
"Maaf May aku tidak bisa ". balas Carissa.
"Kenapa Rissa ? apa karena masih ada aku ? Rissa umurku di vonis tidak lama lagi". tanya Mayang.
"May, ada atau tidak adanya kamu aku jelas menolak untuk menikah dengan suamimu". jawab Carissa.
"Coba lihat aku Carissa". pintanya sambil menggenggam tangannya. "ku mohon Menikahlah dengan suamiku Duta Prasetyo lelaki yang pernah kau cintai dengan tulus".
Carissa terperanjat dengan ucapan wanita di depannya itu. Ia tak menyangka Mayang tau jika dia dan Duta pernah saling memiliki.
"May, please ku gak bisa untuk itu, mengertilah May". tolak Carissa lembut memegang tangannya.
"Kasi tau aku alasannya kenapa kamu gak bisa ?" ucap Mayang.
"Sebab aku ingin menikah dengan orang yang bisa menerima kekurangan ku tanpa harus melihat masa laluku, aku ini wanita yang banyak kurangnya May, maaf May aku gak bisa, masih banyak wanita sempurna yang bisa kamu minta untuk menikah dengan suami mu ". jelas Carissa.
"Tapi Riss ". protes Mayang, belum sempat ia melanjutkan ucapannya Carissa menyelanya. "May stop aku bilang aku enggak bisa, aku sudah memiliki orang yang akan jadi suamiku nanti".
"Aku bisa lihat kok kalau ini hanya alasan kamu saja, bukan karena kekurangan tapi karena restu Papa Bram kan Riss, aku tau itu Carissa dan aku akan membuatnya merestui kalian". ucap Mayang.
Pintu tiba-tiba terbuka menampilkan Bram dan Sarah yang masuk bersamaan. "Sampai kapan pun Papa tidak akan merestui mereka Carissa, kamu harusnya tidak menampakkan batang hidung mu lagi di sini, dari dulu kau hanya menjadi pengacau keluargku". sinis Bram.
"Pa, sudah Pa ". Bujuk Sarah
"Ma, Mama bisa lihat sendiri bagaimana wanita ini kan, sejak dulu dia hanya bisa buat orang-orang jadi berani sama kita". suara Bram mengintimidasi.
"Permisi". ucap Carissa langsung berdiri dan pergi dari tempat itu.
Ia menangis berjalan menyusuri lorong rumah sakit tanpa peduli tatapan orang terhadapnya. "Kenapa hidup ku selalu begini ya Tuhan, kenapa masih saja ada air mata setelah bertahun-tahun aku tersiksa ". isaknya dalam hati.
Ia berlari menuju parkiran sampai tak sengaja menabrak seseorang di depannya, tanpa melihat orang tersebut ia membungkukkan badannya dan meminta maaf lalu masuk ke dalam mobilnya.
"Carissa kau kah itu ?". lirih lelaki itu
___________
Saat ini Carissa berada di rumahnya, ia tak tau mau pergi kemana mengeluarkan segala sesak di dadanya ini, tak mungkin ia menemui orang tuanya sudah pasti mereka akan sangat marah dan kecewa karena ia masih mau menemui keluarga orang yang pernah menginjak harga dirinya itu.
Ia memilih kembali ke rumahnya dan meminta Reno untuk menjemput Yuka agar di bawa ke rumah sang Bunda, ia tak ingin anak itu tau wajah sembabnya karena terus menangis. Ia tau betul akan reaksi anaknya. Ia tidak akan berhenti bertanya kenapa ia bisa menangis sampai seperti itu dan dia tidak mungkin berbohong.
Sudah sejak siang ia mengurung dirinya di dalam kamar dan hari sudah beranjak malam tapi sesak itu sesekali masih bisa ia rasakan.
" Apa yang sudah berakhir akan tetap berakhir aku tidak berani berharap apalagi memikirkan untuk mencintai mu lagi setelah waktu itu aku terlalu takut". ucapnya pada diri sendiri.
"Baiklah, tetap semangat Carissa, kamu gak boleh lemah kamu kuat". Getaran handphone membuatnya mengalihkan pandangannya. "Reno" ucapnya.
"Halo Ren,, ahh iya sayang Mama masih di rumah ini mau jemput kamu, maaf ya Mama kemalaman jemputnya, tadi Mama ada urusan, ya sudah Mama jalan dulu ya".
Seharian ini ia terlalu banyak membuang waktunya, gak seharusnya dia berlebihan menanggapi semua ini toh yang ia jalani jauh lebih berat. Tapi wajar toh namanya juga manusia sah sah saja.
Selama di perjalanan kembali pulang Yuka mengamati wajah Mamanya yang ia rasa sedikit berbeda."Ma, are you oke Ma ?"
"Mama oke aja sayang, kenapa ?". ujar Carissa.
"Kayaknya Mama abis nangis Ya, Mama nangis kenapa ?" tebak Yuka.
"Habis nangis dari mana si sayang, Mama cuma capek aja kurang tidur deh kayaknya seharian ini kerjaan Mama banyak sekali, oiya Mama mau tanyak sama kamu kalau Mama kerja kantoran lagi kamu setuju gak ?" jawab Carissa bohong.
"Ma, Mama kan sudah punya cafe buat apa Mama kerja lagi, nanti Mama capek lo Ma". tanya Yuka.
"Sayang, cafe kan hanya sampingan aja buat nyalurin hobi Mama lagian kan ada Kak Cinta yang biasa ngehandle masalah cafe, kalau kerja kantoran Mama kan jadinya gak bosan kalau habis antar kamu sampai sore Mama gak ada kerjaan". jawab Carissa menjelaskan.
"Mama yakin, nanti Mama capek Ma, yuka gak mau ya kalau sampai Mama sakit ". imbuh Yuka lagi.
"Mama janji sayang Mama akan atur waktu Mama dengan baik, yang terpenting kamu izinin Mama balik kerja kantoran lagi kan ?" papar Carissa.
"Iya Ma apapun untuk Mama". jawab Yuka mengizinkan.
"Thank you sayang, Miss you so much". ucap Carissa sayang.
"Mama jangan lupa ya akhir pekan ini Mama ambil nilai Yuka, gak sabar Yuka Ma mau liburan ". ingatkan Yuka pada Carissa.
"Siap sayang, kamu mau ke mana liburan nanti biar Mama siap-siap dari sekarang ". tanya Carissa.
"Hemm nanti deh Ma Yuka belum kepikiran mau kemana nanti Yuka kasih tahu sama Mama tapi janji lo bener kita liburan bareng sama nenek kakek Om Reno kalau bisa sekalian Om Riko Ma, kan Om Riko udah janji mau ke sini lagi kan". jawab Yuka.
"Iya Mama janji, tapi kalau soal Om Riko nanti kamu sendiri aja yang ngomong kan janjinya sama kamu". jelas Carissa.
"Oke deh Ma, yee gak sabarnyaaaaaa mau liburannn". ucapnya girang menampakkan deretan gigi putihnya.