The Return of Love

The Return of Love
Sakit tapi tidak berdarah



Karena permintaan Yuka, Riko akhirnya menginap satu hari di sini. Lelaki itu tertahan oleh Yuka yang memaksanya untuk tinggal. Mau tak mau ia pun menurutinya.


Yuka sudah di anggap seperti anak olehnya, karena itu ia tak keberatan akan permintaannya itu selagi masih bisa ia lakukan.


Mereka kini sampai di rumah sang Bunda saat hari sudah gelap.


tok tok tok


Pintu terbuka menampakkan wajah sang Bunda yang teduh.


"Kamu datang kok malam-malam nak sama siapa ?". tanya Bunda kaget melihat Carissa datang malam-malam.


"Ia Bun habis dari jalan-jalan karena permintaan Yuka, Bun biar Yuka di letak kamar dulu ya." pandangan itu beralih pada sosok Riko yang menggendong Yuka dari dalam mobil.


"Malam Tante, maaf sudah mengganggu istirahatnya ". ucap Riko saat di hadapan Rahmah.


"Iya nggak papa, Rissa bawa Yuka ke kamar dulu". balas Rahma.


Setelah Riko masuk membawa Yuka ke kamarnya, Rissa menemui Bundanya.


"Bun, dia itu namanya Riko, orang yang bantu aku ketika dulu aku baru sampai di kota B, Maaf belum sempat cerita juga. karena dia aku dapat pekerjaan sekaligus dia atasan aku di kantor dulu bun, bahkan selama aku mengandung dialah yang selalu aku repotkan untuk pergi kemanapun dan lagi saat aku memutuskan pindah ke sini dialah yang mengantarkan kami". jelas Carissa.


"Baik sekali dia".


"Sangat Bun, dan kali ini aku mengajak dia ke sini untuk bermalam karena permintaan Yuka padanya, dia gak bisa nolak permintaan anak itu, apalagi besok akan ambil hasil ke rumah sakit dan dia menginginkan Riko untuk bersamanya harusnya si dia ke hotel tapi ku pikir karena lebih dekat ke rumah Bunda jadi aku mutusin untuk ke sini aja ". ucap Carissa.


"Tapi apa tidak merepotkan dia ?" ucap Sarah.


"Repot sudah pasti Bun tapi mau gimana lagi kalau Yuka yang memintanya pasti dia turuti jadi aku izin sama Bunda untuk dia menginap disini sampai besok dia kembali ". izin Carissa.


"Maaf ya Tante sudah merepotkan, tadinya mau tinggal di hotel aja cuma gak di izinin sama Yuka". Seru Riko yang baru saja keluar dari kamar.


"Tidak apa-apa nak Riko, yasudah karena sudah malam lebih baik kita langsung istirahat saja, besok kita lanjutkan, Carissa bawa nak Riko ke kamar Reno, kebetulan malam ini dia tidak pulang ". jawab Sarah.


"Baik Bunda, mari Ko aku antar". ajak Carissa.


__________


Selesai dengan sarapannya Riko berbincang dengan Pak Hamdan di teras samping sambil memperhatikan Yuka bermain dengan kelinci kepunyaan Reno.


Carissa sendiri kini berada di dapur menemani Bunda.


"Riss, Bunda boleh tanyak sesuatu sama kamu ?" dan di iyakan oleh Rissa.


"Kamu tidak ingin menikah ?, Maaf jika Bunda bertanya seperti ini sama kamu, Bunda merasa kamu butuh seorang suami sekaligus Ayah untuk Yuka". Tanya Bunda.


"Entahlah Bun, aku belum bisa membuka hatiku untuk menerima lelaki manapun". Jawab Carissa.


"Kamu enggak boleh egois, kamu juga berhak bahagia nak, menikahlah Bunda yakin kamu akan bahagia". yakin Bunda.


"Dengan siapa Bun, aku saja tidak ada dekat dengan lelaki manapun jadi bagaimana bisa". terang Carissa.


"Dengan Riko mungkin !". balas Bunda cepat.


"Bunda ini ihh ada aja, aku tu udah anggap dia sahabat aku Bun jadi aku gak bisa dan aku belum punya perasaan apapun sama dia". jawab Carissa.


"Nak, belum bukan berarti tidak akan terjadi kan, karena belum kamu coba, makannya kamu buka hati kamu buat orang lain, atau kamu masih memikirkan Duta ?" sergah Bunda.


Degh..


"Bunda, tolong jangan sebut nama itu lagi". pinta Carissa.


"Kenapa ? apa tebakan Bunda benar ?"


"Bukan begitu Bun, aku sudah susah payah tidak mengingatnya jadi Bunda jangan sebut nama itu lagi ya. pliss Bun".


"Ya sudah, tapi satu pertanyaan lagi Rissa, apa Yuka tau tentang siapa Ayahnya ?"


"Yuka sudah tau semuanya Bun, hanya saja wajahnya dan namanya yang dia tidak tau, selama ini aku berusaha menyembunyikan identitas ku dan Yuka dari siapapun walaupun nanti pada akhirnya seberapa kuat pun aku menyembunyikan keberadaan Yuka ada saatnya nanti keluarga Duta pasti akan mengetahuinya, karena tidak mungkin mereka tak mencari keberadaan kami karena aku sudah beberapa kali bertemu dengan keluarganya karena urusan pekerjaan dan lagi aku juga tau istrinya Duta kami sempat beberapa kali bertemu ". jelas Carissa.


"Kamu benar, mereka pasti akan mencari mu, Bunda tidak ingin sesuatu terjadi lagi denganmu cukup sudah kita berhubungan dengan mereka waktu dulu". ucap Bunda.


"Iya Bunda, Oiya sebentar lagi kami harus berangkat ke rumah sakit ya Bun sudah buat janji dengan dokter yang menangani Yuka ". beritahu Carissa.


"Kalian hati-hati di jalan, semoga ada keajaiban untuk cucu Bunda". doa Bunda.


"Aamiin Bun".


_______


Carissa dan dua lelaki yang seperti Ayah dan anak itu kini sudah berada di rumah sakit. Ketiganya berada di ruangan dokter. Hati Carissa deg degan menunggu apa yang akan di sampaikan dokter.


Hancur sekali hatinya saat ini, sakit tapi tak berdarah begitu lah apa yang dirasakan oleh carissa saat ini.


Penyakit yang di derita Yuka dengan cepat berkembang yang mengakibatkan Kanker itu tidak bisa di angkat. Tapi sejauh pantauan Yuka terlihat sehat tak seperti orang sakit. Sungguh kuat dan berat yang di rasakannya.


"Ma are you oke ?" tanya Yuka.


"Mama oke sayang, Mama tau kita bisa, Mama akan berjuang buat kamu kita bisa melewati semua ini, Mama tau kamu anak yang baik dan penuh semangat". jelas Carissa.


"Kalian berdua ini hebat, bolehkah jika Om ikut menyemangati kalian ?". jujur Riko.


"Tentu boleh Om". balas Yuka sambil memeluk Riko.


"Yuka, Habis ini Om harus balik ke kota B ya karena banyak sekali pekerjaan Om, nanti jika sudah tidak sibuk Om akan berkunjung ke sini lagi buat nemenin kamu,,,juga Mama". ucapnya sambil melirik ke arah Carissa.


Carissa yang melihat itu spontan tersenyum.


"Om Riko, kalau Yuka minta Om tinggal sama kita aja bagaimana ?" tanya yuka tiba-tiba.


Mendengar itu Carissa melebarkan matanya menatap anaknya yang punya permintaan seperti itu.


"Yukaa" ucap sang Mama.


"Hemm gimana ya Yuka, Om mau aja tinggal sama kamu dan juga Mama, tapi apa Mama Yuka mau menerima kalau Om tinggal bareng sama kalian ?" jawab Riko.


"Gimana Ma, bolehkan kalau Om Riko tinggal bareng sama kita, dari pada Om Riko bolak-balik kan kasian Om Riko pasti capek". tuntut Yuka.


"Sayang kamu ini ada-ada saja permintaannya, sebaiknya kita cari tempat makan dulu karena Mama sudah sangat lapar". elak Carissa.


'Maafin Mama Sayang, Mama belum bisa tapi Mama janji Mama akan mencobanya untuk kamu'. Suara hati Carissa.


'Carissa sampai kapan pun aku akan terus mencoba, aku tulus sama kamu dan juga Yuka semoga saja kamu bisa buka hati kamu buat aku'. suara hati Riko.


'Yuka mau mama ada yang jagain kalau nanti Yuka udah gak ada buat Mama, Om Riko baik pasti selalu ada buat Mama, cita-cita Yuka sudah terwujud Ma, meskipun Yuka belum lihat wajah Papa Yuka'. suara hati Yuka.