The Return of Love

The Return of Love
54



Minggu yang cerah, Carissa yang berkutat di dapur dengan semangat menyiapkan sarapan untuk mereka.


Carissa menyusun makanan itu di meja, ketika yang di tunggu turun Carissa segera menyambutnya dengan kecupan di pipi Yuka , tapi tidak dengan Duta. Ia sudah lebih dulu memindahkan makanan ke piring anaknya itu. Carissa hanya melihat Duta memandangi piringnya.


"Kenapa Daddy hanya melihat saja, kenapa Daddy tidak ikut makan ?". celetuk Yuka sambil melahap makanannya.


"Apa yang harus Daddy makan sayang, tidak ada apapun di piring Daddy, tidak ada yang memperhatikan Daddy, jadi Daddy cuma bisa liatin piringnya aja sampek Daddy kenyang". sahut Duta yang sepertinya menyindir Carissa yang hanya meletakkan makanan di piring Yuka.


Carissa yang mendengarnya pun sontak menahan tawanya, iya tak mengirah akan mendengar jawaban Duta yang terkesan ngambek itu.


Carissa lantas berdiri dari duduknya, "Daddy mau sarapan pake apa ? biar diambilkan tadi kelupaan soalnya". ujar Carissa ngeledek.


"Apa yang menurut mu baik aku makan aku pasti habiskan". jawab Duta santai.


Carissa menggelengkan kepalanya merasa lucu, Duta tak seperti biasanya tapi Carissa begitu senang melihatnya. Carissa meletakkan Posh pie dan beberapa potong buah.


"Kamu gak salah masukin potongan buah ke piring ?". tanya Duta dan Carissa hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Duta yang sudah lapar pun akhirnya melahap makanannya sedangkan Carissa sendiri hanya menahan tawanya.


Seharian mereka di rumah bahkan Duta menginap di sana karena anaknya itu ingin pergi sekolah di antar oleh kedua orang tuanya.


Saat ini mereka sudah keluar dari sekolah Yuka dan mereka langsung menuju kantor. Sampai di dekat kantor Carissa meminta Duta untuk menurunkannya tapi di tolak dengan tegas oleh Duta. Kini saat mobil sudah terparkir rapi Carissa bingung harus bagaimana agar karyawan yang lain tidak bertanya-tanya.


"Kalau kayak gini aku yang susah jadinya". keluh Carissa dan Duta hanya tersenyum.


"Lagian ya cepat ato lambat aku akan umumkan kalau kamu itu calon istri ku". sahut Duta.


"Tapi gak kayak gini Duta, aku belom siap".


"Terserah pokoknya sekarang turun, kalo gak mau turun biar aku yang angkat kamu keluar dari sini". ancam Duta.


"Gak ada ya kayak gitu lekas turun atau,,," Duta menggantung kata-katanya.


"Atau apa ?" sambar Carissa cepat.


"Aku ada pilihan". jawab Duta menaikkan alisnya sebelah. " Aku turun duluan dengan syarat cium di sini sini sama sini atau kita turun sama-sama no debat ?". ucap Duta sambil menunjuk pipi kanan pipi kiri dan juga bibirnya.


Carissa membulatkan matanya tidak percaya." itu bukan pilihan, nguntungin kamu rugi di aku, gak ya aku gak mau". sungut Carissa kesal mendengar pilihan Duta.


"Oh yaudah berarti kamu mau aku turun terus masuk bareng-bareng sama aku, oke gak masalah". sahut Duta


"Iss Duta tunggu, sebenarnya maksud kamu apa si bikin kesel terus ".


Duta tidak menjawab ia malah menghitung mundur. Di hitungan terakhir akhirnya Carissa menjatuhkan pilihannya.


"Oke oke aku kalah kali ini, tutup mata kamu, tapi inget ya aku ini terpaksa lo ngelakuinnya karena waktunya uda mepet keburu telat apsen".


Duta memejamkan matanya dengan cepat, ia sedikit menghadap Carissa biar wanita itu mudah melakukannya..Dengan cepat Carissa mengec*up pipi kanan dan kirinya, terakhir bibirnya. Saat itu Duta menekan tengkuknya menahan kepala Carissa agar lebih lama merasakan indra pencecapnya.


Awalnya Carissa menolak tapi lama kelamaan ******an itu memabukkannya. Ia memukul badan Duta kode ia kehabisan nafas.


"Katanya terpaksa tapi di bales juga, dasar ya perempuan, kalau kamu masih mau nanti kita lanjutin di rumah". ucap Duta merasa menang dan ia membuka pintu mobilnya, saat sudah mengeluarkan kakinya ia kembali menutup pintu dan melihat Carissa. "Oh ya lipstik kamu berantakan, kamu terlalu bersemangat pagi ini dan aku senang akan itu". ucap Duta langsung berjalan keluar.


Carissa yang menyadari itu langsung membuka kaca dan benar lipstiknya memang sedikit berantakan. Ia kesal tapi juga senang ahh wanita ini memang kadang-kadang sulit di mengerti. Ditanya mau apa tidak di jawab tidak eh sekali mau yang tidak-tidak.


Saat Duta sudah masuk ke dalam kantor ia pun dengan hati-hati keluar dari mobil milik Duta, matanya celingukan ke kanan dan kiri memastikan kondisi aman terkendali.


Di tempat lain di rumah milik orang tua Carissa. Bram dan juga Sarah pagi-pagi sudah bertandang ke rumahnya untuk meluruskan yang seharusnya mereka lakukan berpuluh tahun lalu sekaligus membicarakan masalah hubungan anak-anak mereka.