The Return of Love

The Return of Love
Daddy



Malam ini sepulang dari kantor Duta mendatangi kediaman Carissa untuk memastikan kondisi Yuka. Carissa dan Yuka yang pada saat itu sedang makan malam mengajak Duta untuk bergabung bersama di meja makan.


"Yuka maafin Om ya baru bisa menemui kamu sekarang". ucap Duta setelah selesai makan.


"nggak apa-apa Om yang penting Om udah mau ke sini nemuin Yuka". Jawab Yuka dengan senyumnya yang mulai terbit lagi.


"Ma bolehkan kalau Yuka panggil Om Duta Daddy ?".


Carissa tersedak mendengar ucapan anaknya barusan, ia melirik Duta yang saat itu juga menatapnya. Carissa memandang wajah sang anak yang sayu tak bersemangat merasa tak tega untuk menolaknya dan dia pun hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban.


Melihat Carissa membolehkannya spontan Yuka turun dari kursinya dan berjalan memeluk Duta.


"Daddy". lirih Yuka membenamkan wajahnya di dada Duta.


"Iya sayang ini Daddy". sahut Duta.


Malu bagi seorang Duta meneteskan air mata, tapi momen ini sungguh membuatnya terharu dan sekali menitikkan air matanya. Panggilan sederhana yang menembak tepat di ulu hatinya.


Sudah lama ia mendambakan buah hati, terlebih dulu saat mereka masih bersama ia selalu mengatakan jika nanti saat mereka menikah ia tak mau menunda untuk punya momongan.


Tak mampu mengucapkan apapun melihat kenyataan di depan matanya kini, Carissa hanya tahu ia tidak boleh egois demi kebahagiaan Yuka.


Jelas dilihatnya perubahan di wajah putranya, terlihat senang seolah Ia lupa bagaimana sakitnya dirundung itu sampai membuatnya seperti ini.


"Ternyata ada manfaatnya juga Yuka sakit ya Daddy ". bisik Yuka pada Duta dan keduanya tertawa sampai memuat Carissa curiga dan memicingkan matanya.


Setelah selesai makan malam, Carissa menemani Yuka tidur di kamarnya. Keduanya berpelukan seperti lama tidak pernah bertemu.


"Mama tau, Yuka bahagia sekali hari ini". ucap Yuka tersenyum.


" Mama tau itu sayang". balasnya.


"Ma makasih ya uda bolehin Daddy tidur di sini". ucap Yuka semangat.


Banyak sekali yang mereka ceritakan malam itu sampai akhirnya Yuka memejamkan matanya.


Ia beranjak pergi ketika melihat sang putra pulas tertidur, saat itu Duta juga membuka pintu hendak masuk ke kamar Yuka. Dengan ragu Carissa tetap melangkahkan kakinya keluar dengan Duta yang membuka pintu agar lebih lebar.


Namun dengan sekejap tubuhnya di tarik oleh Duta masuk ke dalam pelukannya. Kondisi seperti ini membuatnya berdebar-debar.


Duta mengecup kening Carissa sekilas tapi Carissa segera menjauhkan diri namun tidak bisa karena tubuhnya erat di peluk oleh Duta.


"Please lepasin Duta". Pinta Carissa.


Ia segera menutup pintu dan berjalan mendekati Yuka.


"Daddy Janji akan menjaga Mama seperti janji Daddy Yuka". Ucapnya lalu mencium keningnya.


Malam itu menjadi malam yang panjang bagi Duta, momen yang ia tunggu-tunggu untuk tidur bersama anaknya meskipun tanpa Carissa bersamanya.


Pagi-pagi sekali Carissa bangun berkutat di dapur menyiapkan sarapan untuk mereka. Ia memakai apron membuat cake kesukaan Yuka. Tak lupa ia juga memasak omelette sayur menu wajib Yuka setiap pagi.


Aroma harum masakan menusuk hidung Duta yang masih berada di kamar. Ia bangkit dari tidurnya keluar menuju kamar mandi. Ia tak lupa membangunkan Yuka dan membantunya bersiap memakai baju seragamnya.


kedua lelaki itu menuruni tangga, menarik perhatian Carissa.


"Carissa, selamat pagi". Sapa Duta.


"Selamat pagi Ma, harum masakan Mama selalu buat Yuka makan lebih banyak lagi".


"Pagi Duta, Pagi juga anak Mama, tentu sayang makannya Mama selalu masak banyak biar kamu ingat selalu masakan Mama". Sahut Yuka.


"Tapi pagi ini dan seterusnya Mama harus masak lebih banyak lagi".


"Kenapa ?". tanya Carissa


"Karena ada Daddy Ma". jawab Yuka santai.


Dua orang dewasa itu tidak banyak bicara, keduanya hanya lempar senyum saja saat mereka bersitatap.


Hari ini Duta dan juga Carissa mengantar Yuka kesekolah. Dan tentu mereka naik mobil yang sama. Dan semua ini terjadi atas permintaan Yuka yang tentunya tidak bisa di tolak oleh keduanya.


Sesampainya di sekolah Carissa turun dari mobil Duta dan membawa Yuka masuk ke sekolah.


"Daddy terimakasih ya, jangan lupakan janji kalian untuk jemput Yuka pulang nanti". ucap Yuka sebelum turun dari mobil milik Duta.


"oke my soon". Jawab Duta semangat.


Carissa kembali masuk ke dalam mobil dan Duta melajukan mobilnya ke jalanan.


"Carissa bisakah kita mampir ke apartemen ku, aku ingin mengganti pakaian ku ?".


"Duta, sebaiknya aku turun di depan, aku akan ke kantor naik taksi saja, aku tidak ingin karyawan yang lain berpikir yang tidak-tidak tentang kita dan lagi kau tidak perlu terburu-buru mengganti pakaian mu". ucap Carissa.


Sungguh bukan seperti ini yang Duta harapkan. Ia kira setelah semalam wanita itu akan berubah terhadapnya tapi tidak, semuanya pasti karena Yuka, hanya berlaku di depan anak mereka saja.