
Duta tersulut emosi tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia menahan kekesalannya. Wajahnya memerah dan rahangnya mengeras. Tangannya gatal ingin sekali menonjok wajah Reno.
"Kau tau Yuka adalah anakku kan ?". tanya Reno ingin menyadarkan dengan pertanyaan seperti itu.
"Tau, tapi kalian tidak menikah, siapapun berhak untuk mendekatinya". balas Reno memanasinya.
"Apa kau sengaja mengatakan itu ?".
"Sengaja ataupun tidak tidaklah penting, yang penting begitulah kenyataannya siapapun berhak mendekatinya karena diantara kalian tidak ada ikatan pernikahan, hanya karena adanya Yuka kalian bisa seperti ini kan". ucap Reno lagi.
"Kami akan menikah, tunggu saja waktunya tiba". balas Duta tak kalah.
"Coba saja, saya tunggu tapi jika tidak jangan pernah bangga dengan panggilan Daddy yang di sematkan Yuka padamu". sahut Duta lagi.
Duta mengumpat Reno dalam hati, berani-beraninya Reno menantangnya.
Melihat ketegangan di antara orang dewasa itu, Yuka memilih pergi ke dalam kamarnya.
Setelah makan malam Duta lagi-lagi di buat kesal lantaran Reno tidak segera pulang. Reno sekuat hati menahan dirinya untuk tetap menjadi cowok cool dan wibawa hari itu agar Duta kesal.
"Kalian ini kenapa ? dari tadi aku liat diam-diam aja, baru kenal juga tapi sudah perang dingin". ucap Carissa.
Tak ada yang menjawab keduanya hanya diam.
"Duta, Reno lebih baik kalian pulang sekarang, ini sudah malam, aku juga butuh istirahat begitu juga Yuka, kalau kalian tetap di sini Yuka akan lebih larut tidurnya karena asik main aja". ujar Carissa kesal.
"Malam ini aku tidur di sini". sela Reno menatap Duta yang tak percaya dengan ucapannya.
Duta membulatkan matanya melihat Reno.
"Aku juga akan menginap di sini ". balas Duta tak mau kalah.
Carissa membuang napas nya kasar. Dia lelah dengan tingkah dua orang dewasa yang seperti para bocil.
"hemm gak ada yang boleh menginap di sini jadi kalian pulang sekarang ". pungkas Carissa menatap keduanya.
"Enggak". jawab mereka kompak.
Carissa jengah ia memilih pergi membawa Yuka ke kamarnya menyisakan Reno dan Duta saja.
Keduanya diam menatap TV yang menyala. Sama-sama menunggu siapa yang akan bicara lebih dulu.
"Apa tujuanmu datang lagi ke kehidupan Carissa ?". ucap Reno.
"Dia cintaku, begitu juga Yuka aku akan kembali padanya". jawab Duta.
"Apa kau serius ? apa keluarga mu menerimanya ?". Tanya Reno lagi.
"Aku tidak tahu terlebih Papa ku, tapi satu hal, ia pasti akan menerima kehadiran Yuka ".
"Jika hanya Yuka yang di terima oleh keluarga mu, lalu gimana Carissa ? apa kau akan memisahkan anak dari Ibunya ?".
"Aku akan memperjuangkan Carissa apapun itu, aku tau dia melewati hari-hari yang berat sendirian aku ingin memperbaikinya ". sahut Duta.
"Baiklah aku harap kau serius dengan ucapan mu, cukup sekali kau mengecewakan kakak ku dan membiarkannya sendirian merawat keponakan ku".
"Kakak, keponakan ? maksudnya ?". tanya Duta bingung.
"Iya, dia kakak ku, kakak kandung ku". jawab Reno dengan senyum kemenangan.
"Astaga kau ini buat ku setengah mati menahan kesal dari tadi". ujar Duta merebahkan badannya di sofa.
"Aku harap kali ini kakak gak main-main dengan ucapan kakak, perjuangin dia seperti ucapan kakak tadi, aku juga gak tau bagaimana jika Ayah dan Bunda tau jika kalian kembali dekat, yang pasti dulu mereka sangat kehilangan anak gadisnya, kakak pahamkan maksud ku ? Mereka gak mau melihat anaknya kembali merasakan hal yang sama". jelas Reno lirih mengingat bagaimana sepinya rumah selepas kepergian Carissa. Hanya ada suasana dingin tidak ada kehangatan.
"Aku janji". sahut Duta.
" Oke aku akan tagih janji itu, tapi jika tidak aku akan berdiri paling depan untuk menghajar mu kak". ucapnya sambil menepuk lengan Duta.
Kini Duta bisa bernafas lega akhirnya dia bisa tidur nyenyak malam ini.
Ada yang tersenyum di anak tangga itu yang diam-diam mendengarkan percakapan antara Duta dan Reno. Entah mengapa hangat di rasakannya.
"Akankah secepat ini aku melupakan rasa sakit itu ?". ucap Carissa dalam hati. Ia kembali mengingat bagaimana ia menjalani hidup seorang diri di kota orang, menjauhkan diri dari keluarganya dan melepaskan masa mudanya demi membesarkan Yuka.
________
Pagi itu rumah Carissa penuh dengan tawa renyah dari para lelaki yang ada di situ. Mereka menyantap sarapan dengan santai.
"Ma, hari ini Yuka di antar Daddy ya, boleh kan Ma ?". bujuk Yuka.
"Hem sepertinya Mama sudah gak di butuhin lagi ya ". ucap Carissa lirih.
Semenjak ada Duta anak itu suka sekali merepotkan Duta.
"Ma, jangan bilang gitu, iya hari ini Yuka di antar sama Mama". sahut Yuka.
"Udah dong kak, sama anak sendiri juga masak cemburu gitu". ledek Reno.
"Apaan si Ren. Yuka siap-siap Mama ambil tas dulu di kamar, Reno kamu beresin ini". Ucap Carissa memerintah dan berlalu dari meja makan.
"Sabar kak, Kak Carissa hanya kesal aja, mungkin semenjak ada kakak Yuka jarang merepotkan kak Carissa, mungkin dia merasa kehilangan aja, karena selama ini dia selalu ada buat Yuka dalam keadaan apapun". terang Reno.