
Banyak cara untuk menghancurkan hati begitu juga sebaliknya akan ada lebih banyak cara lagi untuk membangkitkan hati yang pernah hancur.
Seseorang pernah datang menitipkan hatinya untuk di jaga dan berharap akan mendapatkan balasan yang sama atas apa yang sudah ia korbankan selama ini tapi sayang seseorang itu tidak pernah datang lagi untuk sekedar kembali untuk mengambil hatinya, sakit bukan menjaga tanpa mendapatkan apapun.
Hari berganti minggu dan minggu berganti dengan bulan. Tepat satu bulan setelah peristiwa penusukan itu kehidupan sejoli itu menjadi lebih bahagia, bagaimana tidak pasalnya seminggu yang lalu mereka melakukan acara pertunangan yang di gelar secara privat di hotel milik keluarga Prasetya dan besok merupakan acara puncak resepsi pernikahan Duta dan juga Carissa akan di gelar di tempat yang sama.
Duta mengenakan stelan jas berwarna navy, ia melihat dirinya sendiri di cermin panjang itu, ini bukan pernikahan pertama baginya tapi sukses membuatnya gugup. Walaupun ini adalah pernikahan ke dua baginya tak lantas membuatnya merasa baik-baik saja. Duta merasakan detak jantungnya berdegup kencang, ia masih tak menyangka akan menikahi wanita yang dulu sempat ia tinggalkan.
Duta terus tersenyum memandangi dirinya, ia masih membayangkan kebersamaannya bersama Carissa saat berlibur pasca pemulihan. Ya, Duta menagih janjinya soal dua permintaannya. Duta menggunakan kesempatan itu untuk mewujudkan apa yang menjadi impian wanita itu, Carissa sangat ingin pergi ke beberapa negara di bagian Benua Eropa untuk itulah ia memboyong Duta berlibur ke sana, etsss jangan lupakan Yuka yang memang harus ikut serta di perjalanan waktu itu.
Tak jauh berbeda dari Duta Carissa juga merasakan hal yang sama, ia di terpa gugup sampai membuatnya tidak percaya diri. Ini pernikahan pertama baginya meskipun Yuka sudah hadir di antara mereka. Carissa tetaplah wanita yang punya impian untuk melangsungkan pernikahan yang akan ia lakukan seumur hidup sekali.
Balutan gaun yang melekat di tubuhnya yang berwarna putih tulang itu sangat pas menampakkan lekuk tubuhnya. Carissa sendiri tak percaya jika ini benar-benar dirinya.
"Anak Bunda sangat cantik sekali". Puji Rahma saat memasuki ruangan di mana Carissa berada.
"Ayuk sekarang sudah waktunya Ayah sudah menunggumu di luar". Rahma membawa putrinya menuju tempat di mana acara berlangsung.
Demam panggung tak terelakkan lagi. Genggaman sang Ayah membuatnya merasa mengurangi rasa gugupnya.
Duta berdiri dari duduknya melihat kedatangan Carissa, matanya berkaca-kaca melihat wanita itu cantik berkali-kali lipat. Ia menerima uluran tangan Hamdan yang memberi tangan putrinya padanya lalu keduanya duduk di tempat yang sudah tersedia.
Saat acara sakral itu selesai kini senyum mengembang tak luntur dari keduanya bahkan seluruh keluarga yang hadir. Para tetamu undangan bergantian menaiki panggung untuk mengucapkan selamat berbahagia.
Kedatangan Riko di pernikahan ini mencuri atensi Carissa, ia begitu syok saat lelaki itu naik ke atas panggung, ia langsung memegang tangan suaminya seolah paham Duta pun menenangkannya. "Kamu tenang ya, aku yang undang dia ke sini percaya sama aku semuanya baik-baik saja". bisik Duta.
"Aku turut bahagia atas pernikahan kalian semoga kedepannya tak ada lagi yang menggangu kehidupan kalian, Carissa aku harap kau sudi untuk memaafkan aku, setelah ini aku dan Mama akan pindah ke luar negeri dan mungkin akan menetap di sana". Duta menepuk pundak Riko memberi semangat.
seminggu saat kepulangan Duta Riko dan juga Mamanya datang menemuinya tentu saja tanpa Carissa tahu, tujuannya tak lain adalah untuk meminta maaf kepadanya dan semua kesalahpahaman itu sudah usai tak ada lagi rasa sakit untuk membalaskan dendam. Jadi karena ketulusan permintaan maaf Riko itulah Duta mengundang lelaki itu untuk hadir di acara pernikahan mereka.
"Iya aku sudah memaafkan mu Ko, aku juga berterima kasih karena bagaimanapun kamu telah membantu ku saat aku terpuruk, semoga kau menemukan bahagia mu di sana bersama seseorang yang tepat". Balas Carissa.
Riko turun dari panggung itu menemui Salma yang menunggunya di bawah, Carissa tersenyum melihat wanita paruh baya yang sudah ia anggap seperti ibunya itu melambaikan tangannya dan tersenyum hangat padanya.
Semua larut dalam kebahagiaan tanpa terkecuali, malam itu menjadi malam bahagia bagi Carissa dan Duta tapi bukan akhir dari cerita mereka, karena ini merupakan awal bagi keduanya untuk membuat cerita baru setelah hari pernikahan mereka.
Selamat pengantin baru ya Duta dan juga Carissa, meskipun bukan lagi malam pertama wkwwk semoga Yuka lekas mendapatkan adik yang comel-comel. Untuk para jomblowers semoga bertemu dengan tulang rusuknya ya. ❤️