The Return of Love

The Return of Love
Nama Om Duta Prasetyo



Duta yakin jika itu memanglah anaknya, dia seperti menemukan harapan baru lagi, dia semakin yakin saat mengetahui Carissa belum menikah tapi sudah memiliki anak.


Duta akan menemui Carissa menanyakan kebenaran ini, ia mencari tau di mana wanita itu tinggal dan juga anaknya itu.


Sekali dia kehilangan Carissa dan kini dia tak ingin lagi itu terulang kembali.


_________


"jadi anak itu benar anaknya Duta Ma ?". Tanya Bram pada Sarah istrinya.


"ia Pa, yang artinya itu adalah cucu kita Pa". jawab Sarah singkat.


"Papa belum yakin Ma".


"Kenapa belum yakin Pa ?"


"Bisa saja itu anak dari laki-laki lain Ma".


"Pa, mereka pernah melakukannya Pa sebelum Duta pergi ke LN tak lama setelah itu bukannya Carissa menghilang ? dia juga belum menikah Pa, anaknya juga mirip sekali dengan Duta waktu kecil, kurang apa lagi, kalau Papa belum yakin juga kita bisa tes DNA Pa". ungkap Sarah pada suaminya.


"Pa, percaya sama Mama, dia cucu kita Mama yakin itu Pa, coba untuk sekali ini saja Papa turunkan ego Papa demi kebahagiaan Duta Pa, selama ini dia sudah menuruti apa kata kita, gak bisa sekali saja Papa mengalah mengikuti kemauan Duta, Mama tau Papa masih menaruh dendam dengan orang tuanya tapi jangan pernah libatkan mereka, semua sudah berlalu Pa, biarkan anak-anak kita bahagia. Berdamailah dengan keadaan Pa, apa Papa bisa bayangin gimana susahnya Carissa saat mengandung dan merawat cucu kita seorang diri, tanpa bantuan dari siapapun termasuk keluarganya Pa, jika Mama ada di posisi dia Mama pasti tidak sanggup". lanjut Sarah lagi.


Bram masih terdiam.


"Papa ingat permintaan Carissa sebelum dia pergi kan ? dia saja bisa menerima Carissa karena dia tau Carissa adalah perempuan yang baik untuk Duta. Mama harap Papa memikirkannya kembali, ingat Pa, demi kebahagiaan Duta hilangkan dendam Papa, Mama percaya Papa bisa". ujar istrinya lalu pergi meninggalkan lelaki itu yang diam saja.


Esok harinya Duta menemui Dion client nya sekaligus bos di perusahaan tempat Carissa bekerja, ia punya rencana lain untuk mendekati Carissa kembali.


Duta tiba di sekolah Yuka, ia masih berdiam diri mengamati Yuka yang tengah duduk menunggu Carissa menjemputnya.


Rasa bersalah itu tiba-tiba menyeruak masuk dalam hatinya. Andai dulu dia tidak melakukannya dengan Carissa semua tidak akan seperti ini. Carissa tidak akan menanggung semua sendiri. Ia rela menghabiskan masa mudanya dengan mengurus anak mereka.


Sungguh Duta sangat menyesal.


Ia turun dari mobil menghampiri Yuka.


"Haii" Dan Duta ingin sekali memeluknya tapi iya tak mau membuat anak itu kaget.


"Kenapa Om ada di mana-mana si". tanya Yuka cuek.


"Itu artinya Om dan Kamu memang ditakdirkan untuk berteman, Kamu nunggu jemputan Mama Carissa ya". ucap Duta.


"Om kenal dengan Mama Yuka ?" sahut Yuka.


" iya kenal sekali, kamu mau makan dulu sambil menunggu Mama mu datang ?" tawar Duta.


Sebelum mengambil hati Carissa kembali iya akan lebih dulu meluluhkan hati sang anak.


Keduanya berada di resto ayam crispy kesukaan Yuka.


"enggak papa, muka kamu persis seperti muka Om waktu kecil ". ucapnya sambil tersenyum.


"Apa iya, kita kan baru kenal om, kata Mama juga muka Yuka seperti mukanya Papa, tampan sekali, walaupun Yuka belum tau si muka Papa Yuka ". ucapnya sendu.


"Memangnya Papa Yuka kemana ?"


"Papa sama Mama pisah Om waktu Yuka masih di perut Mama kita tinggal di kota B. Mama juga jauh dari kakek nenek kami tinggal berdua aja, kalau Mama sibuk biasanya Yuka di temenin sama Om Riko "


"Om Riko itu siapanya Mama kamu ?"


"Temennya Mama yang selalu tolongin kita tapi sekarang Om Riko gak mau ketemu sama Yuka dulu katanya lagi sibuk"


"Kok kalian bisa pindah ke sini ?"


"Kalau itu Yuka gak tau Om, tapi Yuka seneng karena pindah ke sini Mama jadi baikan sama Kakek nenek ". ucapnya sambil terus mengunyah.


"Kayak lagi berantem ya mereka hihihi".


"Gak berantem Om, kata Mama dulu Mama udah buat kakek kecewa makannya Mama pergi".


"Kamu kok tau semua si, emang umur kamu berapa tahun seperti sudah paham saja ".


"Yuka kan tanya sama Mama, Mama cerita biar Yuka gak tanya-tanya terus, mungkin Mama bosan kalau Yuka tanya" jawab Yuka sambil tersenyum. "Umur yuka enam tahun Om".


'Tak salah lagi dia benar anakku, kamu kenapa gak kasih tau aku Carissa ? bagaimana kamu mengurus semuanya seorang diri '. batin Duta.


Carissa menuju tempat dimana Duta dan anaknya berada. Setelah menerima pesan dari Duta ia terperanjat kaget, buru-buru ia menyiapkan kerjaannya itu.


Carissa tidak terkejut darimana Duta tau nomor teleponnya, mudah baginya mendapatkannya.


"Sayang maaf Mama sangat terlambat ". ucap Carissa sambil duduk di sebelahnya.


"It's ok Ma Yuka di temani Om ini, ehh Yuka lupa nama Om siapa hihihi". tanya Yuka.


Mendengar sang anak bertanya namanya Carissa melirik Duta dan menyelanya.


"Sebaiknya kita langsung pulang sayang, nenek kakek dan Om Reno sudah menunggu kita di rumah". sela Carissa sebelum Duta memberi tahu namanya.


Keduanya berdiri meninggalkan Duta yang masih menatap mereka.


"Yuka, nama Om Duta Prasetyo". ucapnya sedikit kuat karena keduanya berada sedikit jauh.


Mendengar nama Duta, Yuka berhenti memandangnya seolah teringat ucapan Om nya. Carissa menariknya keluar dari tempat itu. Hari ini ia lalai menjemput Yuka yang akhirnya terjadi pertemuan antara Ayah dan Anak itu.


Carissa sadar betul jika Duta sudah mengetahui faktanya. Ia hanya belum bisa menerima keadaan seperti ini. Ia belum siap. Ia takut goyah. Ia kembali teringat permintaan terakhir Mayang padanya.