The Return of Love

The Return of Love
Istri pak Duta



Jam pulang sekolah tiba dan Yuka dengan senang hati menunggu kedatangan Duta dan juga Carissa.


Sementara dua orang dewasa itu masih dalam perjalanan dengan Carissa yang menaiki taksi.


Carissa sampai lebih dulu dan itu membuat senyum Yuka yang tadinya merekah jadi sedikit memudar.


"Mama kok sendirian Daddy ke mana ?". tanya Yuka mencari-cari.


"Daddy masih di jalan Sayang nanti Daddy akan menyusul jadi hari ini sedikit terlambat ". jawab Carissa sedih ia a tahu Yuka kecewa. "Semangat dong sayang kan nanti Daddy akan nyusul mungkin macet". timpal Carissa.


"Padahal tadi Yuka udah cerita ke temen-temen yuka kalau Yuka punya Daddy dan nanti Daddy akan jemput Yuka ". jelasnya dengan sedih.


Carissa hendak menjelaskan lagi tapi pertanyaan temannya membuat ia terdiam.


"Katanya Kamu dijemput Daddy mu ? ke mana Daddy mu itu ?". tanya teman Yuka.


"Yuka bohong ya Yuka nggak punya Daddy kan ?". timpal temannya yang lain.


Carissa membulatkan matanya tak percaya. dan Yuka sedih sekali mendengar pertanyaan temannya itu. Yuka di bilang pembohong.


"Kata siapa Yuka gak punya Daddy, ini Daddy nya Yuka ". sahut Duta yang datang tiba-tiba.


"Daddy ". ucap Yuka senang berlari memeluk Duta.


Kedatangan Duta menarik perhatian orang-orang yang berada di sana. Seolah menepis tuduhan yang mereka lontarkan pada Carissa.


"ini Daddy Yuka, Yuka nggak pernah bohong. Yuka memang punya Daddy ". ujar Yuka yang membuat temannya diam.


"ah mereka hanya anak-anak saja tolong mengertilah". ucap ibu dari anak tersebut yang merasa jadi tidak enak tapi terkesan takut melihat penampilan Duta.


"Apa anak anda mengerti gimana perasaan anak saya saat di tanya seperti itu ? lalu kalau saya tidak di sini apakah kalian masih tetap diam dan menceritakan keluarga saya ?". sergah Duta.


"Jangan urusin hidup orang urusin saja hidup keluarga anda sendiri". ucap Duta lagi dengan tatapan tajam.


Duta menggendong Yuka pandangannya menyapu keadaan sekelilingnya seperti memberi peringatan. Duta berjalan menuju mobilnya saat akan memasuki mobilnya panggilan seorang menghentikan langkahnya, ia membalikkan badan menghadap orang tersebut.


Hermawan berdiri di hadapan Duta dengan raut wajah hormat sekaligus takut. Di samping Hermawan berdiri Vio dan Deri anaknya, jelas sekali wajah takut dari ketiganya.


"Permisi Pak Duta bagaimana kabarnya". ucap Hermawan.


"Seperti yang Anda lihat". Balas Duta dingin.


"Begini Pak Duta apa bapak bisa meluangkan waktu saya ingin mengundang anda dan keluarga makan malam sebagai permintaan maaf saya dan keluarga terhadap anak istri anda". Jelas Hermawan langsung pada intinya.


"Permintaan maaf anda sudah terlambat, wanita saya sudah cukup baik memberi istri anda tenggang waktu bahkan lebih tapi tidak dimanfaatkan dengan baik". balas Duta.


"Maafkan kesalahan anak saya Pak Duta beri kesempatan saya sekali lagi". ucapnya memohon, ia sudah pasrah tinggal inilah jalan satu-satunya. Hermawan mengkode istrinya untuk ikut bicara.


"Bu Carissa maafkan atas ucapan saya kemarin saya tidak tahu jika anda istri Pak Duta". ucap Vio terpaksa.


Mendengar kata istri membuat Carissa salah tingkah.


"Daddy jangan marah-marah nanti mama bisa kesal". bisik Yuka. Yuka tau suasana di sekitar sangatlah canggung malah seperti lebih tegang karena Carissa yang diam tanpa kata, hanya melihatnya saja.


Carissa tidak mengatakan apapun ia memilih masuk ke dalam mobil. "Ya Tuhan kenapa perasaanku jadi begini". ucapnya lirih.


"Anda bisa lihat sendiri bagaimana sikap istri saya jadi saya rasa tidak perlu membahas ini lagi". sahut Duta. Setelah mengatakan itu ia langsung masuk ke dalam mobilnya tanpa memperdulikan tatapan orang-orang.


Mereka langsung menuju ke rumah Carissa. Suara Yuka memenuhi seluruh ruang mobil itu sepanjang jalan. Kedua lelaki itu terlihat asik bercerita. tapi tidak dengan Carissa yang lebih banyak diam dan sesekali menanggapi mereka hanya dengan senyuman ataupun ber oh ria saja.


Sungguh Carissa sedang berada di posisi yang sulit. Satu sisi ia senang melihat Yuka bahagia dengan kehadiran Duta Ayah kandungannya tapi di sisi lain hatinya takut merasa kecewa kembali.


Menerima kehadiran Duta kembali saja tidak ada dalam daftar hidupnya. Semua semata karena Yuka. Ia benar-benar memikirkan anak semata wayangnya itu.


Mereka sampai di kediaman Carissa. Carissa turun terlebih dahulu di susul Duta yang menggendong Yuka.


Carissa terperanjat kaget melihat Reno yang duduk di teras rumahnya. Ia belum menceritakan tentang Duta yang beberapa hari ini datang kerumahnya.


Reno berdiri menatap Duta yang juga sedang menatapnya. Duta melihat reno dengan tatapan tajam. Ia baru kali ini melihat Reno. Reno yang tampan dan terlihat seperti seorang pacar bagi Carissa pun membuat Duta merasa punya saingan. Dua lelaki dewasa itu entah memikirkan apa Carissa tak tau.


Yuka menyapa Reno dan turun dari gendongan Duta. Carissa yang berdiri di antara keduanya bingung mau menjelaskan apa. Pasalnya saat dulu saat Carissa dan Duta menjalin hubungan Duta tidak tau jika ia memperoleh adik laki-laki.


"Duta, kenalin ini Reno, dan Reno kenalin ini Duta" Ucap Carissa memperkenalkan keduanya.


Reno yang menyadari bahwa di depannya adalah Ayah dari keponakannya pun langsung merubah ekspresinya dari acuh menjadi ramah. Beda dengan apa yang di tunjukan Duta. Ia menganggap jika yang berada di depannya ini adalah teman dekat Carissa alias saingannya.


"Om Reno ini Daddy Yuka Om". Ujar Yuka menginterupsi.


"Iya Om tau itu, kamu senang sudah bertemu dengan Daddy mu ?". sahut Reno.


"Sangat Om, mission completed". ungkap Yuka senang.


Carissa membuka pintu dan menyuruh mereka masuk. Carissa berjalan ke dapur menyiapkan makan malam.


"Sering ke sini ?". Tanya Duta membuka percakapan.


Saat ini ketiganya berada di depan televisi sesekali memperhatikan Yuka yang bermain puzzle.


"Sering juga". jawab Reno.


Jawaban yang keluar dari mulut Reno membuat Duta merasa sedikit tidak suka.


"Apa anda ada hubungan khusus dengan Carissa ?". Sahut Duta.


"Hubungan kami sangatlah khusus dan tak ada yang bisa memisahkan kami sampai kapan pun termasuk anda". Balas Reno memancing Duta.


Reno yakin saat ini Duta tidak mengetahui jika ia adalah adiknya Carissa, untuk itulah ia berniat mengerjai Duta.


Reno sejujurnya kecewa dengan Duta, kecewa dengan ia yang tidak berusaha mencari kakaknya, kecewa karena menghancurkan masa muda kakaknya. Tapi melihat kakaknya yang tegar dan baik-baik saja ia pun juga harus belajar menerima Duta juga seperti kakaknya itu.