The Return of Love

The Return of Love
Di bagian mana aku menyusahkan



Jam makan siang telah selesai tapi Carissa belum juga sampai di tempat kerjanya. Duta yang penasaran pun melihat jam tangannya berkali-kali. "ke mana dia apa terjadi sesuatu padanya". cemas Duta.


Tak lama pintu pun diketuk dari luar menampakan sosok Carissa. "Maaf saya terlambat, ini berkas yang harus anda tanda tangani Pak Duta dan yang ini berkas yang anda minta untuk rapat besok pagi". Jelas Carissa tanpa memandang wajah khawatir Duta yang sedari tadi memikirkannya.


Duta tidak menjawab apapun apa yang dikatakan Carissa. Ia hanya fokus memperhatikan wajah Carissa yang tampak sedih tapi tetap terlihat cantik.


"Apa terjadi sesuatu Rissa ?". tanya Duta penasaran.


"Tidak terjadi apapun". Jawab Carissa singkat.


Duta tau Carissa bohong, tapi untuk membuatnya berkata jujur sulit Duta lakukan.


"Apa terjadi sesuatu pada Yuka ?". tebak Duta.


Seketika air mata yang tergenang yang berusaha ia tahan tumpah juga. Ia tak sanggup bila membayangkan bagaimana keadaan Yuka saat kejadian itu, bagaimana Yuka bertahan dengan tekanan seperti itu, ia berusaha mati-matian menjaganya tapi anak orang dengan seenak jidatnya meruntuhkannya dengan mudah.


Melihat Carissa yang menangisi Duta berdiri dari kursinya menghampiri Carissa, ia membawa Carissa duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"Kenapa malah menangis Riss ?".


" Selama ini aku memeluk lukaku sendiri tanpa bantuan siapapun untuk mengobatinya. Setiap masalah yang ada di hidupku ku selesaikan sendiri. Setiap aku kekurangan uang aku berusaha sendiri tanpa menengadahkan tangan ke siapapun. Aku sekalipun tak pernah mengusik kehidupan orang lain. Jadi di bagian mana aku menyusahkan atau merugikan mereka sampai mereka tega berkata seperti itu pada anakku ?" Ucap Carissa terisak mengungkapkan isi hatinya.


"Siapa yang kamu maksud Carissa ? Yuka di sakiti ? sama siapa ?". tanya Duta menggebu.


Carissa dengan berlinang air mata menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Seketika rahang Duta mengeras tangannya mengepal. Sekuat tenaga ia tahan.


Duta sudah jelas tidak bisa menerima semua ini apalagi menyangkut Yuka dan Carissa. Selama tujuh tahun ini ia tak tau bagaimana Carissa menjalani kehidupannya sampai setegar dan sekuat seperti sekarang dengan kakinya sendiri tapi dengan mudahnya orang lain membuat orang yang ia sayangi di hancurkan perasaan dan mentalnya.


"Jangan lakukan itu dulu pada mereka, aku ingin melihat bagaimana mereka mengatasi ini sampai besok pagi". ucap Carissa.


"Jadi dengan siapa dia di rumah ?". tanya Duta saat Carissa sudah mulai tenang.


"Dengan Reno".


"Baiklah setelah ini kamu pulang saja, aku bisa mengurus pekerjaan ini sendiri yang penting kamu temani Yuka saat seperti sekarang". titahnya pada Carissa.


Untuk kali ini Carissa menurut tak menolak permintaan Duta.


Sore itu Carissa pulang lebih awal sesuai permintaan Duta. Ia mendapati Reno dan Yuka berada di depan TV. Yuka terlihat diam saja meskipun Reno sudah bertingkah konyol di depannya.


"Maafkan Mama sayang, Mama kira kamu dikelilingi teman-teman yang baik di sekolah itu tapi ternyata Mama salah, setelah ini Mama janji akan cari sekolah yang buat kamu nyaman tanpa ada tekanan, meskipun kamu harus menyesuaikan diri lagi ". batin Carissa.


"Kak Carissa", panggil Reno " kok jam segini sudah pulang ?". tanyanya.


"Kakak izin pulang lebih cepat Ren kakak nggak tenang ninggalin dia di rumah walaupun ada kamu makasih ya ". jawab Carissa.


"Santai aja Kak, oh iya lo yakin nggak mau kasih tahu kondisi Yuka sama bunda dan ayah ?". sahut Reno.


"Yakin Ren, nanti mereka malah kepikiran, aku masih bisa nanganin ini sendiri kok. Sudah sore pulanglah biar nggak kemalaman sampai di rumah". Balas Carissa melirik ke arah Yuka berada.


"Ya udah kalau ada apa-apa lo kabari aku ya kak ".


"Iya, hati-hati".


"Yuka, Om Reno pulang dulu ya, besok kalo Om ada jam kosong Om main ke sini temenin kamu lagi, cepet sembuh ya entar kalo dah sembuh Om ajak kamu jalan-jalan ". hibur Reno.


"Iya Om, terimakasih ya Om". jawab Yuka.