The Return of Love

The Return of Love
Menebus semuanya



Orang lama memang tetap jadi pemenangnya begitulah kata orang-orang yang belum bisa move on dari masa lalu. hihihi


Setelah beberapa purnama Riko akan datang ke kota A untuk menemui Yuka ahh mungkin lebih tepatnya ia ingin menemui Carissa.


Seminggu ini ia harus kerja lembur untuk menuntaskan pekerjaannya agar bisa datang kesini walaupun hanya dua hari.


Tiba di rumah Carissa, Yuka selalu nempel sama Riko bak perangko. Yuka bahkan tak henti-hentinya mengajak Riko bermain dan menceritakan pengalamannya selama pindah ke sini.


"Om, tau tidak kalau ternyata di sini jauh lebih enak loh om, apalagi disini ada nenek, kakek om Reno dan temennya Mama yang namanya emm". Ia berfikir sambil memegang kepalanya " Maa siapa nama temen Mama itu Yuka lupa " tanyanya pada sang Mama.


"Tante Tere sayang" jawab Carissa sambil mencubit pipinya.


"Om tau sekarang Mama juga punya hobi baru loh om".


"Ohh ya apa itu coba kasih tau Om".


"Mama suka sekali cubit pipi Yuka semenjak di sini". aduhnya sambil memegang kedua pipinya.


Betul apa kata Yuka, semenjak pindah ke sini Rissa hobi mencubit pipinya. Siapa yang tak tahan untuk tidak mencubit pipinya yang terlihat gemoyyy itu.


"Baiklah baiklah Mama minta maaf, sekarang waktunya kita makan dulu karena sudah siang, bukannya selesai ini kita akan pergi ke cafe ?". ingatkannya kepada kedua lelaki itu.


Layaknya keluarga mereka makan sambil bertukar cerita.


'Mungkin jika ada sosok seorang Papa kamu akan lebih bahagia lagi sayang, apa aku harus menerima ajakan menikah dari Riko ? tapi aku tidak punya perasaan lebih padanya, sabar Yuka jika masih ada jodoh untuk Mama, Mama pasti akan menikah agar kamu tidak lagi jadi bahan bully an teman-teman kamu' Carissa


Rissa pernah mendengar pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan teman-teman padanya seperti, Papa Yuka di mana ? Yuka kok di jemput Mamanya aja ? Bahkan ada juga temennya yang mengejek bahwasannya Yuka gak punya Papa. Walaupun ia mendengarnya secara langsung tapi ia melihat Yuka yang tidak menjawab sama sekali pertanyaan-pertanyaan itu membuatnya terenyuh dan sedikit nyeri di dadanya.


Bahkan Yuka enggak pernah mengeluh tentang hal itu padanya. Padahal anak seusianya jika ada masalah di sekolah pasti sudah mengaduh.


Saat mereka masuk ke dalam cafe milik Carissa pandangan karyawan tertuju pada sosok lelaki di belakang Carissa yang menggendong Yuka.


Mereka menduga mungkin saja itu calon suami Carissa yang tidak lain adalah Papa untuk Yuka. Serasi memang keduanya, yang satu cantik dan yang satu lagi tampan.


"Ko, kamu sama Yuka tunggu di dalam aja ya, Yuka bisa kan tunjukin jalanya sama Om Riko ?" dan di jawab anggukan oleh Yuka yang masih sama betah berada dalam gendongannya.


Sementara itu ia pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk Riko dan Yuka.


Saat tengah menyiapkan makanan, datang seorang karyawan yang memberi tahu jika ada seorang yang mencarinya. Ia pun berlalu ke depan mencari orang tersebut dan mendapati Mayang yang tengah berdiri sambil melambaikan tangannya.


"Maaf ya aku ganggu waktu kamu gak ?"


"Enggak kok May, ada apa memangnya ?".


"Gak ada si pengen ngobrol aja, tapi beneran gak papa kan ?"


"Iya beneran".


Di tengah-tengah obrolan itu Yuka datang menghampirinya.


"Ma, katanya cuma sebentar tapi sepertinya lama sekali ". keluh Yuka.


"Maaf ya sayang, ada teman Mama jadi Mama temenin dulu, makanannya sudah di anter kan tadi ?" dan lagi-lagi hanya anggukan yang di dapatkan.


"Ahh iya May, ini anakku namanya Yuka".


Keduanya melempar senyum dan bersalaman dengan Yuka mencium tangan Mayang.


"Maaf ya sayang, Tante pinjam Mamanya dulu, abisnya Tante gak punya temen jadi Mama kamu deh yang nemenin Tante". ucap Mayang sambil mengusap kepala Yuka.


"Gak papa kok Tante".


Yuka kembali pada mode koala nya pada Riko yang membuat Mayang menduga jika itu adalah suaminya.


"ahh kamu lagi ada tamunya, aku bawa Yuka masuk lagi ya Riss".


Setelah kepergian Riko.


"Itu suami kamu ".


"ohh itu, dia bukan suamiku, hanya teman saat dulu masih bekerja di kantor, namanya Riko".


"Alhamdulillah " ucap Mayang nyaris tak terdengar.


"Kalau boleh tau suami kamu dimana ?" tanya Mayang yang sukses membuat Carissa kikuk.


"Emm itu, kami sudah lama gak bersama". " ohh ya kamu mau nambah cake tidak ? kebetulan aku ada menu baru " tawarnya canggung.


"Wahh kamu ini ada saja yang buat aku penasaran, boleh deh kalau kamu gak keberatan ".


"Enggak sama sekali, sebentar ya aku ambilkan ".


'Carissa maaf jika aku harus memulainya, aku hanya ingin menebus semuanya meskipun akan terasa sulit nantinya, dan lelaki yang bernama Riko itu, aku bisa liat jika dia ada hati denganmu Carissa, kamu memang baik dan beruntung sekali di kelilingi orang-orang yang sayang dan cinta sama kamu dengan tulus, tapi bagaimana dengan anaknya itu' Mayang.


________


Setelah seharian bersama kini Riko harus kembali ke kota B. Tidak mungkin dia bermalam di sana.


"Aku letakan Yuka di kamar dulu ya Riss".


Setelah itu keduanya berada di dapur sekedar untuk basa basi.


"Jadi gimana kondisi mu di sini ?"


"Baik-baik aja kayak yang kamu lihat, hanya saja mungkin Yuka yang aku khawatirkan".


"kenapa dia ?"


"Dia selalu saja di todong oleh teman-temannya dengan pertanyaan tentang Papanya. Dia gak ada ngeluh apapun kamu tau sendiri dia anaknya bagaimana kan, cuma aku khawatir sama mental dia aja, ku pikir apa memang sudah saatnya aku harus menikah ?"


Mendengar kata menikah seolah memberi angin segar padanya.


"Riss, Yuka itu tetaplah anak pada umumnya, dia juga membutuhkan sosok Ayah untuk mengisi kekosongan yang selama ini tidak ia dapatkan, aku tau kamu memberikan segalanya buat dia, tapi figur seorang Ayah di seusianya ini sangatlah penting".


"itu yang selama ini aku pikirkan Rik, setelah kondisi keluarga ku baik, aku kepikiran untuk..."Menikah ".


"Sudah saatnya kamu buka hati kamu Riss, kamu juga berhak bahagia terlepas dari apapun".


"Riss jika boleh biar aku yang jadi Papa buat Yuka".


"Haa".


"Iya, aku jadi Papanya Yuka. Berkali-kali sudah aku bilang sama kamu kan, dan aku siap menerima kamu apa adanya meskipun kamu belum bisa menerima ku di hatimu".


"Kamu ini ihh ada saja"


"Aku serius Riss, aku siap jadi suami kamu dan juga Papa buat yuka".


Dan obrolan itu semakin menemui jalan buntu karena memang Carissa belum bisa menerima Riko sebagai suaminya.