The Return of Love

The Return of Love
Boleh peluk gak ?



"Morning Ma Daddy". seru Yuka ketika masuk ke dalam kamar Duta.


Keduanya membuka mata saat mendengar teriakan anaknya. Mata Carissa mengerjap saat menyadari semalaman ia tidur di pelukan Duta.


"Morning sayang". jawab Carissa kikuk beda dengan Duta yang terlihat santai. "Morning anak Daddy apa tidurmu nyenyak sayang ". tanya Duta.


"Sangat Daddy, tapi perut Yuka sudah lapar, bisakah kita sarapan dulu". ucap Yuka.


"Astaga maafkan Mama sayang Mama kesiangan bangunnya, baiklah Mama akan siapkan, kamu mandilah dulu". jawab Carissa lalu pergi ke kamar mandi membersihkan badannya.


Carissa berada di dapurnya Duta yang minimalis. "Dia benar-benar menyiapkan semuanya". ucapnya lirih melihat persediaan bahan masakan di kulkas.


Ia memasak menu sarapan favorit Yuka omelette sayur dan kali ini ia juga memasak makanan kesukaan Duta Posh pie. Dulu saat masih sekolah Duta pernah mengatakan jika ini adalah makanan kesukaan yang di buat oleh Mamanya.


Duta dan Yuka sampai di depan meja makan, mereka memandangi apa yang ada di atas meja. Matanya melebar mendapati makanan kesukaannya tersaji di situ. Ia jadi teringat dulu saat pertama kali ia membawakan makanan itu untuk Carissa dan Carissa mengatakan akan belajar membuat makanan itu untuknya. Dan setelah beberapa tahun berlalu wanita itu sungguh melakukannya.


"Ma, bukannya Mama tidak akan memasak masakan ini lagi ? kenapa hari ini Mama membuatnya ?" tanya Yuka menunjuk makanan Posh pie yang ada di depannya.


Duta menunggu jawaban Carissa tapi nihil, wanita itu berlalu ke dalam kamarnya berganti pakaian tak mungkin iya menjawab jujur di depan orangnya.


" Memangnya ada apa dengan makanan ini sayang ?". tanya Duta penasaran.


" Dulu waktu masih tinggal di kota B Mama pernah membuatnya berkali-kali sampai rasanya jadi enak sekali Daddy tapi setelah jadi dan memakannya Mama bilang ia tak akan pernah membuatnya lagi sampai kapan pun Dad, karena makanan ini mengingatkan Mama sama temennya yang entah di mana". jelas Yuka.


" Kamu selalu ingat apa yang aku sukai Riss meskipun aku udah buat kamu kecewa aku janji gak akan ngecewain kamu". lirihnya.


Selesai sarapan mereka menonton film di rumah. Sengaja tidak keluar agar menghabiskan waktu bersama lebih lama.


Bel apartemen berbunyi, Duta bangkit dari duduknya dan membuka pintu.


"Mama". ucap Duta.


Sarah hanya menaikkan alisnya dan langsung masuk ke dalam meninggalkan Duta dengan kekagetannya.


"Halo sayang, apa kabar?". tanya Sarah pada Yuka yang duduk si karpet depan televisi sementara Carissa yang duduk di sofa merasa terkejut dan salah tingkah dengan kedatangan Sarah.


"Baik,,,emm


"Baik Oma".


Carissa tidak percaya dengan ucapan Sarah, apakah ini artinya mereka menerima kehadiran Dia dan juga Yuka ? Carissa bertanya-tanya dalam hati.


"Emm Tante apa kabarnya ?". sapa Carissa yang terlihat malu.


"Tante baik Rissa, panggil Mama dong sama kayak Duta". sahut Sarah. " Kamu jangan terkejut Mama sudah tahu tentang kalian, Duta yang cerita sama Mama minggu lalu waktu dia pulang ke rumah". jelas Sarah.


"Emm maaf Tan, tapi semua ini hanya salah paham saja. Tante jangan mikir yang jauh-jauh ya semua ini hanya demi Yuka". ucap Carissa melihat Sarah dan juga Duta bergantian.


"Yuka, bisakah kita main di kamar dulu biar Daddy temani". ucap Duta membaca situasi.


Kini tinggallah Carissa dan Sarah yang berada di tempat itu.


"Mama tau kamu belum bisa menerimanya lagi di hidupmu, kamu berhak untuk menolaknya tapi satu yang ingin Mama tanyakan, apa hatimu juga menolaknya ? kita tidak bisa terus-terusan membohongi diri kita Carissa".


"Tan, sejak hari itu aku sudah berjanji untuk tidak kembali lagi padanya apapun yang terjadi". jawab Carissa tenang. " semua yang terjadi saat ini hanya karena Yuka saja, Tante benar aku gak boleh egois makannya saya mau melakukan ini dengan sadar karena kebahagiaan Yuka itulah kebahagiaan saya juga". jelas Carissa.


"Lalu hatimu ? apa dia merasa bahagia saat kalian bersama lagi ? Tante bisa lihat masih ada cinta untuk Duta di mata kamu, kamu tidak mungkin sejauh ini jika hatimu tidak ikut andil". "Carissa Mama merestui jika kalian kembali bersama dan Mama juga sudah bicarakan ini dengan Papanya Duta". jelas Sarah.


"Apa Tan ? Tante gak usah becanda deh, mana mungkin Om Bram mau menerima saya, saya ingat betul apa yang ia katakan dulu".


" Masalah yang besar bisa kita kecilkan Carissa asal kita bicarakan ini dengan kepala dingin tidak dengan emosi, Mama mungkin akan melakukan hal sama kayak kamu jika Mama ada di posisi kamu bahkan mungkin Mama gak bisa bertahan lama atau bahkan menikah dengan orang yang suka dengan Mama sebagai jalan ninjanya". ucap Sarah dengan gurauan.


"Tante Rissa boleh peluk gak". ucap Carissa berkaca-kaca.


"Boleh dong sayang". sahut Sarah meraih Carissa. "Carissa percayalah Om Bram saat ini mungkin belum sepenuhnya menerima kamu tapi Mama yakin pasti dia akan menerima kamu, dia hanya belum bisa melupakan masa lalunya".


"Sejujurnya Carissa juga belum cerita ini sama Ayah dan Bunda Tan". ujar Carissa.


"Yasudah kamu dan Duta harus sabar dan saling menguatkan". jelas Sarah menguatkan.


Hari itu menjadi hari berkesan bagi Carissa karena Mama Sarah dengan tangan terbuka menerimanya.