
Hari ini Yuka mulai kembali lagi bersekolah, kembali beradaptasi dengan lingkungannya yang baru.
"Yuka, Mama hanya ingin kamu mengerti satu hal, jika nanti ada yang bertanya tentang kamu dan Mama jangan pernah memberikan informasi apapun ya sayang, Mama memilih kembali lagi ke sini karena suatu hal dan Mama lakuin semua ini untuk kebaikan kita dan hanya Om Riko yang tau tentang kita". ujar Carissa memberi tahu.
"Baik Ma".
"Nanti Mama akan jemput kamu, jadi tunggu di dalam lingkungan sekolah saja ya jika ada apa-apa kamu minta tolong Bu Guru untuk menghubungi Mama". ucapnya lagi.
"Ok Ma".
Setelah mengantar Yuka ke sekolah barunya, Carissa pergi ke rumah salah satu teman baiknya, dia berharap Tere masih tinggal di tempatnya yang dulu karena memang dia belum memberi tahu akan kedatangannya dan dialah satu-satunya orang yang ia percaya untuk saat ini.
Setengah jam untuk bisa sampai ke rumah Tere. Setelah melihat-lihat sekitar dia pun keluar dari mobilnya dan bertanya pada ibu-ibu yang sedang menyiram tanaman di sebelah rumah Tere.
"Maaf bu mau tanya, rumah Tere yang mana ya ?". tanya Carissa dengan memakai masker miliknya.
"Ini yang ini, cuma kalau jam segini Tere gak ada, biasanya dia pulang sore mba ". jawab sang ibu.
"O begitu ya bu".
"Langsung hubungi dia aja mba kalau ada urusan penting".
"Kebetulan Handphone saya hilang jadi belum bisa kasih kabar, kalau begitu terima kasih ya bu ". ucapnya.
"Iya mba sama-sama".
________
Di kota B, Duta yang mendadak datang ke kantor pun membuat para karyawan dan manager kalang kabut pasalnya mereka menganggap inspeksi mendadak ini sebagai salah satu adanya kesalahan di sini.
Mereka tidak tahu saja jika kedatangannya ke tempat itu ingin menemui seseorang.
Saat berada di ruang Presdir ia memanggil HRD dan juga Riko selaku yang bertanggung jawab di perusahaan tersebut.
"Nona Carissa sudah resign seminggu yang lalu Pak". Ucap staf HRD.
"Lalu Pak Riko selaku atasan sekaligus teman tau di mana dia sekarang ?". tanya Duta.
"Benar sekali dugaan Carissa, cepat atau lambat mereka pasti akan mencarinya, tidak salah memang keputusannya resign lebih awal". ucapnya dalam hati.
"Dia hanya mengatakan ingin resign saja karena memang dia sempat mengatakan jika ada tawaran pekerjaan lain yang lebih besar dari gajinya di sini ". jawabnya.
Mendengar itu tentu saja ia tidak menerimanya mentah-mentah. Ia langsung bergegas menuju ke rumah Carissa yang dulu.
Sesampainya di sana ia menyuruh anak buahnya untuk memastikan terlebih dahulu bahwa Carissa ada di dalam.
"Maaf bos ternyata Nona Carissa sudah pindah dari tempat ini semingu yang lalu ". ucap anak buahnya setelah kembali dari rumah itu.
"Periksa keamanan sekarang sekitar seminggu yang lalu". pinta Duta.
"Baik bos ".
"Apa ini semua memang sudah kamu rencanakan Riss, tapi untuk apa ? kenapa kamu menghindar ? apa ada sesuatu yang kamu tutupi sampai-sampai kamu pergi lagi ?". Ungkapnya dalam hati.
"Maaf bos sepertinya cctv di sekitar rumah Nona Carissa rusak sudah dua mingguan ". jelas salah satu anak buahnya.
"ohh shittt, ada saja masalah saat saat seperti ini, cek semua penerbangan seminggu terakhir dan hotel-hotel yang ada jangan sampai ada yang terlewat dan juga lacak nomor telfonnya ". ucap Duta frustasi.
"Untuk nomor telepon Nona Carissa sudah tidak terlacak bos sepertinya dia sudah menggantinya". jawab anak buahnya.
"Baik, Saya segera kesana ". tutup Duta.
Setelah panggilan itu terputus ia menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan penerbangannya untuk segera pulang ke Kota A.
Setelah sampai di Kota A Duta langsung menuju Rumah Sakit.
"Gimana Ma keadaan Mayang ?". tanya Duta saat sampai.
Ya, Istrinya lah yang membuat Duta segera pulang karena kondisi Mayang yang tiba-tiba saja drop.
"Dia tidak kenapa-kenapa Duta, tapi tadi Dokter Win sudah memeriksanya jadi kita tinggal menunggu hasilnya". ucap Sarah memberi tahu.
"Ma, kenapa Dia bisa pingsan Ma ?" tanya Duta.
"Selepas kamu pergi pagi tadi, dia gak ada keluar kamar dan saat Mama tanya dia cuma bilang kalau dia tidak enak badan dan pusing, saat sore Mama ketuk pintu dan dia membukanya tiba-tiba saja dia pingsan makannya Mama langsung bawa dia ke Rumah Sakit ". terang Mamanya.
"Permisi Tuan dan Nyonya, Dokter Win meminta anda untuk menemuinya di ruangan " ucap salah seorang suster.
Saat Di ruangan Dokter Win mengatakan jika Mayang terkena kanker rahim stadium akhir hal ini sudah berlangsung sejak satu tahun terakhir.
Untuk segala pengobatan akan segera di lakukan paling tidak untuk mengurangi rasa sakitnya karena kemungkinan sembuh sangatlah tidak mungkin. Jadi kedepannya Mayang harus menjalani kemoterapi dan meminum obat-obatan.
Duta yang mendengar penjelasan Dokter pun syok karena selama ini Mayang tidak pernah cerita apalagi mengeluh tentang sakitnya.
Setelah kembali lagi ke ruangan sang istri terlihat sudah sadar, melihat itu ia pun menghampirinya dan mencium keningnya.
"Maafkan aku Yang uda buat kamu dan Mama khawatir". ucap Mayang.
"Tidak sayang kamu istirahat saja, kamu ingin makan sesuatu ?" Tanya sang mertua.
"Enggak Ma, aku cuma ingin tidur lagi saja". ucap Mayang.
"Ya sudah kamu istirahatlah biar Duta yang menjaga kamu, Mama akan pulang terlebih dahulu". balas sang Mertua.
Setelah kepergian Mamanya Duta kini Papanya Mayang lah yang datang seorang diri karena istrinya telah meninggal setahun yang lalu.
Melihat anaknya terbaring lemah hati seorang Ayah yang mana yang sanggup melihatnya apalagi umurnya yang di vonis tak panjang bisa jadi anaknya lebih dulu pergi darinya.
"Apa Mayang sudah tau jika dia sakit Kanker ?". Tanya Alex.
"Duta tidak tahu pasti Pa, tunggu keadaannya stabil baru Duta akan beritahu". jawab Duta menggelengkan kepalanya.
"Kita harus bawa dia ke Luar Negeri Papa tidak ingin kehilangannya lebih cepat Duta". ucap Alex Papa Mayang.
Tumpah sudah air mata Papanya Mayang mengatakan hal itu. Tapi mau di bawa kemanapun sakitnya tidak akan pernah sembuh. Pengobatan hanya untuk mengurangi rasa sakitnya saja, karena penyebaran virus sudah kemana-mana.
Kini dua lelaki itu sama-sama terdiam memandangi wajah sayu yang sedang tertidur itu. Tidak bisa di bayangkan oleh keduanya saat mata itu sudah tidak bisa terbuka lagi.
Dua minggu setelah Mayang mengetahui sakitnya, kini ia hanya bisa pasrah dengan keadaan menjalani segala serangkaian pengobatan, support suami dan keluarganya lah yang membuat ia tetap semangat dan merasa harus baik-baik saja.
___________
Saat ini Carissa telah membuka toko kue miliknya dengan bantuan Tere sahabat baiknya itu. Saat hubungan mereka terjalin kembali kini keduanya pun kerap kali bertemu, tentu saja di tempat ini karena Carissa tidak akan sembarangan keluar ke tempat-tempat umum jika tidak terdesak.
"Gak terasa ya Riss hampir sebulan sudah toko lo buka dan pengunjung asli rame banget, anak-anak muda lagi kesini, strategi marketing lo memang top banget deh". ucap Tere
Selain kue, Carissa juga menyediakan makanan-makanan yang memang banyak di ganderungi kaum kaulah muda itu. Makannya gak heran kalau tokonya ini selalu ramai.