The Return of Love

The Return of Love
Tapi keadaan punya kenyataan yang berbeda



Mobil yang di kendarai Duta memasuki pekarangan rumah Carissa. Seperti kata Carissa di apartemen Duta hari ini orang tuanya akan datang ke sini.


"Rissa itu kayaknya Bunda sama Ayah udah dateng ". ujar Duta saat melihat orang tua Carissa duduk di teras rumahnya.


"Kamu serius ? mereka gak ngasi tau kalo datang pagi ini, biasanya mereka itu datang siang, Duta aku harus gimana ?". sahut Carissa sedikit takut pada orang tuanya karena ia datang bersama Duta.


"Kamu tenang ya, ada aku, kita hadapi ini bareng-bareng jangan panik". ucap Duta menenangkan Carissa. "Sekarang kita turun dulu ya, Yuka ayuk turun nenek sama kakek udah nunggu kamu". timpal Duta lagi.


Duta turun terlebih dahulu lalu membuka pintu untuk Yuka terlebih dahulu. Anak itu lantas berlari menghampiri orang tua Carissa.


Sementara Carissa masih enggan untuk turun, ia bingung harus bagaimana menjelaskan pada orang tuanya tentang hubungannya dengan Duta saat ini.


"Kalau kamu diam terus kayak gini gimana kita mau jelasin sama mereka Riss, kamu tenanglah aku ada di sampingmu ". ujar Duta mengajak Carissa untuk turun.


Carissa keluar dari mobil itu dengan langkah ragu-ragu, benar, cepat atau lambat kehadiran Duta kembali di kehidupan Carissa pasti akan mereka ketahui terlebih Yuka tidak mungkin hanya diam saja saat waktu-waktu yang udah di lewati bersama Duta.


Orang tua Carissa tampak tersenyum menatap kedatangan Carissa namun senyum itu seketika hilang saat menyadari lelaki yang berada di sampingnya adalah Duta. Laki-laki yang dengan tega meninggalkan Carissa dengan kondisinya yang sedang hamil dan juga membuat hubungan keluarga menjadi terputus.


"Bunda, Ayah sudah lama nunggunya ?" tanya Carissa kikuk, ingin sekali ia menghilang dari sini melihat ekspresi orang tuanya yang tampak terkejut bahkan kecewa.


"Carissa apa maksudnya ini ?" tanya sang Ayah yang malah bertanya balik tanpa menjawab pertanyaannya.


"Yah, Carissa bisa jelasin, tapi kita masuk dulu ya Yah". bujuk Carissa. Sementara istrinya hanya diam memperhatikan Duta yang semakin mengingatnya pada Bram orang yang pernah ia tinggalkan dulu dan lebih memilih mengikuti keinginan Papanya menikah dengan lelaki pilihannya.


Pagi itu suasana yang harusnya masih adem mendadak tegang karena pertemuan yang tanpa rencana itu. Carissa memang sudah berniat akan menceritakan tentang hubungannya dengan orang tuanya tapi nanti setelah suasana hatinya lebih baik tapi keadaan punya kenyataan yang berbeda dan ia tidak bisa mengelak lagi.


"Ma, kenapa semuanya hanya diam saja ? ". tanya Yuka yang heran melihat orang-orang dewasa di sekitarnya tidak ada yang berkata apapun.


"Sayang, Mama minta tolong kamu pergi ke kamar kamu dulu ya, nenek sama kakek mau bicara sama Mama". jelas Carissa dan di iyakan Yuka.


"Yah, Rissa tau ini terlalu cepat dan tanpa rencana, jujur ini semua di luar kuasa Carissa Yah, Rissa uda coba mengabaikan Duta tapi semakin Rissa mengabaikan dia keadaan selalu mempertemukan kami, waktu tujuh tahun gak bisa merubah apapun termasuk perasaan Carissa ke Duta Yah". ungkap Carissa jujur.


"Kamu gak ingat gimana dia nyakitin kamu dulu, dia ninggalin kamu saat kamu lagi mengandung anaknya Carissa". sahut sang Ayah.


"Tapi itu semua bukan salahnya Duta sepenuhnya Yah, dia juga gak tau kalau Rissa hamil waktu dia pergi". jawab Carissa, ia tak sanggup membendung air matanya lagi, ia biarkan luruh begitu saja.


"Om Tante, harusnya saya yang minta maaf terlebih dulu di sini, harusnya saya datang menemui kalian dulu tapi saya tidak lakukan itu karena saya ingin mengejar maaf Carissa terlebih dahulu, saya akui dengan sadar kesalahan saya dari itu saya ingin minta maaf dan ingin menebus semua kesalahan saya, saya ingin memperbaiki apa yang sudah saya perbuat dulu, termasuk memperbaiki hubungan saya dan Carissa". jelas Duta menatap serius kepada dua orang tua di depannya.


"Saya ingin hidup bersama dengan Carissa dan juga Yuka". timpal Duta lagi.


"Gampang ya kamu ngomongnya, kamu apa tidak tanya apa kami setuju apa tidak ? apa kamu lupa gimana Papa mu membuat kami berpisah dengan anak kami bertahun-tahun ? kamu jangan lupakan itu". sahut Hamdan.


Duta terdiam, ia tak ingin membuat suasana semakin menegang, ia harus lebih merendahkan dirinya demi Carissa, demi restu orang tuannya. Tak mengapa seperti ini dulu.


"Mas, kamu sabar dulu jangan emosian gini, coba kamu lihat anak kita sekarang, tatap dia Mas, coba perhatikan wajahnya !". suruh Rahma pada Hamdan suaminya.


"Dia gadis yang pergi ninggalin orang tuanya dengan membawa beban terberat dalam hidupnya waktu itu Mas, dia belajar hidup sendiri menjadi seorang ibu yang kuat Mas, dengan segala kepedihan dia tanggung sendiri, berharap luka itu akan sembuh seiring berjalannya waktu. Tapi luka itu tetap begitu saja Mas tidak bisa hilang, Mas tau kenapa ? karena obat lukanya ada pada orang yang meninggalkan luka itu, itulah penawar paling ampuh untuk menyembuhkannya. Belum lama dia berada di sini tapi dia bisa menerima Duta kembali di hidupnya, apa Mas tega untuk tak merestui mereka ?". jelas Rahma yang membuat pasangan muda itu berkaca-kaca mendapat support terbaik.