The Return of Love

The Return of Love
67



Sudah menjadi hukum alam roda kehidupan pasti berputar. Tidak selamanya keadaan baik seseorang selalu berada di atas, tinggal menunggu waktu saja keadaan akan membalikan.


Dulu Carissa dan Duta pernah bersama lalu terpisah dengan keadaan yang rumit, dari Duta yang sempat menikah, Carissa yang pergi dan memiliki anak, kisah masa lalu kedua orang tua mereka, tapi sekarang mereka bisa bersama kembali.


Ujian datang silih berganti untuk menguji rasa ikhlas dan kesabaran. Jika kita mampu sudah pasti akan mendatangkan sesuatu yang luar biasa yang telah di siapkan Tuhan sebagai balasan.


Jam makan siang ini Carissa izin untuk pulang lebih dulu, ia sudah berjanji pada Sarah untuk ikut mengantar Bram pulang ke rumah dan setelahnya ia akan mengantarkan Duta ke Bandara untuk kembali ke Kota K.


Saat ini mobil yang di bawa Duta telah masuk ke halaman luas milik Bram itu. Carissa kembali teringat bagaimana dulu dia datang ke sini. Hatinya sedikit nyeri tapi ia sadar semua hanyalah masa lalu yang harus ia kubur dalam-dalam. Carissa turun lebih dulu dan membuka pintu belakang di mana Sarah dan juga Bram berada. Duta berdiri berdampingan dengan sang Papa membawanya masuk ke dalam.


Mereka menyempatkan diri untuk makan siang bersama setelah itu Duta langsung berangkat menuju Bandara bersama dengan Carissa tentunya.


"Riss, apa kau tak merindukan ku ?". Tangan kirinya menarik tangan Carissa dan menci*umnya dengan lembut.


"Biasa aja si ya". Jawaban Carissa yang sekenanya membuat Duta mengumpat.


"Kenapa kau begitu curang ?". Pertanyaan Duta membuat Carissa mengerutkan keningnya. "Curang kenapa hanya aku yang merasakan rindu, merasa tersiksa berjauhan darimu ? Bertahun-tahun lamanya kita terpisahkan apa itu belum cukup untuk menyiksaku ". Gerutunya terus mengelus punggung tangan Carissa.


"Gak usah lebay, umur udah gak muda lagi, jangan seperti remaja yang baru pacaran". Sahut Carissa.


"Jujur iya, tapi kembali lagi bagaimana kita bersikap, keadaan Duta yang buat aku begini, tak perlu bagaimana lagi aku menceritakan padamu, kau bisa membayangkan bagaimana aku saat itu sampai aku bisa seperti sekarang ". Jawab Carissa mengingat bagaimana dia menjalani kehidupannya dulu.


Mobil mereka memasuki area Bandara. Carissa turun dan berjalan masuk ke dalam bersama Duta.


Duta menggenggam tangan Carissa seperti tak ingin melepaskan dan berjauhan walau hanya sebentar. "Ikutlah denganku ke sana Riss hanya dua hari ku mohon ?". Pinta Duta yang aneh bukan.


"Kau ini seperti anak kecil Duta, sepertinya lebih dewasa Yuka dari pada Daddy nya".cibir Carissa yang langsung mendapat kecu*pan singkat dari Duta.


Bener-bener gak tau tempat tu ya Duta.


"Sudahlah aku sudah memenuhi janjiku untuk mengantar mu, sekarang masuklah aku harus segera pulang menjemput Yuka, kasian dia beberapa hari ini jarang bersamaku".


"Baiklah, tapi kamu harus ingat ada janji lain yang mesti kau tepati, aku akan menelfon anak kita kalau sudah sampai sana dan kamu jangan pernah dekat-dekat dengan lelaki lain saat aku tidak ada di sini". Duta sudah seperti emak-emak yang nasehati anaknya.


Duta berjalan menjauh dari tempat di mana Carissa berdiri. Ia lalu kembali menuju mobilnya tapi tanpa sengaja ia bertemu dengan Riko yang tak tau dari mana datangnya.


"Ko, kamu di sini ?". Tanya Carissa yang membuat Riko kelabakan menjawabnya.