The Return of Love

The Return of Love
Sesakit ini diabaikan



Malam ini Duta kembali ke rumah utama atas permintaan Sarah. Di kamarnya Duta hanya menatap selembar foto yang terdapat dirinya dan juga Carissa saat masih duduk di bangku SMA.


"Carissa kenapa kau jauh sekali, sulit rasanya untuk menggapai mu lagi". ucapnya lirih.


Sarah mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar anaknya. Sarah melihat Duta duduk di pinggir ranjangnya sambil menatap foto membuat hatinya merasa iba terhadap anaknya.


"Kenapa hanya kau pandangi saja sayang ?". ujar Sarah.


"Cuma ini yang bisa Duta lakukan Ma meskipun kami sudah bertemu kembali tapi gak bisa merubah apapun, hanya demi Yuka dia bersikap menerima Duta lagi". jelas Duta.


"Ma kenapa sesakit ini di abaikan di depan mata ? kenapa jauh lebih sakit saat melepas kepergian Mayang Ma ? kenapa Duta harus merasakan semua ini Ma ? apa salah Duta ?". ucapnya menitikkan air mata.


Rasa sakit yang Duta rasakan tak seperti sakit saat kehilangan Mayang, entah bagaimana menjelaskannya Duta tidak tau.


"Apa yang bisa Mama bantu buat kamu ?". ucap Sarah memberi harapan. Ia tak tega melihat Duta seperti ini.


"Mama mau bantuin Duta ? meskipun Papa yang menentang ?" sahut Duta melihat keseriusan Sarah.


"Iya, akan Mama lakukan tapi satu yang Mama minta dari kamu, Setelah Papa merestui tolong maafkan kesalahan Papa". jawab Sarah.


"Baik Ma apapun akan Duta lakukan". ucapnya memeluk Sarah.


_________


Seminggu ini Duta absen dari Yuka, membuat Yuka merasa ada yang kurang. Ia bertanya Mamanya tapi Mamanya juga tidak tau. Padahal kerjaan di kantor akhir-akhir ini tidaklah banyak.


Carissa tidak mau ambil pusing masalah Duta walaupun sebenarnya ia juga penasaran.


"Sayang, kalau kamu kangen Daddy kenapa kamu tidak tanya langsung sama Daddy ? kamu udah coba telfon belum ?". tanya carissa tak sampai hati melihatnya.


"Sudah Ma, tapi gak di angkat sama Daddy ". jawabnya lesu.


"Coba kamu invoice aja, mungkin memang Daddy lagi banyak kerjaan". saran Carissa.


"Kamu gak boleh berfikir seperti itu sayang, coba kamu telfon sekali lagi tidak ada salahnya mencoba kan". ucap Carissa.


Akhirnya Yuka membuat panggilan video dan setelah beberapa saat panggilan itupun terjawab.


"Halo Daddy ". ucap Yuka semangat.


"Halo sayang Daddy, ada apa Sayang ?". sahut Duta di sebrang sana.


"Kok ada apa, apa Daddy gak kangen sama Yuka ? kenapa Daddy gak ada ke sini ? ".


"Maafkan Daddy sayang, tentu Daddy sangat merindukan kamu dan juga Mama Carissa, tapi Daddy sedang sibuk akhir-akhir ini".


Mendengarkan dirinya di rindukan oleh Duta membuat pipinya bersemu merah.


"kalau Daddy gak bisa ke sini apa boleh Yuka ke rumah Daddy ?". tanya Yuka yang membuat Carissa melongo mendengarkannya.


"Tentu boleh sayang, kapan kamu akan ke rumah Daddy nanti akan Daddy jemput ?".


"Bagaimana kalau sabtu nanti ?".


"Boleh juga, Yasudah kamu istirahat saja dua hari lagi Daddy akan datang untuk jemput kamu". ucap Duta.


Setelah panggilan itu terputus Yuka bersemangat kembali seperti mendapatkan lotre.


"Yuka yakin ingin ke rumah Daddy ?". tanya Carissa memastikan.


"Yakin Ma, Kan biasanya Papa yang ke sini sesekali kita juga harus ke rumah Papa kan Ma". Carissa hanya diam mendengar jawaban anaknya itu.


Baiklah sepertinya Carissa memang harus mengalah. Ia sudah berjanji akan mengenyampingkan egonya demi Yuka.