The Return of Love

The Return of Love
Cuma masa lalu



"Haloo sayang". panggil Carissa


"Mamaaa" jawab Yuka sumringah saat melihat Carissa sudah menunggunya di gerbang sekolah.


"Mama kok tumben uda nunggu di depan ?" tanya Yuka.


"Mama hari ini gak banyak kerjaan sayang, tapi habis ini kamu ikut Mama ke cafe ya, Mama ada janji sama Tante Tere". balas Carissa


"Oke Ma".


Keduanya masuk ke mobil dan melesat menuju cafe. Di sana Tere sudah menunggunya.


Ketiganya duduk di kursi sambil bercerita, begitu juga dengan Yuka yang sepertinya sudah bosan menunggu.


"Ma Yuka Di rooptop Ya, bosen di sini". ucap Yuka.


"Ihh ngambek yaa ". goda Tere


"Abisnya Yuka di cuekin ". jawab Yuka cemberut.


"Iya sayang maaf ya, yasudah kamu hati-hati ya di atas juga ada customer anak-anak muda biasanya jam segini". balas Carissa.


"Iya Ma".


Saat Yuka berada di atas seseorang mendekatinya. "Hai kamu anaknya Carissa kan ?"


"iya Tan, Tante yang waktu itu kan ?" jawab Yuka.


"iya, kamu sama siapa di sini kemana Mama kamu ?" tanya wanita itu lagi.


"Mama ada di bawah Tan sama Tante Tere". jelasnya.


"Mau Tante temenin gak, soalnya Tante juga sendirian". tawar wanita itu.


"Iya Tante".


__________


Hari Libur adalah hari yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terkasih.


"Sayang hari ini aku pengen di rumah aja di temenin kamu, bolehkan, ?" ucap Mayang.


"Boleh dong yang biasanya apa enggak aku temenin ya". balas Duta.


"Ya di temenin tapi kan kamu sambil kerja kan, sama aja deh kayaknya libur pun tetap juga kerjaan yang di bawa ke rumah". protes Mayang.


"Sayang, Carissa itu siapa kamu ?". tanya Mayang spontan.


Duta menghentikan kegiatannya.


"Sayang kamu tau dari mana nama itu ?" balas Duta cepat.


"Aku tau dari buku yang ada di situ." Tunjuknya ke tempat dimana buku bersampul abu-abu itu.


"apa kamu baca semuanya ?" terlihat wajah panik Yuka takut jika itu menyakiti perasaan istrinya.


"Sudah, bahkan aku sudah bertemu dengannya ". tegas Mayang.


"Sayang, kamu bertemu dia, kapan dan untuk apa ?". tanya Duta lagi.


"Buat apa yang ? dia cuma masa lalu aku beneran dan aku juga gak pernah ketemu sama dia lagi beberapa tahun ini". jelas Duta tak ingin Mayang berfikir jauh.


"Jika memang dia masa lalu buat kamu untuk apa kamu masih menyimpan buku itu, sudah pasti kamu masih cinta kan sama dia, meskipun kita sudah menikah beberapa tahun aku bisa ngerasain itu by". pernyataan menohok Mayang.


"Baiklah, aku akan membuangnya ". ucapnya seraya berdiri mengambil buku itu tapi gerakannya di tahan Mayang.


"Kamu tidak perlu membuangnya, aku tidak keberatan jika kamu menyimpannya, awalnya aku memang merasa sakit hati, istri mana yang tidak kecewa saat mengetahui kalau suaminya masih menyimpan barang mantan pacarnya dulu tapi di sisi lain aku juga sadar akulah yang buat kalian berpisah dengan menerima perjodohan itu dan aku juga sadar jika aku tidak bisa terus terusan bersama kamu by, aku bakal ninggalin kamu dan kamu akan sendiri by". jelas Mayang.


"Hey hey kamu bicara apa stop bilang seperti itu". ucap Duta.


"Enggak by, biarin aku ngomong dulu, waktuku enggak banyak lagi, dan dengan waktu yang aku punya saat ini, aku mau memperbaiki semuanya sebelum aku pergi ". balas Mayang.


Duta memeluk Mayang yang dari tadi terus berbicara sambil menahan tangis. "ku mohon berhentilah bicara seperti itu".


"Itu kenyataan yang harus aku terima by, meskipun ragamu milikku tapi tidak dengan hatimu, aku siap jika pengganti ku adalah dia. Seperti apapun masa lalu kalian aku yakin masih ada cinta di antara kalian, kalian akan bersatu kembali by dan aku janji sama kamu by aku akan bantu kamu dengan sisa waktu yang aku punya". pungkas Mayang.


Keduanya larut dalam diam dan pikiran masing-masing, Duta merasa bersalah karena masih menyimpan barang-barang itu sampai akhirnya Mayang tau.


Di sisi lain Mayang merasa lega karena sudah mengatakan isi hatinya pada Duta. Setidaknya sebelum dia pergi dia ingin memberikan hal terbaik untuk suaminya. Sedangkan Duta sendiri gak tau harus berkata apa saat ini.


Pelukan itu merenggang seiring merosotnya tubuh Mayang ke lantai. Duta yang merasakan hal itu tentu dengan sigap membawa istrinya naik ke tempat tidur.


Mayang tak sadarkan diri, ia memejamkan matanya yang membuat lelaki itu panik. Ia memanggil orang-orang yang ada di rumah itu tapi tak ada satupun yang datang yang sialnya kamarnya adalah kamar kedap suara.


Ia beranjak dari tempat tidur langsung membawa istrinya turun untuk di larikan ke rumah sakit.


"Maa Mama Papa tolong hubungi dokter Win aku akan segera ke sana". teriak Duta panik.


"Mayang kenapa Duta ?". tanya Sarah sang Mama yang panik.


"Nanti Duta ceritakan Ma tapi sekarang Mama bantu Duta". balas Duta.


" Papa nanti nyusul ke kalian, Papa akan ke kantor terlebih dahulu". ucap Bram.


Di Rumah Sakit.


"Bagaimana Dok keadaannya, bukannya selama ini dia baik-baik saja setelah kemoterapi ?" tanya Duta.


"Keadaannya mungkin terlihat baik-baik saja dari luar tapi tidak di dalamnya, kemo yang di lakukan memiliki efek samping lain, selain membunuh sel kanker di bagian-bagian tubuhnya dan menghambat perkembangan sel kanker itu sendiri kemo juga dapat membunuh sel sel yang sehat dan ini yang terjadi pada istri Anda, respon yang diterima sangat lambat yang akhirnya membuat kondisi tubuhnya melemah". jelas dokter.


"apa tidak ada cara lain Dok untuk menyelamatkannya ?" tanya Duta lagi.


"sekali lagi maaf, karena kanker pasien sudah memasuki tahap stadium akhir hanya ini yang dapat kami lakukan". jelas dokter.


Semua yang berada di situ terdiam melihat wajah pucat tapi tetap cantik terbaring lemah tanpa membuka matanya.


"Duta, Papa akan bawa Mayang ke Singapura, Papa gak bisa melihat dia seperti ini Duta ". ucap Alex memecah kesunyian.


"Pak Alex, kita tidak bisa membawanya dalam kondisinya yang lemah seperti ini, dokter tidak mengizinkannya karena akan berakibat fatal jika kita tetap membawanya meskipun perjalanan tidak sampai dua jam". Balas Bram menimpali.


"Dia satu satunya anak saya Pak Bram, dulu saya sudah kehilangan anak saya dan ini saya tidak kuat jika harus kehilangan lagi". ucap Alex papa Mayang.


"Saya mengerti perasaan Pak Alex tapi kita tidak bisa berbuat lebih jauh lagi dengan kondisinya yang masih sangat lemah, pasti kita akan lakukan yang terbaik buat Mayang".


Bram menepuk pundaknya Alex menguatkan Ayah wanita itu. Duta sendiri terus menatap istrinya yang baru saja membuka matanya itu.


"Sayang". Ucap mayang lirih. Ia mengedarkan matanya menyapu seluruh ruangan itu. Ia melihat orang-orangan yang ia sayangi berkumpul dengan wajah sedihnya.