The Journey Of Yi Lan And Zhen Di Feng

The Journey Of Yi Lan And Zhen Di Feng
Episode 62. Persidangan II



Kaisar pun memulainya dengan bertanya kepada Pangeran Jīnlóng, "Pangeran Jīnlóng, saat kematian Perdana Menteri Li Feng, kalian bersikeras bahwa Li Feng bukanlah mati bunuh diri melainkan tewas di bunuh oleh seseorang, apakah Kalian telah memiliki bukti kuat untuk hal ini?"


Mendengar perkataan Kaisar, Pangeran Jīnlóng langsung melangkah maju menghadap Kaisar, "Hormat Yang Mulia, sebelumnya memang Kami telah mencurigai ada hal yang aneh dari kematian Perdana Menteri Li Feng, Kami jelas telah mengantongi bukti kuat akan hal itu, hanya saja jika mengatakan hal ini sekarang, banyak yang akan mengira Kami telah menuduh Seseorang karena Orang itu tidak Kami tangkap sama sekali," ucap Pangeran Jīnlóng sembari menatap sinis kepada Pangeran Kàn Yún yang juga dibalas dengan tatapan yang sama.


Pangeran Kàn Yún, segera memanfaatkan kesempatan. Ia pun melangkah maju sembari berkata, "Itu sudah jelas Pangeran Jīnlóng. Maaf Yang Mulia, mohon ijinkan Saya berbicara," sambil membungkuk meminta izin kepada Kaisar.


"Di persilahkan," ucap Kaisar memberi izin.


Kembali Pangeran Kàn Yún melanjutkan perkataannya, " Terima kasih Yang Mulia, Pangeran Jīnlóng, mungkin apa yang Kau katakan memang benar tapi begitu buruk pada kenyataannya. Kau bersikeras membuat sidang ini agar bisa terlaksana dan pada akhirnya Kau tak memiliki bukti sama sekali. Tidak masuk akal!"


Dan sekarang dengan mudahnya Kau mengatakan kepada Kami semua di sini, jika Orang yang membunuh Perdana Menteri Li Feng tidak Kau tangkap sama sekali? Dan bahkan Kau khawatir jika Kami di sini akan menuduhmu akan hal itu. Apa Kau pikir sidang ini hanya lelucon bagimu? Kau benar-benar sedang membuat masalah Pangeran Jīnlóng ...."


"Aku tak menangkapnya bukan berarti membiarkannya bebas Pangeran Kàn Yún, semua itu ku lakukan semata-mata untuk melindungi Kaisar dari segala sesuatu yang memperburuk keadaan," tutur Pangeran Jīnlóng memberi alasan.


"Tapi Aku membutuhkan bukti, Pangeran Jīnlóng. Jika Kau tak menangkapnya bagaimana bisa melindungiku?" ucapan tegas dari Kaisar.


Pangeran Jīnlóng sekali lagi akan menjelaskan alasannya akan tetapi Pangeran Kàn Yún mendahuluinya, "Baiklah, Pangeran Jīnlóng. Aku akan membantumu untuk menyelesaikan masalah ini. Dugaanmu memang tidak salah Pangeran Jīnlóng, hanya saja caramu menyelesaikannya benar-benar salah. Yang Mulia, Saya telah menangkap Seseorang yang membunuh Perdana Menteri Li Feng itu. Prajurit! Seret pembunuh itu kesini!"


Prajurit itupun bergegas pergi dan menyeret masuk seseorang ke ruang persidangan. Terlihat jelas langkah kaki yang tertatih, memaksakan langkahnya dengan sedikit meringis menahan sakit karena luka memar bekas pukulan yang tergambar jelas di seluruh tubuh dan wajahnya, seakan telah terjadi pemukulan berulang kali kepada orang itu. Dengan tangan dan kaki yang telah di rantai seakan memberatkan langkahnya. Semua menatap aneh Sosok Pria yang berpenampilan urakan dengan usia yang tak lagi bisa di bilang muda, hampir sepadan dengan umur Sang Kaisar.


Tiba di depan Kaisar, Pria Tua itu berdiri dengan sedikit membungkuk, tetapi di dorong dengan keras oleh Pangeran Kàn Yún hingga Pria tua itu tersungkur. Ia mencoba bangkit meski hanya dalam keadaan bersimpuh di hadapan Kaisar, memohon keadilan meski Ia tahu harapan itu sangatlah kecil untuk Ia dapatkan, tetapi tetap saja Ia mencobanya.


"Mohon ampuni Aku Yang Mulia," ucap Pria Tua itu dengan sisa kekuatannya, meski tahu Ia tak melakukan kesalahan apapun.


Kedua Pangeran terlihat begitu marah dengan perlakuan Kàn Yún terhadap Pria Tua itu yang sudah jelas tak bersalah.


"Maaf katamu? Kau telah berbuat kesalahan dan seenaknya minta maaf! Katakan sekarang kalau Kau yang telah membunuh Perdana Menteri Li Feng! Cepat katakan!" titah Pangeran Kàn Yún memaksa Pria Tua itu.


"Siapa Namamu! Mengapa Kau melakukan hal itu kepada Perdana Menteri Li Feng?" tanya Kaisar dengan sedikit bernada keras.


"Namaku Zhangyi, tidak! Yang Mulia, bukan Aku yang melakukannya. Aku tak tahu apapun," ucap Pria Tua itu sambil sesekali bersujud di hadapan Kaisar.


"Kau!" ucap Pangeran Kàn Yún kesal karena tidak menuruti perintahnya.


***


Di tempat Pangeran Kàn Yún, Ia mulai mengancam Pria Tua itu, sambil sesekali memukulnya, "Zhangyi, nama yang bagus ... tapi Kau harus melakukan hal yang buruk kali ini untukku, ha... ha... ha...! Andai saja Kau tak menolak permintaan Perdana Menteri Li Feng itu untuk ikut bekerja sama, maka saat ini Kau tak akan seperti sekarang. Zhangyi, si Penjual Arak yang sekaligus perampok! Nama itu jelas tak pantas untukmu! Dengarkan Aku sekarang, hidupmu akan selamat jika Kau mengatakan bahwa Kau yang telah membunuh Perdana Menteri Li Feng. Jika Kau melakukannya, maka Aku sendiri yang akan menjamin keselamatanmu, tapi sampai Kau tak menuruti apa yang Aku perintahkan maka hidupmu akan sama seperti Perdana Menteri Li Feng, apa Kau mengerti?"


"Aku bukan Orang bodoh, Pangeran Kàn Yún! Jangan bermimpi Aku akan melakukannya untukmu!" ucap Zhangyi kesal.


"Beraninya Kau!"


"Sring..." suara tarikan pedang


Pangeran Kàn Yún yang kesal langsung mengarahkan pedang kepada Zhangyi, sambil sedikit menusuknya ke bagian bahu, "Kau pikir Aku tidak akan berani membunuhmu sekarang! Dengarkan Aku Zhangyi hidupmu di tanganku sekarang! Jangan mempersulit keadaanmu, Aku sangat tahu semua tentangmu Zhangyi ...."


Mendengar hal itu, Zhangyi tiba-tiba teringat pada Huálì, "Anakku akan dalam bahaya," ucapnya dalam hati. Ia menatap tajam Pangeran Kàn Yún sambil berkata, "Aku akan melakukannya."


Mendengar perkataan itu Pangeran Kàn Yún langsung tertawa terbahak-bahak, "Ha... ha... ha... Zhangyi ... Zhangyi ... pikiranmu cepat sekali berubah rupanya, apa Kau merasa takut? Ha... ha... ha... Prajurit! Bawa Dia kembali."


Pangeran Kàn Yún terlihat lega, Ia terus menyeruput araknya hingga mabuk.


***


Kembali di ruang persidangan.


Mendengar teguran dari Pangeran Kàn Yún, Kaisar pun balik menegurnya, "Pangeran Kàn Yún, biarkan Ia berbicara."


Pangeran Kàn Yún mulai terlihat cemas, dan hanya bisa diam. Begitupun dengan Ibu Selir yang juga ikut terlihat panik.


"Yang Mulia, Aku berkata benar,bukan Aku yang melakukannya, Aku hanya Seorang Pedagang Arak. Mohon ampuni Aku Yang Mulia," ucap Zhangyi


"Dasar Pembohong! Beraninya Kau berbohong di hadapan Yang Mulia, Zhangyi jangan membuat kesabaranku habis, cepat katakan!" tutur Pangeran Kàn Yún yang kini mulai meletakkan pedangnya ke arah leher Zhangyi.


Persidangan yang mulai menegangkan, Kaisar justru menjadi bingung dengan bukti yang ada.


Tiba-tiba Pangeran Lóng Huǒ, mulai melangkah maju, "sebentar Pangeran Kàn Yún, jaga amarahmu. Jangan membuat hal yang tidak pantas, itu akan membuat semua orang akan mencurigaimu, karena ini merupakan bukti yang Kau hadirkan sendiri tanpa Kami Berdua tahu lebih dulu."


Pangeran Kàn Yún terkejut mendengar perkataan Pangeran Lóng Huǒ yang semakin menjurus ke arahnya.