The Journey Of Yi Lan And Zhen Di Feng

The Journey Of Yi Lan And Zhen Di Feng
Episode 21. Pengorbanan Batu Merah



Teratai Hitam di kelilingi kabut gelap kini mulai memutar sangat cepat, Táohuā perlahan mulai mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk melebur jiwa, dirinya kini berubah menjadi Serpihan Batu Merah yang menyala seperti api masuk ke dalam lingkaran Iblis Teratai Hitam.


“Táohuā ...” teriak Liánhuā yang merasa kehilangan, meskipun telah menerima pengorbanannya tetapi akan terasa pahit ketika menyaksikannya.


Hóng Wūyā terlihat bahagia dan mulai bersiap melakukan penyerapan, Serpihan Batu Merah yang menyatu bersama Iblis Teratai Hitam, segera di serap oleh Iblis Hóng wūyā, akan tetapi ketika kekuatan itu masuk, dia mulai merasa kesakitan, tubuhnya terus membengkak seperti akan terjadi ledakan, urat nadinya seakan ingin keluar , kekuatan yang di serap Hóng Wūyā ternyata tak sanggup di terimanya, teriakan kesakitan seakan menggema di seluruh ruangan markas.


Kekuatan Iblis Teratai Hitam yang telah menyatu dengan Batu Merah Táohuā terus masuk ke dalam tubuh Hóng Wūyā dan tak mampu lagi untuk di tolaknya, pada akhirnya tubuh Hóng Wūyā hancur berserakan, tak terlihat lagi bentuknya, tulangnya menjadi abu dan tak ada lagi yang tersisa.


Saat raga tak lagi bisa terpakai, kini hanya tinggal jiwa Hóng Wūyā yang terlihat seperti asap hitam lenyap tertiup angin entah kemana, mencoba bersembunyi untuk memulihkan kekuatan, pembalasan dendam jelas tak ada hentinya.


Ketika raga Hóng Wūyā hancur, Kekuatan Iblis Teratai Hitam masuk ke dalam Serpihan Batu Merah penyatuan yang jelas tak bisa di tebak, karena semua berpikir bahwa Iblis Teratai Hitam yang akan menguasai kekuatan selanjutnya.


Liánhuā yang sedari tadi melihat kejadian itu bergegas berlari menuju ke arah Batu Merah yang masih melayang di udara, saat akan mulai jatuh Liánhuā segera menggenggam Batu Berah tersebut, kejadian yang berulang saat menemukan Táohuā, kini kembali melakukannya lagi tetapi dengan perasaan yang tak bisa lagi di jelaskan.


Rahasia langit yang mulai tampak jelas setelah pengorbanan jiwa, rupanya tubuh Táohuā telah dilingkari Kekuatan pianhoat, alasan langit melakukannya hal itu adalah agar jiwa Táohuā mampu mengendalikan Kekuatan Iblis Teratai Hitam, karena jika tidak justru akan sebaliknya, jelas itu akan membahayakan Alam Semesta.


Kekuatan Iblis Teratai Hitam sangat menggoda, kekuatan yang mampu menguasai Ketiga Alam ini jelas jadi perebutan berbagai pihak entah itu Iblis, Dewa, bahkan juga Manusia yang di penuhi sifat serakah, pemusnahan Iblis Teratai Hitam bukanlah hal yang benar, alasan dari semuanya adalah keseimbangan.


Batu Merah adalah wujud Táohuā yang sebenarnya, alasan kehidupan yang di jalani untuk suatu pengorbanan, menimbun berjuta rahasia langit dalam dirinya, yang bahkan dia pun tak mengetahuinya, berat merasa kehilangan tetapi harus tetap memilih untuk merelakan.


Liánhuā yang menggenggam Batu Merah mulai menuju keluar Markas, seluruh Anggota Sekte Bayangan telah tewas dalam pertempuran, Pasukan yang masih tersisa kini telah bergabung bersama Sekte Tulang Putih, semua Tahanan Hóng Wūyā telah di bebaskan, semuanya berada dalam keadaan yang mulai membaik.


Liánhuā yang telah berada di luar Markas Sekte Bayangan kini menatap langit seolah menanti sesuatu, tiba-tiba terdengar suara teriakan Burung Phoenix terbang menghampiri Liánhuā dan mengambil Batu Merah yang di serahkan Liánhuā, Burung Phoenix itu menelan Batu Merah yang di berikan kemudian berlalu pergi.


“Táohuā, Pada akhirnya Burung Phoenix itu menjemputmu, entah kapan bisa menggenggammu lagi, setiap kehidupan terus menanti, setelah menemukan terjadi pengorbanan lagi, Táohuā ... mari membuat kisah yang indah di kehidupan selanjutnya,” kata Liánhuā sambil menatap langit, meski pun tak meneteskan air mata, akan tetapi dalam hatinya merasa terluka, bahkan tak bisa di jelaskan seberapa sakit yang di rasakannya.


Semua kembali ke Markas Sekte Tulang Putih, perubahan baru dalam Dunia Iblis telah terjadi, semua masih berjalan seperti biasanya, mengerjakan tugas langit masih terus di lakukan.


Semua kenangan yang tertinggal, bahagia, sedih, kepahitan, kesulitan, kedamaian, semuanya menanti di kehidupan baru dengan cerita yang kini masih menjadi rahasia langit.


Keseimbangan Semesta sangatlah penting, itu alasannya mengapa Iblis Teratai Hitam tak bisa di musnahkan, karena jika itu terjadi jelas akan berpengaruh bagi Ketiga Alam, Para Iblis musnah maka Para Dewa akan menguasai Alam Semesta dengan penuh kesombongan jika terjadi sebaliknya maka Iblis akan sangat serakah dan bila hanya Manusia saja semua akan menjadi tak terarah, keseluruhannya akan semakin tak terkendali.


Lagi-lagi Pengorbanan adalah jalan keluar yang terbaik, merelakannya akan tetap sama, semuanya berada dalam pengorbanan.


*Langit dan Bumi adalah sama, tak terpisah tetapi memiliki batasan.


Kehidupan Tiga Alam selalu menyatu, tak sama tetapi memiliki keseimbangan.


Langit berbicara, Bumi mendengar semua terjadi dalam lingkaran yang terus berputar.


Berjalan maju atau mengulangnya jelas tak ada bedanya, jika tak berniat untuk mengubahnya.


Hitam bukan hal yang buruk, bahkan Putih tak sepenuhnya baik, semuanya ada pada jalur kehidupan.


Matahari bisa menghangatkan Bumi, tetapi adanya Bulan dapat menenangkan Bumi, jelas tak bisa terjadi kesalahpahaman.


Berada dalam Terang bukan berarti tak ada Kejahatan, berada dalam Kegelapan sibuk mencari Kebaikan.


Berjalan di tepian jurang jelas bukan hal yang baik, tetapi menahan rasa penasaran jauh lebih sulit.


Kebaikan dan Kejahatan akan tetap ada, jika tidak bagaimana bisa menulis cerita.


Bunga Persik mengagumkan, Bunga Lotus menenangkan, semuanya terjadi dalam Genggaman.


Langit mendambakan Keseimbangan, Bumi mendambakan Kedamaian, semuanya butuh pengorbanan*.


***


Keadaan Alam Semesta telah kembali normal, semuanya berjalan sesuai alur kehidupan, sebagian menanti kelahiran baru untuk cerita kehidupan selanjutnya, selama penantian terus dalam pertapaan, kepasrahan yang besar dalam penantian merupakan kekuatan jiwa yang luar biasa.


Para Dewa banyak yang mulai turun ke Bumi menjalankan tugas langit, memberi warna cerita baru dalam setiap kehidupan, Hóng Wūyā yang bersembunyi entah di mana, mencoba memulihkan kekuatan secara perlahan bahkan belum memiliki rencana apapun dalam pikirannya, kekuatan yang benar-benar sangatlah lemah jelas membutuhkan waktu yang lama dalam pemulihan, sepertinya Alam Semesta masih memberikan kesempatan untuknya agar bisa berpikir tentang kebaikan, selebihnya hanya tergantung dari jiwa Hóng Wūyā sendiri mengubahnya atau melanjutkannya.


Lantas bagaimana dengan Xiǎoyù, kehidupan yang juga di takdirkan untuk pengorbanan, semuanya akan memiliki kelahiran baru, ceritanya tidak akan sama tetapi takdir akan tetap ada.


Tiba-tiba terdengar suara yang tak begitu asing, “Hei, apakah kisahnya sangat panjang? Hah, kesabaranku hampir habis!”