The Journey Of Yi Lan And Zhen Di Feng

The Journey Of Yi Lan And Zhen Di Feng
Episode 20. Kekuatan Iblis Wú dan Shé Yāo



Kekuatan Iblis Wú adalah kekuatan yang hanya dapat di miliki oleh Iblis Murni, bukan dari bagian Kedewaan, dan satu-satunya yang memilikinya hanyalah Iblis Wú itu sendiri, karena hal itulah yang membuat semuanya bertanya-tanya siapa Táohuā sebenarnya.


**


Táohuā menatap dalam Hóng Wūyā, aliran darah yang kini menghitam terlihat jelas di nadinya, mengalir naik ke arah wajah sehingga memancarkan sinar gelap dalam tatapannya.


“Lihatlah yang telah Kau perbuat Hóng Wūyā, Apa Kau mengenal mereka?”


Táohuā membuat tatapan Hóng Wūyā menjadi kacau, sehingga dirinya melihat semua yang ada di Markas Sekte Bayangan adalah Para Dewa yang pernah di serap kekuatannya, seakan membuat dirinya bingung, tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Hóng Wūyā bukanlah Iblis bodoh, yang dengan mudah bisa di perdaya, Dia bahkan mampu menguasai dirinya sendiri, oleh sebab itu dia bisa dengan cepat menyadari bahwa apa yang di lihatnya saat ini hanyalah semata halusinasi pikirannya saja.


“Nona Táohuā, kebanggaan Sekte Tulang Putih, mengapa kau memperlihatkan wujud Para Dewa yang sudah tak berguna ini di hadapanku? Apa Kau pikir ... Aku tidak menyadarinya? Atau Kau ingin menggandakan kekuatanku, dengan menyuruhku menyerap kembali kekuatan Mereka?”


Táohuā yang telah memasang taktik agar Iblis Hóng Wūyā terjebak dengan pemikirannya sendiri, kini mulai memanfaatkan kesombongannya.


“Hei ... Iblis rakus, Kau tak akan lagi mampu menyerap kekuatan Para Dewa itu, Mereka sekarang telah memiliki kekuatan dua kali lipat dari sebelumnya, dan Kau tak mampu menandinginya,” Kata Táohuā bermaksud agar Iblis Hóng Wūyā mencoba menyerap kekuatan Para Dewa yang di lihatnya itu.


“Nona Táohuā jangan terlalu meremehkan Ku, itu bukanlah hal yang pantas dilakukan oleh Seorang Dewi, baiklah Kau lihat ini, Aku mampu menyanggupinya.”


Hóng Wūyā mulai menyerap kekuatan Para Dewa yang ada di hadapannya, Táohuā mulai tersenyum karena rencananya berhasil.


“Iblis Bodoh!” Kata Táohuā sambil tetap menunggu reaksi yang akan terjadi selanjutnya.


Hóng Wūyā yang telah menyerap seluruh kekuatan Dewa itu, kini menjadi tak terkendali, teriakan kesakitan seakan memenuhi ruangan, pikirannya menjadi kacau, seolah dikelilingi Cermin Pencuri Wajah.


Táohuā berjalan mendekat, wajahnya kini berubah menjadi Hóng Wūyā, dan wajah Hóng Wūyā sendiri berubah menjadi pasukan biasa, terus berganti menjadi Xiǎo Húlí, Yín Gōng, bahkan Xiǎo Mìfēng dan wajah-wajah lainnya seolah tak henti, dan Táohuā jelas memamerkan wajah Hóng Wūyā di hadapan pemilik aslinya.


Berubahnya wajah akan berpengaruh juga pada kekuatannya, dan Táohuā memanfaatkan situasi itu, dia mulai menghajar Hóng Wūyā habis-habisan. Cermin terus mengelilingi pikiran membuatnya sulit untuk mencari wajahnya sendiri.


Hóng Wūyā tak bisa lagi berbuat apapun, tenaganya melemah, tapi sekali lagi dia masih memiliki kelicikan yang tak tertandingi, dalam diam dia berusaha memanfaatkan setiap kekuatan dari Jiwa yang berubah-ubah itu, menggabungkannya hingga akhirnya mampu memecahkan cermin dalam pikirannya.


Táohuā yang telah menyadari hal itu mulai menggabungkan Kekuatan Wú dengan Kekuatan Shé Yāo miliknya. Lagi-lagi beradu dalam pikiran dan kali ini penuh kelicikan.


Táohuā tiba-tiba menghilang, semuanya jelas terlihat bingung, tetapi tidak bagi Liánhuā, dia pernah mempelajari kekuatan ini sebelumnya, Liánhuā tahu bahwa Táohuā kini telah masuk dalam jiwa Hóng wūyā saat ini.


Kekuatan Shé Yāo adalah kekuatan penghancur jiwa, permainan ini beradu dalam kelicikan, dan itu yang sedang dilakukan Táohuā sekarang


***


Dalam Jiwa Hóng Wūyā, Táohuā mencoba mencari tahu kekuatan apa yang telah Hóng Wūyā kuasai saat ini, Táohuā sontak kaget ketika mengetahui semuanya, Hóng Wūyā ternyata telah mencapai tingkat kesempurnaan Iblis dan sedikit lagi akan mampu menguasai Alam Semesta.


“Ini tidak bisa di biarkan!” kata Táohuā sambil terus mencari cara bagaimana bisa mengendalikan pikiran Hóng wūyā.


“Hóng Wūyā, Aku lelah berpura-pura baik di hadapan semua yang hadir di sini, pikiranku sebenarnya sama dengan tujuanmu, mari kita saling menguntungkan.”


“Apa yang Kau inginkan?” tanya Hóng Wūyā penasaran.


“Aku menginginkan penyatuan, bukankah ... Kau membutuhkan Jiwaku untuk bisa menguasai Alam Semesta? Aku juga sebenarnya menginginkan hal itu, jika Kau mau membaginya Aku akan melebur Jiwaku dan Kau bisa memiliki segala kekuatanku.”


“Bagaimana bisa mempercayai ucapanmu?” tanya Hóng Wūyā yang mulai terlihat bahagia.


Semua Anggota Sekte Tulang Putih mulai membenci Táohuā karena ucapannya yang terlihat meyakinkan itu, sedangkan Liánhuā sendiri hanya bisa pasrah menghadapi semua Rencana Langit.


“Aku akan melebur jiwaku, tetapi dengan syarat! Kau harus memusnahkan jiwa lainnya dalam dirimu”


“Itu terdengar tidak masuk akal, Aku tidak percaya Siapa pun selain Jiwaku sendiri”


“Bagaimana dengan Iblis Teratai Hitam, apa itu bisa meyakinkanmu? Aku memilikinya saat ini, bukankah ... itu sangat menggoda?”


Semua Anggota Sekte semakin marah dan mulai menyerang Táohuā, tetapi hanya dengan sekali hempasan tangan saja sudah mampu membuat Para Anggota terlempar ke segala sisi ruangan.


Liánhuā kini menatap Táohuā dengan penuh kesedihan, seakan tatapan mereka berbicara membuat Liánhuā tak bisa lagi berbuat apa-apa, dia harus bisa merelakan Táohuā demi sumpah yang telah di buat Táohuā sendiri.


***


Kembali ke Hóng Wūyā, mendengar hal yang menggiurkan itu, membuat Hóng Wūyā tak lagi berpikir panjang dan langsung menyetujui kesepakatan yang di ajukan Táohuā.


“Baiklah, Aku akan melakukannya, tapi jangan mengecewakanku, Seorang Dewi selalu memegang kata-katanya, jika itu tidak Kau lakukan maka akan berdampak buruk juga bagimu.”


“Jangan mengajariku tentang hal itu, lakukan saja apa yang telah di rencanakan,” kata Táohuā kesal karena Hóng Wūyā masih saja bersilat lidah.


Hóng Wūyā mulai memusnahkan jiwanya satu demi satu, dengan Ribuan jiwa yang dimilikinya jelas itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama.


Táohuā sendiri yang tengah memikirkan jalan keluar, kini hanya bisa menatap Liánhuā dengan berjuta tangisan yang tertahan dalam hatinya, dia begitu ingin memeluk Liánhuā untuk terakhir kalinya, tetapi jika itu iya lakukan tentu saja akan menimbulkan kecurigaan pada diri Hóng Wūyā, dan semua rencana akan gagal.


Táohuā memilih untuk tidak menghiraukan Liánhuā, dia mengesampingkan egonya agar Alam Semesta tidak di kuasai oleh Iblis serakah seperti Hóng Wūyā.


Setelah beberapa waktu berselang Hóng Wūyā mulai pada titik akhir pemusnahan jiwa, saat itulah Táohuā mulai mengeluarkan Kekuatan Iblis Teratai Hitam, Hóng Wūyā terlihat begitu bahagia karena mampu mengendalikan Dewi Beracun itu.


Táohuā yang kini tersenyum sinis mulai mengeluarkan tenaga dalamnya untuk menciptakan Kekuatan Teratai Hitam yang dia kuasai. Dengan asap hitam pekat dan berbentuk Teratai Hitam, melayang ke arah Táohuā, Hóng Wūyā bahkan tak sabar untuk bisa mendapatkannya.


Taohua kembali menatap Liánhuā, kali ini dengan tangisan yang tak bisa di bendung lagi, lagi-lagi Liánhuā hanya bisa diam dan terus menyaksikan semuanya, Táohuā beralih menatap teratai hitam yang telah ada di hadapannya.


Suasana yang begitu mencekam, aura kegelapan semakin kental dengan hadirnya Teratai Hitam, Táohuā memejamkan matanya dan mulai melebur Jiwanya.