
Perasaan Yín Gōng menjadi tenang tak seperti biasanya, dia merasa heran padahal jelas berada di tempat musuh.
Karena perasaan itulah yang membuat Yín Gōng mulai mengambil keputusan untuk bergabung bersama Sekte Bayangan.
“Yín Gōng, Sang Pengawal Setia Ketua Sekte Tulang Putih, bukankah ... itu jawatanmu saat ini? Mengapa hanya datang sendiri, di mana pasukanmu? Beraninya Kau datang melakukan perlawanan sendiri, bukankah ... itu seperti mengantar nyawamu dengan sia-sia? Bahkan Kau akan habis hanya dengan melawan pasukanku saja,” kata Hóng Wūyā sambil tertawa.
Para pasukan Sekte Bayangan pun ikut tertawa seperti sedang mempermalukan Yín Gōng.
“Aku datang kesini bukan sedang ingin bertarung tapi Aku datang untuk bergabung, itu pun jika Kalian mengizinkan, kalau pun tidak Aku akan melakukan dengan caraku sendiri,” jawab Yín Gōng sambil mengingat niatnya untuk balas dendam.
“Bergabung katamu? Ha ... ha ... ha ... Anak Muda, apa Kau sedang melakukan perundingan denganku? Mengapa tiba-tiba sekali? Aku mengingat saat Kau begitu berambisi untuk melawanku.”
“Aku rasa Kau terlalu berbelit-belit, sepertinya ... jawabanmu adalah tidak, baiklah, Aku pergi sekarang ini hanya akan membuang waktuku saja,” jawab Yín Gong yang kini mulai memikirkan rencana baru.
“Tahan Dia!” kata Hóng Wūyā kepada Pasukannya.
Pasukan Sekte Bayangan mulai menghadang pintu keluar Markas, dan telah bersiap untuk melakukan penyerangan, Yín Gōng pun demikian dia telah bersiap dan semakin waspada.
“Kau pikir setelah masuk ke sini akan dengan mudah untuk keluar!” kata Iblis Hóng Wūyā lagi, yang semakin kesal dengan keangkuhan Yín Gōng.
“Baiklah, itu hanya peringatan untukmu, jika Kau melakukan pengkhianatan padaku, aku bisa pastikan kau tidak akan selamat!"
Yín Gōng yang telah paham dengan perkataan Hóng Wūyā, kini mulai membungkuk untuk menghormati Ketua barunya itu, meskipun dalam hatinya menolak, tetapi demi terbalaskan dendam baginya semua itu tidak masalah.
Melihat perlakuan Yín Gōng yang tak biasa di lihatnya, kini Hóng Wūyā mulai tertawa bahagia karena rencana busuknya telah berhasil.
Yín Gōng saat ini telah di beri kebebasan untuk menempati ruangan Markas Sekte Bayangan, kapan pun jika dia ingin tinggal, dia telah memiliki ruangan pribadi seperti Anggota Sekte Bayangan lainnya yang bisa di bilang setara dengan kekuatannya.
Hanya saja pertemanan sesama Anggota Sekte adalah hal yang tidak layak, karena semuanya berambisi untuk bisa menjadi orang kepercayaan dari Iblis Hóng Wūyā, alasan lainnya adalah bisa ikut menyerap kekuatan milik Para Dewa yang telah mereka dapatkan, jelas pekerjaan rutin yang selalu dilakukan oleh Sekte Bayangan.
Dalam Markas di penuhi dengan kelicikan sehingga sepanjang waktu harus tetap waspada, jika lengah itu akan fatal, akan tetapi Yín Gōng tak memperdulikan hal itu, dia tetap pada tujuan awalnya yaitu balas dendam.
Yín Gōng kini menjadi pria yang sangat dingin dan kejam, saat melakukan tugasnya dia tak memperdulikan belas pengasihan dari setiap Dewa yang di dapatnya. Yín Gōng selalu mendapatkan mangsa dan langsung menyeretnya ke hadapan Hóng Wūyā seakan ingin membuktikan kepada Ketua barunya itu bahwa dirinya benar-benar orang yang bisa di percaya, seperti yang di inginkan oleh anggota lainnya.
Semakin lama dia bertahan di dalamnya, semakin bertambah pula musuhnya, entah itu dari dalam atau bahkan dari luar Sekte Bayangan, tetap saja tak memperdulikannya.
Saat berada sendiri dalam ruangan pribadinya, kenangan masa lalu itu akan terus terbayang sehingga begitu menyiksanya.
Sepanjang musim telah di lewati, semakin tak ada arah yang jelas untuk menemukan cara balas dendam, meskipun tahu bahwa Sekte Bayangan memiliki tujuan yang sama dengannya, tetapi dia bukanlah pria yang suka berlama-lama dalam mengambil keputusan, entahlah itu hal yang buruk atau baik bagi dirinya.
Tibalah pada saat dia mendapatkan tugas yang cukup berat dan berisiko, yaitu mendapatkan Dewi Beracun. Saat dalam pemantauan dia benar-benar kaget bahwa Dewi yang akan diserahkan kepada Hóng Wūyā adalah genggaman Liánhuā, dia bingung dan memiliki berjuta pertanyaan dalam hatinya, rencana apa yang telah di buat oleh Sekte Tulang Putih.
Dewi Beracun yang saat itu wajahnya telah di samarkan, tetap saja tak bisa membohongi penglihatan Yín Gōng yang telah lama menjadi pengawal setia dari Ketua Sekte Tulang Putih.
Ketika anggota lain dari Sekte Bayangan yang pada saat itu juga ikut memantau, kini mulai menerka-nerka siapa sebenarnya Dewi Beracun di antara kedua Dewi itu, jelas Yín Gōng juga tak mengenal Dewi yang bersama dengan genggaman Liánhuā itu.
Yín Gōng kini mulai berpura-pura tak mengetahuinya juga, dia sengaja tak memberitahukan hal yang sebenarnya kepada anggota lainnya termasuk Hóng Wūyā sendiri.
Alasan balas dendam menjadi hal kedua saat ini, karena dia mulai berambisi untuk mendapatkan sendiri kekuatan Dewi Beracun itu. Tetapi pada kenyataannya rencana yang di buatnya selama ini menjadi sia-sia karena tak berhasil mendapatkan Dewi Beracun itu, dan pada akhirnya hanyalah hukuman yang dia dapatkan sekarang.
Semua lamunan yang telah berujung penyesalan, keputusan yang tak sesuai perhitungan jelas membawanya dalam situasi yang tak bisa lagi di jelaskan. Sekarang perasaannya semakin tak menentu, bahagia telah menemukan Xiǎo Húlí kembali, tetapi berada dalam tempat seperti ini akan tetap sama saja keadaannya.
Tersadar dalam lamunannya, dia mulai berpikir untuk bergabung kembali dengan Sekte Tulang Putih, meskipun harus menghadapi perlawanan dari Para Anggota Sekte awalnya itu. Namun dia sangat yakin kepada Liánhuā akan bisa menerimanya kembali, entah mengapa tapi hatinya merasa seperti itu, tetapi yang harus di pikirkan saat ini adalah mencari jalan keluar agar bisa selamat dari Markas Sekte Bayangan.
Kekuatan Yín Gōng saat ini telah berkurang dikarenakan oleh Dewi Beracun, bahkan dia harus membagi kekuatannya dengan Xiǎo Húlí agar mampu untuk berlari, itu mungkin yang dia pikirkan saat ini.
Belajar dari sifatnya yang terlalu cepat mengambil keputusan, kini dia tidak terlalu gegabah saat bertindak.
Yín Gōng mulai melakukan meditasi pemulihan, memusatkan kekuatannya dan mulai menghubungkan ke seluruh titik nadi dalam tubuhnya. Begitu pun dengan Xiǎo Húlí berbekal dari penyaluran kekuatan yang di berikan Yín Gōng, dia mulai melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan pasangannya itu.
Terus melakukannya meskipun harus membutuhkan waktu berhari-hari untuk pemulihan, tetapi mereka tidak putus asa dan tetap fokus pada tujuan sebenarnya.
Tiba pada saatnya kekuatan mereka stabil kembali, namun untuk melawan seluruh Anggota dan Pasukan Sekte Bayangan tidaklah mudah, semuanya harus di atur dalam rencana, dan untuk saat ini mereka harus tetap berpura-pura lemah agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Rencana yang akan dilakukan pertama kali tentu saja keluar dari ruangan yang telah membelenggu mereka berhari-hari bahkan tak bisa mengingatnya jika harus di hitung. Itu bukanlah hal yang sulit untuk mereka sekarang karna hanya dengan sedikit kekuatan saja telah mampu membuka pintu ruangan itu.
Tetapi masalahnya saat ini adalah bersembunyi dari Para Pasukan yang hampir setiap saat keluar masuk ruang bawah tanah tempat mereka berada.
Setelah lama terdiam, pada akhirnya mereka pun menemukan cara selanjutnya.