The Journey Of Yi Lan And Zhen Di Feng

The Journey Of Yi Lan And Zhen Di Feng
Episode 17. Misi Penyelamatan



Mereka yang telah mempelajari situasi yang sering di lakukan Para Pasukan, kini mulai mengatur waktu untuk keluar.


Situasi kali ini benar-benar sulit, Xiǎo Húlí pada akhirnya harus kembali ke wujud aslinya menjadi Seekor Rubah, agar dia dapat dengan mudah berlari.


Malam yang begitu dingin dan mencekam, sinar Bulan tertutup awan mendung, mereka berdua memulai rencana yang begitu menegangkan.


Xiǎo Húlí keluar lebih dulu, sekaligus memantau keadaan, sedangkan Yín Gōng sendiri menyamarkan dirinya menjadi pasukan Sekte Bayangan.


Rencana awal telah mereka lewati, kini mereka telah terbebas dari ruang bawah tanah, tetapi semakin kesini akan semakin sulit karena Para Anggota Sekte masih tetap berada dalam ruangan bersama Hóng Wūyā.


Yín Gōng semakin bingung harus melakukan apa untuk bisa melewati mereka, dia begitu mengkhawatirkan Xiǎo Húlí yang tentu saja akan dengan mudah di tangkap oleh Para Anggota Sekte.


Lama menunggu di balik tembok ruangan, hingga membuat kesabaran Yín Gōng semakin habis, dia berniat untuk melawan Hóng Wūyā dan seluruh Anggota Sekte sendirian, bermaksud mengalihkan pandangan mereka kepada Xiǎo Húlí agar dia dapat dengan mudah keluar Markas Sekte Bayangan.


Xiǎo Húlí tak menyetujui rencana yang di buat dengan gegabah oleh Yín Gōng, tetapi pasangannya itu terus memaksanya.


Melihat Xiǎo Húlí yang semakin gelisah dan tak terima dengan rencana anehnya itu, Yín Gōng pun langsung menjelaskan maksud dari rencananya.


“Xiǎo Húlí, tak ada rencana lain lagi, itu jalan satu-satu agar Kau bisa selamat, jika telah berhasil keluar, pergilah menemui Ketua Sekte Tulang Putih dan ceritakan semuanya, Aku akan mencoba mengulur waktu hingga Liánhuā datang, jangan memikirkan keadaanku, itu bukanlah hal yang tepat untuk saat ini, setidaknya ... rencana Kita bisa berjalan dengan baik.”


Xiǎo Húlí yang saat sekarang masih tetap Seekor Rubah, hanya bisa menganggukkan kepalanya, dan terus meneteskan air mata jelas hatinya masih tidak ingin meninggalkan Yín Gōng.


“Xiǎo Húlí, Aku menyayangimu, tenanglah Aku akan baik-baik saja,” kata Yín Gōng sambil terus menahan tangisannya.


Kini mereka mulai bersiap untuk menjalankan rencana selanjutnya, Xiǎo Húlí dengan berat hati mulai melangkah perlahan sambil menunggu aba-aba dan bersiap untuk berlari menuju pintu Markas yang jelas tak terhalang oleh apapun.


Yín Gōng mulai meminum arak agar bisa menghilangkan kesedihannya dengan sedikit mabuk dia pun berjalan memasuki ruangan.


“Hóng wūyā ...” teriak Yín Gōng sambil memasuki ruangan sekaligus memberi aba-aba kepada Xiǎo Húlí.


Xiǎo Húlí yang mendengarnya mulai bersiap untuk lari. Hóng Wūyā yang kaget mendengar suara yang terdengar tak sopan itu, seakan membuat dirinya murka.


“Berani-beraninya kau menemuiku! Kau bukan Anggota Sekte lagi, dasar tak berguna! Pasukan Kurung dia! pastikan kali ini Dia tak bisa keluar, jika tidak Kalian juga akan Ku habisi!”


“Hóng Wūyā, Kau tak perlu mengurungku lagi, Aku bahkan tak bisa keluar dari ruangan ini, benar begitu bukan? Dengarlah, apa yang akan Aku katakan, Aku satu-satunya yang tahu siapa Dewi Beracun itu sebenarnya, dan Dialah nanti yang akan menghabisimu, hah ... itu sudah tentu, kekuatanmu tak sebanding dengannya, Kau akan mati di tangannya Hóng Wūyā ...”


Anggota Sekte Bayangan terlihat kesal mendengar perkataan Yín Gōng, kini mereka mulai bersiap melakukan penyerangan, akan tetapi Hóng Wūyā tak mengizinkan mereka untuk melakukannya, sehingga membuat pertanyaan baru dalam benak Para Anggota Sekte. Yín Gōng yang telah tahu ini akan terjadi kini mulai memperlihatkan senyum sinisnya, dia paham betul kalau Hóng Wūyā memiliki rasa penasaran yang akan membuatnya terlihat sangat bodoh.


“Katakan, Siapa sebenarnya Dewi itu! Kalau tidak ... Kau akan tahu akibatnya!” kata Hóng Wūyā yang mulai kesal dengan teka teki yang di buat Yín Gōng


“Pasukan! bawa masuk Tahanan itu kesini!”


Seolah tahu siapa yang di maksud oleh Ketua Sektenya, pasukan itu segera bergegas melakukan tugasnya, tak lama dia kembali sambil berlari dan langsung menyampaikan bahwa tahanannya telah kabur. Hóng Wūyā terlihat sangat marah dan langsung melampiaskan kemarahannya kepada pasukan itu dengan cara membunuhnya.


Yín Gōng yang menyadari siapa tahanan yang di maksud oleh Ketua Sekte itu kini mulai tertawa dan menyindirnya.


“Hóng Wūyā, Rubah itu terlepas rupanya, Kau tenang saja, serahkan semuanya kepadaku, biar Aku yang menangkapnya, wah ... Anggotamu jelas tidak bisa diandalkan hanya mengurus Seekor Rubah saja tidak bisa, benar-benar menyedihkan.”


Hóng Wūyā dan seluruh Anggota Sekte mulai tak tahan dengan sindiran Yín Gōng, dia lalu menyuruh seluruh pasukannya untuk mencari Rubah itu, dan Para Anggota Sekte mulai melakukan pertarungan dengan Yín Gōng, Hóng Wūyā yang menyadari ada yang tidak beres dengan situasi saat ini, kini memasuki ruangan pribadinya seolah tak memperdulikan pertarungan sengit yang terjadi antara Anggotanya dan Yín Gōng.


***


Beberapa hari sebelum pertarungan di mulai, Táohuā yang sedang mencoba menjinakkan Seekor Serangga perlahan mulai terlihat peningkatannya, hingga pada akhirnya dia mulai melakukannya ke seluruh Serangga Beracun yang ada di perbatasan masuk Sekte Bayangan. Saat berhasil mengambil alih Serangga itu, dia melihat seorang wanita yang terlihat panik berusaha untuk menembus perbatasan.


Xiǎo Húlí kini mengubah wujudnya menjadi manusia agar bisa membakar Serangga Beracun yang terus saja menyerangnya, tetapi tiba-tiba dia kaget melihat seluruh Serangga itu masuk ke tubuh wanita yang baru dilihatnya, dia mencoba menerka-nerka apakah wanita yang dilihatnya adalah salah satu Anggota Sekte Tulang Putih.


Tanpa berpikir panjang dia pun mulai berlari ke arah Táohuā berharap dugaannya benar, Xiǎo Húlí bahkan tak terlihat takut saat sedang mendekati Dewi Beracun itu.


“Nona maafkan kelancanganku, Aku Xiǎo Húlí,apa Kau Anggota dari Sekte Tulang Putih?” tanya Xiǎo Húlí berharap dugaannya benar.


“Iya benar, apa yang terjadi? Mengapa Kau berada di Markas Sekte Bayangan? Apa kau salah satu dari tahanan Mereka?”


“Nona bisakah kita pergi dari sini lebih dulu? Pasukan sepertinya Mulai menuju ke arah sini.”


Taohua yang melihat kekhawatiran di wajah wanita itu dengan segera mengajaknya menuju Markas Sekte Tulang Putih.


Sesampainya di Markas Sekte Tulang Putih dia mulai menceritakan seluruh kejadian yang terjadi kepada semua Anggota Sekte termasuk Liánhuā sendiri, seperti yang di pesankan oleh Yín Gōng dia berharap Sekte Tulang Putih bisa menolong secepatnya.


Sambil bersujud di sertai tangisan Xiǎo Húlí terus saja bermohon untuk bisa menyelamatkan pasangannya itu.


Taohua yang melihatnya sekarang mulai menyadari bahwa sebenarnya telah terjadi kesalahpahaman dan hampir saja membunuh Yín Gōng pada saat itu, dalam hatinya mengatakan pantas saja Jiějiě selalu melarangnya untuk tidak membunuh pria pemanah itu.


“Hah, jelas semuanya bukan kebetulan,” kata yang terus di ucapkannya dalam hati sambil menatap Xiǎo Húlí


Tanpa berpikir panjang mereka pun mulai bersiap menuju ke Markas Sekte Bayangan.