The Journey Of Yi Lan And Zhen Di Feng

The Journey Of Yi Lan And Zhen Di Feng
Episode 5. Mengembalikan Ingatan



Mèimei tiba-tiba membuka matanya, sinaran matanya berubah, tatapannya kini fokus kearah depan dan mulai mengayunkan pedangnya.


"Putaran pedang berlawanan waktu menggunakan singkang, kembali memutar balik arah dengan kecepatan kilat, menebas dari kejauhan memotong angin dengan ketajaman ujung pedang, kini melesat menggunakan gingkang melakukan tarian bangau diudara, mengarahkan pedang kelangit, meluncur turun dengan tumpuan satu kaki tanpa membuat tekanan, kali ini memutar laju tubuhnya sembari melempar pedang ke atas langit dan mendorong pegangan pedang untuk menerbangkannya lebih jauh, tubuh terus berputar menanti pedang kembali, memutar setengah terbang, kini terlihat bayangan pedang turun dari langit memecah pedang di delapan penjuru mata angin dan mulai berputar berlawanan arah putaran tubuh, seiring kecepatan putaran, gaun pun mulai berubah, yang semula hitam kini menjadi merah, putaran melambat pedang pun menyatu dan memegangnya kembali, berhenti bersama petikan akhir kecapi".


Liánhuā tiba-tiba mengeluarkan darah dari mulutnya, energinya terkuras saat menormalkan aura iblis dalam tubuh Mèimei. Sadar akan hal itu Mèimei segera menuju kearahnya.


"Apa yang terjadi? Apa Kau baik-baik saja?" kata Mèimei yang semakin bingung dengan apa yang dilihatnya.


Liánhuā memandang Mèimei dengan senyuman sambil mengatakan.


"Táohuā, akhirnya kembali."


"Berhenti mengatakan hal yang sama terus menerus, lihatlah keadaanmu sekarang, bisakah Kau berdiri?" jawab Mèimei yang semakin mengkhawatirkan keadaan Liánhuā.


" Ayo berdirilah, Aku akan membawamu kembali ke gubuk itu, tempat ini tak memungkinkan untuk merawatmu," kata Mèimei sambil membantu Liánhuā berdiri


"Bukankah ... Kau tak ingin kembali kesana?" kata Liánhuā sambil memulihkan kembali kekuatannya.


"Apa boleh buat, Aku tak bisa membiarkanmu mati disini bukan?"


"Jangan kembali kesana jika akan membuatmu mengingat kenangan buruk, kembalilah nanti jika perasaanmu sudah membaik,"


"Tapi ... bagaimana denganmu? Jika harus seperti ini untuk mengetahui Táohuā, Aku tidak ingin melanjutkannya, maafkan Aku telah membuatmu seperti ini."


"Lalu apa Kau akan kembali? Dimana Kau tinggal?Apa kau memiliki tempat tinggal? Jika memilikinya maka kembalilah, biarkan Aku disini, kurasa ... lebih baik tak mengetahui apapun dibandingkan harus melihat banyak orang terluka karena rasa keingintahuanku, Aku hanya akan menunggu kapan burung phoenix itu menjemputku lagi."


"Sebenarnya Aku masih bingung dengan perubahan gaunku, tapi ... tak perlu mengetahuinya lagi" kata Mèimei yang masih tak tahu harus berbuat apa setelahnya.


Liánhuā yang tak terima dengan semua pembicaraan Mèimei, kini mulai memegang pinggang Mèimei untuk di ajaknya pergi bersama, dengan sisa kekuatannya diapun menghilang bersama Mèimei dan segera tiba di Markas Sekte Tulang Putih.


" Hormat kepada Ketua ..." ucapan seluruh Anggota Sekte Tulang Putih


Liánhuā segera masuk dan di ikuti Mèimei di belakangnya, Mèimei semakin di buat bingung olehnya. Liánhuā kini menuju ruangan pribadinya, Mèimei pun masih tetap mengikutinya.


Sesampai disana Liánhuā langsung duduk di atas batu giok untuk memulihkan kekuatan, tanpa menghiraukan Mèimei yang berada di ruangannya, Mèimei yang telah paham dengan hal semacam itu kini mulai sibuk melihat-lihat barang yang berada di ruangan pribadinya sambil sedikit berceloteh dengan pelan.


"Wah, Yī Tuán Bīng Kau benar-benar Pria yang aneh, Kau selalu memajang Bunga Persik di ruanganmu, bukankah ... itu hal yang sering dilakukan oleh banyak wanita? Tapi mengapa Kau juga melakukannya?" sindir Mèimei sambil tersenyum.


Mèimei kembali duduk di ranjang Liánhuā,


"Apa kali ini akan membutuhkan waktu lama untuknya? Ah, Aku sangat mengantuk, Yī tuán bīng pinjam kasurmu sebentar saja," kata nya sambil mulai mengatur posisi untuk tidur, dan tak butuh waktu lama untuk membuatnya terlelap.


Tak lama berselang Liánhuā pun selesai melakukan pemulihan kekuatannya, saat keluar dia melihat Mèimei tertidur dengan pulasnya, Liánhuā tersenyum sembari menghampiri Mèimei dan mulai membelai rambutnya.


" Tidurlah, jangan memikirkan apapun semua akan baik-baik saja, Táohuā ..." kata Liánhuā sedikit membisikan ketelinga Mèimei.


Liánhuā keluar dari ruangannya dan meninggalkan Mèimei yang masih tertidur pulas, kini dia menuju keruang pertemuan dimana para anggotanya telah menunggu informasi baru darinya.


"Ketua apa Nona Táohuā telah pulih?" tanya salah satu anggotanya


"Belum sepenuhnya, Dia belum mengenal siapa Táohuā, Kekuatan Iblisnya telah ternetralisir jadi Dia tidak akan membahayakan yang ada di dekatnya, tetapi ... jangan membuatnya panik, jika Dia terlihat waspada lebih baik menjauhlah, kalau tidak ... Racun yang Dia miliki akan segera mempengaruhinya dan akan berbahaya juga pada kalian," kata Liánhuā menjelaskan.


Seluruh Anggota Sekte menganggukan kepala tanda mengerti dengan penjelasan Ketua Sekte.


"Yī Tuán Bīng ... Yī Tuán Bīng ... dimana dirimu," teriak Mèimei sembari mencari ke segala ruangan.


Karena teriakan Mèimei semua anggota tersenyum mendengar nama Ketua Sekte mereka.


"Rupanya, Ketua Sekte kita telah di buatkan nama oleh Nona Táohuā," kata salah satu Anggota Sekte


Liánhuā yang terlihat malu dan kesal langsung meninggalkan ruangan dan menemui Mèimei.


"Apa yang terjadi? Mengapa sudah bangun? istrahatlah dulu," kata Liánhuā sambil mengarahkan Mèimei menuju ruangannya kembali.


Setibanya disana Mèimei memulai pembicaraannya, "Mengapa Kau pergi tanpa membangunkanku? Apa maksudmu membawaku kesini? Yī Tuán Bīng apa kau baik-baik saja?"


"Kau tidur sangat nyenyak, jadi ... Aku tak ingin membangunkanmu," jawab Liánhuā


"Apa kau baik-baik saja? Entahlah ... Aku begitu mengkhawatirkanmu."


"Benarkah? Tapi ... mengapa terlihat sangat pulas saat tidur?" tanya Liánhuā sembari melempar senyuman pada Mèimei


Tak lama berselang, Xiǎo Mìfēng salah satu Pelayan di Sekte Tulang Putih datang menemui mereka berdua dengan membawakan makanan.


Xiǎo Mìfēng adalah pelayan setia Nona Táohuā tapi saat ini dia hanya bisa menunggu tuannya segera pulih, mendengar kabar kalau tuannya kembali dia sangat bahagia sehingga membuatkan makanan kesukaannya.


"Xiǎo Mìfēng datang ..." teriaknya sambil memasuki ruangan.


Melihat tingkahnya yang ceria Mèimei langsung senang melihatnya seolah memiliki teman yang sama dengan sifatnya.


" Xiǎo Mifēng? Wah, Namamu lucu sekali" kata Mèimei memperhatikan teman barunya itu.


"Tentu saja, Nona Táohuā yang memberikan nama itu untukku," kata Xiǎo Mìfēng sambil meletakkan makanan di atas meja.


Liánhuā yang tidak di hiraukan lagi kini mulai berdiri dan berkata "Makanlah, Aku ada urusan sebentar nanti Aku kembali, dan Kau Xiǎo Mìfēng layani Tuanmu dengan baik."


Mereka berdua menjawabnya dengan anggukan, kemudian melanjutkan pembicaraan yang panjang.


"Hei, Xiǎo Mìfēng apa dirimu telah lama tinggal disini?" tanya Mèimei.


"Tentu saja, bahkan sudah sangat lama, Aku adalah Pelayan setia Nona Táohuā, Dia selalu menganggapku seperti Adiknya" jawab Xiǎo Mìfēng sambil memberikan makanan pada Mèimei.


"Xiǎo Mìfēng, bisakah Aku bertanya sesuatu padamu? ini tentang Yī Tuán Bīng," tanya Mèimei lagi dengan sedikit berbisik.


"Yī Tuán Bīng? maksud Nona Táohuā ... Ketua Sekte?" tanya Xiǎo Mìfēng lagi yang mulai merasa aneh karena Tuannya masih mengingat nama julukan Ketua Sekte.


" Apa Dia adalah Ketua Sekte? Benarkah?" tanya Mèimei lagi yang kini semakin bingung.


Xiǎo Mìfēng menganggukkan kepala sambil tersenyum dan berkata.


"Nona Táohuā, rupanya meski Kau lupa dengan ingatanmu tetapi Kau masih mengingat Nama julukan Ketua Sekte"


"Nona Táohuā? Apa maksudmu ... Aku mirip dengan Tuanmu?"


Xiǎo Mìfēng menggelengkan kepala karena ingatan Tuannya yang belum pulih.


"Bukan mirip tetapi Kau adalah Nona Táohuā Tuanku, apa Kau benar-benar tidak mengingatnya?"


Mèimei menggelengkan kepalanya dan mulai bertanya lagi, "Tapi benarkah seperti itu? apa Aku adalah Táohuā?".


Xiǎo Mìfēng menganggukkan kepala agar tuannya yakin.


" Baiklah, ternyata dugaanku benar, pantas saja Dia selalu mengatakan Táohuā padaku, bahkan Jiějiě juga melakukan hal yang sama."


Mèimei kembali memandangi Xiǎo Mìfēng seakan ingin menanyakan banyak hal pada pelayannya itu.


"Xiǎo Mìfēng, bisakah Aku bertanya lagi?"


"Katakan saja Nona Táohuā, Aku siap menjawab semua pertanyaanmu."


"Baiklah kalau begitu, apa Kau tau seberapa dekat hubungan Tuanmu ini dengan Ketua Sekte itu?" tanyanya sedikit berbisik.


"Ah, soal itu tentu saja Aku mengetahuinya, bahkan semua orang yang ada di sini mengetahui jelas hubunganmu dengan Ketua Sekte," jawab Xiǎo Mifēng


"Hei, kecilkan sedikit suaramu, dan jangan berbelit-belit, katakan dengan jelas," kata Mèimei yang semakin penasaran di buatnya.


Xiǎo Mìfēng menganggukkan kepala lagi dan mulai menjawab pertanyaan Tuannya.


"Kau adalah Pasangan Ketua Sekte lebih tepatnya Kau adalah genggamannya, kalian adalah pasangan yang serasi, wah, Aku benar-benar menganggumi kalian berdua," jawab Xiǎo Mìfēng sambil menatap langit-langit ruangan itu seolah sedang berada dalam lamunannya.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki, yang mereka tahu itu adalah Liánhuā.


"Hei, Xiǎo Mìfēng, Kau harus merahasiakan pembicaraan Kita ini, jangan memberi tahukan kepadanya, Ah ... mengapa Dia sudah datang, bahkan Aku belum sempat bertanya Siapa namanya kepadamu," kata Mèimei berbisik.


Xiǎo Mìfēng pun menjawab "Baiklah, Kau bisa mengandalkanku Nona Táohuā."


"Dia sudah dekat bersikaplah biasa," kata Mèimei lagi


Xiǎo Mìfēng membalasnya dengan anggukan tanda mengerti.