
Kini Yín Gōng mulai menatap Gadis itu kembali, pada akhirnya suara lembut itu keluar dari bibir Xiǎo Húlí, Gadis yang sangat disayanginya. Dengan pelan dia bersuara.
“ Yín Gōng, Kau kah itu?” kata Xiǎo Húlí meyakinkan apa yang sedang di hadapannya sekarang.
Yín Gōng hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Dia mulai menyandarkan Xiǎo Húlí ke bahunya, sambil menatap langit-langit ruangan dan terbuai dalam lamunan bersama.
Yín Gōng mulai mengingat kenangan masa lalunya saat bersama Xiǎo Húlí . Kenangan masa lalu yang begitu indah tetapi kini menyiksa batinnya saat ini.
Xiǎo Húlí adalah Gadis jelmaan Rubah, parasnya yang cantik dan memukau jelas dimiliki setiap Rubah tak terkecuali dirinya.
Kehidupan bagaikan petualangan baginya, dia tak ingin diam di satu Alam saja, menjelajahi semuanya adalah keinginannya yang teramat sangat. Xiǎo Húlí gadis yang penuh keceriaan, meskipun hanya sendiri dalam petualangan dia tetap menikmatinya.
Di Bumi adalah hal yang begitu menarik bagi Xiǎo Húlí, teringat saat pertama berada di dalamnya, dia terlihat seperti hewan liar yang sangat di inginkan sebagai hasil buruan, jelas tampak seperti santapan lezat bagi hewan lainnya.
Xiǎo Húlí tak terlihat seperti Manusia saat pertama kali menempati Bumi, tapi itu bukan waktu yang lama, alasannya kenapa, itu karena kekuatan yang dia miliki sangat terbatas dan untuk ke Bumi harus begitu menguras kekuatannya, meskipun begitu dia tetap melakukannya demi petualangan yang baru.
Dalam Hutan yang penuh dengan aroma khas Bumi, dia melangkah perlahan layaknya seekor hewan yang berjalan dengan keempat kakinya, itulah yang seharusnya terjadi tapi tak masalah untuk saat ini. Di sana dia melihat Seekor Kelinci yang sedang sibuk mencari makanannya, tidak seperti yang dipikirkan seekor pemburu, dia tampak menyenangi Kelinci itu dan bermaksud menjadikannya teman selama dia di Bumi.
Xiǎo Húlí bahkan melupakan wujudnya saat ini, saat di dekati Kelinci itu segera menjauhinya, jelas terlihat sangat ketakutan, dia pun mengejarnya seolah tak mengerti mengapa Kelinci itu melakukan hal ini kepadanya, sungguh Gadis yang bodoh, benar-benar bodoh.
“Hei, tunggu Kau mau ke mana? Hei, bisakah Kita berteman? Jangan pergi ... apa Kau tidak lihat Aku begitu cantik? Mengapa Kau melihatku seperti Hewan yang ingin memangsamu? hah, Dia sudah salah menilaiku, aiyo ... melelahkan sekali mengejarnya,” kata Xiǎo húlí yang masih belum menyadari bahwa dirinya saat ini jelas seperti seekor hewan pemangsa.
“Baiklah, jika tak ingin berteman, Aku tak akan memaksamu, hah ... wajah cantik begini mengapa membuatnya takut? Astaga! Pantas saja, ah ... mengapa tak mengingatnya dari tadi, wajar saja Dia lari, ayolah ... mengapa masih dengan wujud seperti ini? Harus berapa lama menunggunya untuk pulih.”
Pada akhirnya Xiǎo Húlí menyadari keadaannya saat ini, tapi tiba-tiba dia mendengar suara aneh mengaum, sepertinya tak jauh dari dia berada, ketika dia menoleh ke belakang terlihat Hewan yang jelas lebih besar dari dirinya.
“Ah, apalagi ini? Aku jelas terlihat seperti Kelinci di hadapannya, tapi ... haruskah aku berlari? Ah, itu tidak mungkin, Aku sangat lelah kali ini, bisakah ... mencoba bernegosiasi dengannya? Seharusnya bisa, bukankah ... Aku ahli dalam hal seperti itu? Baiklah, apa salahnya mencoba,” kata Xiǎo Húlí dalam hati kemudian mulai menarik napas panjang dan membuat suara penuh kelembutan.
“Hai, apa Kau telah lama tinggal disini? Bisakah ... kita berteman? Baiklah, begini maksudku, jika Kau tidak ingin berteman denganku ... itu tidak masalah, Kau juga bisa meninggalkanku sekarang.”
Hewan ganas itu semakin mendekat, seakan telah siap untuk menerkamnya, tetapi tetap saja Gadis bodoh ini masih tetap bernegosiasi.
“Apa Kau akan memangsaku? Ah, ayolah Aku baru saja sampai, jika Aku mati sekarang itu tidaklah adil, Aku belum melihat banyak hal disini, dan Kau juga tentu akan menyesalinya, apa ini? bahkan Kau tak bertanya mengapa, baiklah ... Aku perjelas sekarang, Kau akan menyesal jika tak melihat kecantikanku, Astaga! Hewan ini bahkan tak peduli.”
Kali ini jauh dari dugaan Xiǎo Húlí, Hewan itu mulai melompat untuk menerkamnya, Xiǎo Húlí hanya bisa pasrah, tiba-tiba terlihat panah melesat dari arah yang sepertinya begitu jauh,tepat mengenai Hewan liar itu hingga mati.
Xiǎo Húlí terlihat tenang, tetapi hanya sesaat saja, itu karena dia mulai memikirkan hal yang aneh.
“Hah, Akhirnya Dia mati, astaga ... tidak! Jika Dia mampu membunuh Hewan besar ini ... bagaimana denganku? Bukankah ... itu akan lebih mudah lagi? Aiyo ...percuma saja, pada akhirnya Aku tetap mati, Aku menyerah! Bunuh saja sekarang, pastikan tidak terasa sakit untukku”
*Angin mulai menghembus terasa menyejukkan, dari kejauhan masih terlihat samar-samar.
Burung bersiul seakan ikut memandu, menggoda hati serasa ingin tahu.
Langkah kaki semakin jelas, berjalan perlahan mengikuti suara kecapi.
Sosok Pria berjalan menghampiri Xiǎo Húlí, dengan tubuhnya yang kekar, parasnya yang tampan bahkan terlihat gagah saat dia melangkah, membuat Xiǎo Húlí semakin sulit berlari, kini dia mulai membuat banyak perkataan dalam hati.
“Ah, membuatku dilema saja, ini momen yang langka dalam hidupku, jika Aku belari bagaimana bisa melihatnya dengan begitu lama? Tapi ... jika Aku tak berlari, ini akan menjadi akhir ceritaku, wah ... wajahnya tampan sekali, Aku harus mengatakan apa padanya nanti, bisakah kita berteman? Ah, jangan menggunakan kata itu lagi, sepertinya ... kata itu sama halnya dengan, Kau bisa memakanku sekarang? bukankah ... mengerikan? Aiyo ... apa yang harus Aku katakan, Dia mulai mendekat sebaiknya Aku diam saja, mana ada Hewan berbicara, dasar bodoh!”
Kali ini Pria itu berada di depannya, dan mulai duduk berjongkok tepat di hadapan Gadis itu, yang kini masih Seekor Rubah.
“Ah, ini benar-benar menyedihkan, harusnya ... Dia melihat wajah asliku, bukan seperti ini.”
“Apa Kau baik-baik saja? Kau Gadis yang berani rupanya, bisa-bisanya turun ke Bumi dengan kekuatanmu yang serendah ini, baiklah ... itu tidak masalah, Kau akan pulih nanti, Kita akan menunggunya bersama,” kata pria pemanah itu sambil terus memandangi rubah itu.
“Astaga! Dia mengetahui semuanya, jangan-jangan Dia juga ... Ah, banyak yang turun ke Bumi jelas itu tak mengherankan, bisa-bisanya Dia meremehkan kekuatanku, tunggu saja nanti setelah Aku pulih.”
Tak lama berselang Rubah itu kembali menjadi Gadis cantik, sehingga membuat Pria Pemanah itu terpukau melihatnya. Seperti biasa dia langsung melampiaskan kekesalannya pada Pria itu.
“Pada akhirnya Aku kembali, hei! Apa yang katakan tadi? Kekuatan yang rendah? Kau telah salah menilainya, yang sebenarnya ... Aku sedang menghemat, jadi Kau jangan meremehkanku,” kata Xiǎo húlí melampiaskan kekesalannya.
Pria Pemanah itu hanya tersenyum mendengarnya dan mulai meledek Gadis itu lagi.
“Tapi ... bukankah karena sedang berhemat Kau hampir berakhir.”
“Itu karena ... karena Aku sudah menyadari Kau akan datang menyelamatkanku, jadi ... untuk apa Aku harus mengeluarkan kekuatanku.”
“Benarkah itu? Wah, kebetulan sekali rupanya, terdengar seperti cerita yang sempurna, apa Kau tahu selain sebagai penyelamatmu apa yang Aku lakukan disini?”
Gadis itu hanya menggelengkan kepala karena tak mengetahuinya.
“Baiklah, Aku perjelas sekarang, Aku kesini sedang berburu, tetapi bukan seperti Hewan yang Aku panah tadi, melainkan sejenis Dirimu, itu alasannya mengapa Aku menyelamatkanmu” kata Pria itu seolah ingin menakut-nakuti.
“Aiyo, jangan seperti ini, rupanya Aku menyesal telah mengagumimu, ternyata Kau sama saja dengannya," sambil menunjuk Hewan besar yang hampir menerkamnya tadi
“Mengagumiku?” tanya Pria Pemanah untuk meyakinkan apa yang di dengarnya barusan.
“Hanya saat tadi! Tidak untuk sekarang!” jawab Xiǎo Húlí kesal.
Melihat wajah yang mulai cemberut, pria itu mulai menghentikan candaannya.
"Sudahlah, itu tidak akan terjadi, Aku hanya bercanda, hei, apa kau punya nama? Bisakah ... Aku tahu Namamu?"
"Namaku? Tidak ada, Aku tak memilikinya."
"Ah, begitu rupanya, kalau begitu Aku akan memanggilmu dengan Nama ... Xiǎo Húlí, apa Kau menyukainya?"
Gadis itu menganggukan kepalanya tanda setuju, sambil tersenyum seolah menyukai nama yang pria itu berikan.