The Journey Of Yi Lan And Zhen Di Feng

The Journey Of Yi Lan And Zhen Di Feng
Episode 60. Keanehan Yi Lan



Mendengar pertanyaan dari Yi Lan, Huálì pun dengan sedikit ragu menjawabnya, "Ayahku ... Seorang Pedagang Arak."


"Jika hanya sekedar Pedagang Arak, mana mungkin Pangeran Kàn Yún bisa menyeret Ayahmu, Nona ...." ujar Pangeran Lóng Huǒ yang seolah ragu dengan pekerjaan Ayahnya.


"Aku tak tahu pasti, yang Aku tahu hanyalah sebagai Pedagang arak, itu saja tapi ... ketika Ayahku akan pergi mengantarkan barang dagangannya, Ia selalu melarangku untuk ikut dengannya, meski hanya sekedar membantu membawakannya, entah apa alasannya akupun tak mengetahui hal itu," jawab Huálì menjelaskan.


"Baiklah Nona Huálì, untuk sementara waktu, Kau tinggalah disini, akan sangat berbahaya jika Kau kembali ke rumahmu. Soal Ayahmu, Kita akan mencaritahunya nanti. Banyak kasus yang belum terselesaikan, bahkan sekarang Pangeran Kàn Yún telah menambahnya lagi," ucap Pangeran Jīnlóng.


"Apa ... benar Aku bisa tinggal disini? Tapi ... sekali lagi apakah ini bukan sebuah jebakan untukku?" Huálì bertanya dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Kak Huálì, Kau tak perlu khawatir, jika Kita ingin menjebakmu pasti sudah sedari tadi Kakak Pertamaku telah menyeretmu juga, sama seperti yang di lakukan prajurit itu kepada Ayahmu. Kau tinggalah bersamaku, lagipula Aku tak memiliki teman bermain," kata Yi Lan melanjutkan, yang segera di jawab Huálì dengan anggukan setuju di sertai senyuman ke arah Yi Lan.


Pangeran Jīnlóng, tiba-tiba teringat kembali tujuannya untuk datang kemari, "Oh ya Kakak, Aku hampir lupa. Besok adalah sidang dari Perdana Menteri Li Feng, sepertinya Kaisar tak ingin menundanya terlalu lama, Ia mungkin berpikir jika lama menundanya akan banyak alasan yang tidak masuk akal yang terjadi di dalam sidang. Seharusnya ini bisa menguntungkan Kita, tapi ... kelihatannya Pangeran Kàn Yún, tak terlihat panik. Bahkan saat ini Ia malah sibuk mengerjakan sesuatu yang buruk lagi, entahlah mendengar berita baru ini Aku jadi penasaran, apa yang akan Ia lakukan besok.


Ada baiknya Kakak Ketiga ikut hadir dalam sidang itu, dan yang lainnya tetaplah disini, menjaga kemungkinan buruk yang terjadi di luar rencana, karena hal licik pasti saja akan ada dalam rencana Mereka."


"Tentu saja Aku akan ikut denganmu, Aku ingin melihat dengan jelas Para Prajurit Kerajaan menyeretnya secara tidak hormat. Ah, Aku bahkan berharap Dia di hukum gantung seperti Perdana Menteri Li Feng," tutur Pangeran Lóng Huǒ melampiaskan kekesalannya.


"Itu tidak mungkin terjadi Kakak...." ucap Yi Lan yang membuat semuanya memandang ke arah Yi Lan dengan tatapan aneh.


"Hei, Adik manis. Mengapa hal itu tidak mungkin?" tanya Pangeran Lóng Huǒ sekaligus mewakili rasa penasaran dari semuanya.


"Entahlah, tapi yang akan terjadi bukanlah seperti yang Kau bayangkan Kakak ...." jawab Yi Lan dengan pandangan polos ke arah Pangeran Lóng Huǒ. Pandangan yang membuat semuanya penuh tanda tanya dengan keanehan yang semakin nampak dalam diri Yi Lan.


"Lóng Huǒ ...." tegur Pangeran Li De Lóng agar mengakhiri leluconnya.


"Ah, Baiklah-baiklah Aku akan pergi, Jīnlóng apa Kau juga tidak akan pergi?"


"Iya Kakak, Aku juga harus segera pergi, Baiklah semuanya, Aku permisi" sambung Pangeran Jīnlóng sembari Keduanya membungkuk dan berlalu pergi.


"Kakak, ayo Kita ke kamar temani Aku meletakkan bunga ini di vas kosong yang ada di kamarku," kata Yi Lan sembari menarik tangan Huálì untuk pergi ke kamar bersamanya.


Tinggallah Kedua Pangeran bersama Para Pengawal setia mereka, "Kakak, sepertinya ada yang aneh dengan Pribadi Yi Lan, mengapa setiap hal yang Adik Kita bicarakan selalu saja terjadi, dan terlihat Ia mengetahui semua hal itu, seperti saat Yi Lan menyuruhmu mengambil bunga di bukit, saat Kau pergi, Aku mendengar perkataannya dengan suara pelan berilah Ia senyuman Kakak, dan Kau harus mengalah kata yang masih ku ingat sampai saat ini, perkataan itu di tujukan untukmu tapi entah apa Aku pun tak tahu, saat Aku bertanya kepadanya lagi mengapa Ia mengatakan hal itu, Ia hanya menjawabnya dengan Kau akan tahu sendiri nantinya Kakak bahkan Aku hanya bisa diam mendengar jawaban aneh itu. Yi Lan bangun sangat Pagi tadi dan langsung memandang keluar jendela, Aku pikir Ia sedang melamun setelah kutanya jawabannya Ia sedang menanti Seorang Teman, Aku tak yakin dengan jawabannya karena jika Ia memiliki teman, Aku sudah jelas akan mengenalinya juga, setelah beberapa lama Yi Lan terlihat cemas dan langsung menuju halaman rumah, sepertinya Ia mengkhawatirkan teman yang di nantikannya begitu lama untuk tiba di sini. Aku dan Lóng Huǒ semakin penasaran dengan Teman yang di nanti Yi Lan dengan begitu cemas itu, hingga Nona Huálì tiba bersamamu, Aku masih tak yakin kalau itu teman yang di nantikannya karena Yi Lan tak mengenalnya sama sekali. Aku mengingat Bahkan sampai Kau kesini Ia bertanya jika Kau melihat sesuatu disana. Entahlah Kakak, hal itu pun membuat rasa penasaran dengan keanehan Adik Kita semakin bertambah, Aku sampai tak bisa menyimak dengan baik apa yang Kalian bicarakan tadi," kata Pangeran Li De Lóng menjelaskan.


"Dari apa yang Kau katakan, sepertinya Yi Lan tahu sesuatu tetapi tidak sepenuhnya, kelebihan ini sangat jarang di miliki, tapi dari kecemasannya yang Kau ceritakan ada kemungkinan Ia tak bisa menebak semua yang terjadi. Semua tak ada yang kebetulan, Yi Lan memiliki kelebihan itu mungkin sudah aturan langit, karena dengan aturan itulah Ia hanya akan bisa menebak jika langit mengizinkannya. Yi Lan, Anak itu sejak kapan memiliki kelebihan ini," jawab Pangeran Shuǐlóng.


Di sela perbincangan Pengawal Dìbàng, ikut menceritakan pengalaman anehnya yang juga tentang Yi Lan, "Maaf Pangeran, setelah mendengar hal ini, Aku teringat kejadian saat dimana Aku bertugas bersama Pengawal lainnya untuk menangkap Pemberontak. Waktu itu Aku akan berangkat dari Paviliun ini menuju perkemahan Pangeran Ketiga, saat Akan menuju halaman, Putri Yi Lan telah berdiri di halaman rumah sambil memegang sebuah apel. Tiba-tiba Ia bertanya kepadaku, apakah Aku akan menjalankan tugas? Aku menjawabnya iya Putri, kembali Ia bertanya kalau Aku sudah makan, lalu Ia memberikan apel yang di pegang Putri Yi Lan kepadaku, Aku belum sempat memakannya karena harus menyelesaikan tugasku, tetapi ketika menjalankan tugas pemberontak itu memanahku tanpa bisa mengelak dan hanya bisa mundur beberapa langkah, tapi tetap saja panah itu mengenaiku, Aku pikir Aku akan terluka, ketika rasa sakit itu tak terasa sama sekali, Aku pun memeriksanya dan ternyata panah itu hanya mengenai apel pemberian Putri Yi Lan yang belum sempat Aku makan. semula Aku berpikir ini hanya kebetulan saja, tetapi setelah kejadian ini Aku baru menyadari kalau Putri Yi Lan sebenarnya telah tahu bahwa Aku saat itu akan dalam bahaya."


"Kalau seperti itu, berarti perkataan Lóng Huǒ yang sempat di sangkal Yi Lan apakah akan terjadi?" tutur Pangeran Li De Lóng yang tiba-tiba mengingat perkataan Yi Lan yang terus mengundang tanda tanya.


"Kita akan melihat hasilnya besok, Aku bahkan penasaran dengan ucapan itu," balas Pangeran Shuǐlóng.


"Baiklah Pangeran, kalau begitu kami permisi," ucap Para Pengawal sembari membungkuk memberi hormat.


"Baiklah, silahkan," Ucapan Kedua Pangeran.