
Liánhuā kini telah tiba, disaat yang sama Xiǎo Mìfēng sedang membereskan peralatan makan dan bersiap untuk keluar dari ruangan.
"Nona Táohuā, Ketua, Xiǎo Mìfēng pergi dulu,"
kata pelayan itu sambil membungkukkan badannya.
"Baiklah, silahkan," Liánhuā menanggapi.
Liánhuā kini beralih ke arah Mèimei, akan tetapi Mèimei mulai semakin gugup karena mengingat jawaban-jawaban Xiǎo Mìfēng tadi.
"Ah, mengapa Aku menjadi gugup seperti ini, ayo Mèimei kendalikan dirimu, bisakah telihat biasa saja di depannya, Ah ... harusnya tak banyak mengetahui hal-hal aneh seperti ini, Aku bahkan semakin bingung harus mulai dari mana ketika mengingat kata Pasangan," kata Mèimei dalam hati sambil terus mengalihkan pandangannya dari tatapan Liánhuā.
"Ada apa denganmu? Mengapa wajahmu memerah, Kau baik-baik saja?" tanya Liánhuā dengan menempelkan tangannya kewajah Mèimei untuk memastikan kalau dia baik-baik saja.
"A ... Aku? Kenapa wajahku? tidak maksudku ... Aku tidak apa-apa," jawab Mèimei kembali
"Mengapa tiba-tiba Kau sulit berbicara? Biasanya Kau akan banyak bicara," tanya Liánhuā curiga.
"Ah, Benarkah? Itu karena ... Aku sekarang merasa ... kekenyangan, ya, mungkin karena itu, hei Yī Tuán Bīng berhentilah untuk mencurigaiku" jawab Mèimei kesal.
Liánhuā yang mulai mengerti dengan kegugupan Mèimei, kini mulai mengalihkan pembicaraan, diapun bertanya kepada Mèimei.
"Apa Kau masih ingin mengetahui siapa Táohuā?"
Mèimei kini mulai menanggapinya dengan tenang,
"Sebenarnya Aku ingin tahu lebih banyak lagi, hanya saja ... Aku belum siap untuk saat ini, tapi Yī Tuán Bīng bisakah aku bertanya sesuatu padamu?"
"Tentu saja, apa yang ingin kau tanyakan?"
"Ini hanya soal sepele, tapi Aku harus menanyakannya padamu, mengapa Kau membawaku kesini? Bukannya aku tidak menyukai tempat ini, hanya saja... Aku harus menunggu Burung Phoenix itu menjemputku lagi, jika Aku tinggal disini bukankah itu juga akan merepotkanmu?" tanya Mèimei yang mulai bingung dengan keadaannya saat ini.
"Aku membawamu kesini karena ini adalah tempatmu, dan Burung Phoenix itu tidak akan menjemputmu lagi, karena Kau telah kembali ke tempatmu yang sebenarnya," jawab Liánhuā
"Tapi jika saat ini Kau belum siap untuk memulihkan ingatanmu itu tidak masalah, Aku akan menunggu sampai Kau telah siap untuk melakukannya, jangan terlalu mengkhawatirkan keadaanmu, ini sudah tempatmu sendiri," kata Liánhuā lagi untuk menenangkan Mèimei.
Mèimei mengangguk tanda mengerti meskipun dia merasa sedikit asing dengan tempatnya sendiri, tapi pikirannya terus saja berkecamuk, disisi lain dia merasa percaya dengan apa yang mereka jelaskan , tetapi di lain sisi dia merasa dirinya telah masuk dalam jebakan.
"Mèimei mengapa Kau begitu bodoh, jika saja Jiějiě masih disini, ini tidak akan terjadi," kata Mèimei dalam hati.
Liánhuā yang melihatnya tengah melamun, diapun langsung berpura-pura batuk, sontak membuat lamunan Mèimei seketika buyar.
"Apa yang terjadi? Apa kau belum sepenuhnya pulih? Jika saja kau tidak memaksaku untuk melakukan tarian pedang, ini tidak akan terjadi padamu bukan?" Mèimei mulai kesal dengan dirinya sendiri
"Yī Tuán Bīng, Kau sepertinya tahu banyak tentang kekuatan yang ada di diriku, kejadian kemarin saat di Bukit itu, sekarang Aku telah memahaminya, rupanya mereka sengaja ingin membunuhku untuk satu alasan, semua itu untuk merebut Kekuatan Iblis yang Aku miliki dan sekarang jika Kau ingin melakukan hal yang sama dengan cara seperti ini, Aku hanya bisa mengatakan lakukanlah sekarang, bahkan Aku tak akan melakukan perlawanan, Aku telah berjanji kepada Jiějiě untuk terus melakukan hal yang baik, tanpa harus menggunakan kekuatanku untuk menyakiti siapapun, sekalipun Dia telah menjahatiku, jelas itu sangat membebaniku, tapi ... Aku harus melakukannya karena Aku begitu menghormati pengorbanannya, Aku berharap Kau tak akan terus melakukan kebohongan, jika Kau telah melakukan rencana maka selesaikan saat ini juga, hah ... apa lagi yang bisa kulakukan sekarang, Mèimei Kau begitu lemah," kata Mèimei sambil menopang dagunya setelah selesai bicara.
"Tak ada yang sedang ingin membohongimu disini, bahkan jika Aku memiliki rencana, satu-satunya yang ingin Aku lakukan saat ini adalah memulihkan ingatan Táohuā, Aku tahu kekuatan yang Kau miliki akan menjadi rebutan dan yang terpenting adalah tak akan ada yang bisa mengambilnya darimu, Táohuā, jangan memikirkan hal buruk yang belum tentu akan terjadi, tidurlah hari sudah malam, jika besok Kau telah siap , Aku akan membantu memulihkan ingatanmu."
Liánhuā pun mengajaknya berdiri dan mengantarnya menuju tempat tidur "Tidurlah jangan memikirkan hal yang aneh, Aku akan melanjutkan bermeditasi dan satu lagi berhenti memikirkan hal yang buruk tentangku, itu tidak menyenangkan," kata Liánhuā sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Mèimei yang masih duduk di tempat tidurnya dan melanjutkannya dengan senyuman.
Liánhuā pun mulai bermeditasi di atas batu giok yang berada tak jauh dari tempat tidur Mèimei, Mèimei yang telah berbaring masih terus menatap Liánhuā dan berkata dalam hatinya.
"Jika dilihat-lihat Dia tidak begitu buruk, ada apa denganku? maksudku ... Dia tidak telihat jahat sama sekali, Yī Tuán Bīng maafkan Aku, jika Aku benar-benar Táohuā, Aku jelas telah melakukan kesalahan besar padamu karena telah membuatmu seperti ini, hah ... Mèimei ... Mèimei ... Kau jelas tak bisa di andalkan."
Mèimei yang masih saja menatapnya kini mulai merasa kantuk perlahan menutup matanya dan pada akhirnya tertidur dengan lelap.
Keesokan harinya, saat Mèimei terbangun dia melihat Liánhuā tetap diposisinya masih terus melakukan meditasi.
"Bukankah itu sangat melelahkan?" katanya dalam hati dan masih tetap memandangi Liánhuā.
Tak lama berselang Liánhuā pun membuka matanya, Mèimei yang sedari tadi menatapnya kini berpura-pura menutup mata seolah masih dalam keadaan tidur, itu terlalu sering di lakukan Táohuā jadi tak akan bisa lagi digunakan untuk membohongi Liánhuā.
"Berhentilah berpura-pura, ini terlalu sering digunakan."
Sadar jika kepura-puraannya telah diketahui, Mèimei mulai membuka matanya dan mulai tersenyum, Liánhuā membalas senyumannya sambil menggelengkan kepala karena tingkah Mèimei yang selalu saja melakukan hal ini.
"Xiǎo Mìfēng datang ..." teriak Pelayan itu dan langsung masuk tanpa meminta ijin terlebih dahulu
"Ah, Nona Táohuā Kau sudah bangun? apa Kau mimpi indah semalam?" sambungnya lagi.
Seperti biasanya Liánhuā segera keluar dari ruangannya tanpa berpamitan, Mèimei dan Xiǎo Mìfēng pun tak memperdulikannya.
***
Liánhuā diruang pertemuan sedang berdiskusi dengan seluruh anggotanya, dia menginformasikan bahwa kali ini dia akan memulihkan ingatan Nona Táohuā tetapi dia meminta kepada Anggotanya untuk tidak menemui dirinya sebelum pemulihannya selesai.
"Tapi bagaimana dengan Sekte Bayangan?" tanya salah satu Anggotanya
"Terus cari informasi tentang rencana Mereka selanjutnya," jawab Liánhuā.
"Baik Ketua...!" jawab seluruh Anggota Sekte, dan kemudian membubarkan diri.
Liánhuā pun demikian, dia segera menuju ruangannya kembali. setibanya disana dia melihat Táohuā dan Xiǎo Mìfēng sedang asyik mengobrol.
"Xiǎo Mìfēng Kau kembalilah dulu, jangan menemui Nona Táohuā sebelum Aku mengijinkannya," kata Liánhuā mengingatkan.
Xiǎo Mìfēng yang telah mengerti maksud Ketuanya, segera membungkukkan badannya dan beranjak pergi.