The Journey Of Yi Lan And Zhen Di Feng

The Journey Of Yi Lan And Zhen Di Feng
Episode 42. Siasat



Di tempat lainnya, Pangeran Li De Lóng yang telah sampai di Istana, menemui Pangeran Li Jīnlóng untuk membicarakan perencanaan. Saat berjalan menuju Ruang Pangeran Keempat, Ia berpas-pasan dengan Pangeran Kàn Yún yang baru saja keluar dari ruang Kaisar.


"Li Kàn Yún, memberi salam. Apa kabar Kakak Kedua? Kau baru saja kelihatan, apa ... Kau menambah profesi sebagai Pengasuh? Pantas saja rencana-mu selalu berantakan. Kakak, ada baiknya Kau memfokuskan Dirimu dalam Kerajaan karena sedikit lagi semuanya akan hancur."


"Lakukan saja sesuai rencana yang kalian buat, selagi masih bisa mengandalkan akal sehatmu, setidaknya ... Kau tidak berdiam diri dalam Istana saja. Permisi Pangeran Li Kàn Yún?" memperlihatkan ketenangan dengan sedikit membungkuk untuk satu alasan menghormati kelicikannya, Pangeran Li De Lóng kembali melangkah sambil tersenyum sinis.


Tiba dalam Ruangan Pangeran Li Jīnlóng, "Kakak, Kau sudah tiba? Bagaimana dengan Yi Lan? Apa Dia tidak bersedih saat Kau titipkan pada Kakak Pertama? Ah, Anak itu manis sekali."


"Yi Lan terlihat menikmati perjalanannya, bahkan tak sabar untuk bertemu Kakak Pertama. Bagaimana dengan Kàn Yún? Apa Dia telah mendapatkan Wilayah untuk penukaran? Hah, Pria itu terlalu berambisi."


"Belum Kakak, sepertinya sangat sulit baginya untuk bisa menembus Kerajaan di setiap Wilayah, akan tetapi Aku mendengar Kerajaan di Wilayah Utara memiliki strategi militer yang cukup kuat, entah Dia telah mendengar kabar itu atau tidak. Jika Dia berhasil mendapatkannya, itu akan jelas sangat buruk, masyarakat di Wilayah Kerajaan Kita sudah sangat nyaman karena sistem pertahanan yang tak banyak melibatkan Mereka, Perekonomian bahkan semakin maju karena Para Pedagang tak lagi merasa khawatir akan terjadi Pemberontakan. Entahlah sangat melelahkan jika harus membicarakan kemajuan ini kepada Kaisar. Terkadang sikap arogansinya membuat Kaisar terlihat bodoh, sungguh memalukan!"


"Apa Kau masih memikirkan Jabatan Kekaisaran? Mengatur kembali tatanan Kerajaan, itu hal pertama yang harus di lakukan."


"Entahlah Kakak, sebenarnya ini sangat membuatku dilema, jika Jabatan Kekaisaran yang sejak awal telah menjadi persekongkolan antara setiap Wilayah Kerajaan, akan sangat terlihat buruk ketika Aku hanya menguatkan pertahanan wilayah saja. Tapi ... jika Aku melakukan hal yang sama sesuai saran-ku kepada Pangeran Kàn Yún, Aku bahkan akan tetap mengakhiri semuanya dengan peperangan, itu sudah tentu membuat dampak yang buruk untuk semua masyarakat, tak terkecuali termasuk Diriku sendiri. Hah ... sangat melelahkan jika harus berpikir sejauh itu. Tapi ... bagaimana menurutmu? Apa Kita harus ikut bertindak sekarang dengan rencana selanjutnya?"


"Aku berpikir, ada baiknya jika menyelesaikannya dengan perlahan. Ada baiknya juga Kita mencari tahu garis keanggotaan kubu lawan. Jangan mendesak Mereka, tetapi mencari kepribadian buruknya di saat lengah, Kau bisa bicarakan ini dengan Pangeran Ketiga. Waktu hampir gelap, Aku harus kembali menjemput Yi Lan, entah mengapa perasaanku tiba-tiba tidak nyaman. Segera beri kabar jika telah melakukan rencananya."


"Baik! Sampaikan salam-ku kepada Yi Lan, ah ... Anak itu hanya mengingatnya saja sudah membuatku tenang."


"Aku permisi," Keduanya memberi hormat dan Pangeran Li De Lóng segera bergegas untuk kembali.


Di Koridor Istana, semakin mempercepat langkahnya. Tak tahu apa yang terjadi, hanya saja perasaannya tak tenang. Pikirannya kembali mengingat Yi Lan yang telah di tinggalkan cukup lama, meskipun ada di tangan Pangeran Shuǐlóng tetap saja terus mengkhawatirkannya. Bukan karena tak percaya, hanya saja fisik Yi Lan yang terkadang tak stabil membuatnya harus tetap antisipasi.


Menunggangi Kuda, memacu dengan kecepatan penuh, memaksa Kuda berlari tanpa henti, yang diinginkannya hanyalah segera tiba.


**


Tak lama Pangeran Li De Lóng tiba, Bīng Lín menyambut kedatangannya dengan penuh kepanikan.


"Hormat Pangeran, sebaiknya Pangeran segera bergegas menuju kamar. Pangeran Pertama telah menanti disana."


Tanpa bertanya lagi Ia segera berlari menuju kamar. Dilihatnya Yi Lan yang tengah tak sadarkan diri dalam pelukan Pangeran Shuǐlóng, "Apa yang terjadi?" sembari mengecek suhu tubuh Yi Lan.


"Aku tak tahu, tiba-tiba saja saat berjalan Ia meminta untuk segera pulang, dadanya terasa sakit. Aku telah mencoba menyalurkan energiku tapi tetap saja tak ada perubahan sama sekali," Pangeran Shuǐlóng segera membaringkan Yi Lan kembali.


Pangeran Li De Lòng mulai menyalurkan energinya kepada Yi Lan, hanya cara itu yang selalu Ia lakukan. Perlahan Yi Lan mulai membaik, hanya sedikit tangisan yang terdengar karena dadanya yang masih terasa sakit.


"Yi Lan, bagaimana keadaan mu? Apakah ... masih terasa sakit?"


tanya Pangeran Shuǐlóng yang merasa khawatir dengan keadaan Adiknya, karena baru pertama kali Ia mengalami hal semacam ini.


Yi lan yang tak ingin melihat Kakaknya terus khawatir, Ia pun tak lagi menampakkan kesakitannya. "Kakak, permenku? Aku menjatuhkannya ...."


"Jangan khawatir, Kakak sudah menyuruh Pengawal Bīng Lín untuk membelinya," kata Pangeran Shuǐlóng sambil tersenyum lega.


"Kakak, apa Kita akan langsung pulang?" tanya Yi Lan kepada Pangeran Kedua.


"Tidak, Kita akan menginap semalam disini, Kau istirahatlah lebih dulu, Kakak akan menyusul nanti," sambil memperbaiki selimut Yi Lan.


kembali Yi Lan membalasnya dengan anggukan, dan memejamkan matanya mencoba untuk tidur.


Kedua Pangeran itupun pergi menuju ruang bersantai, akan tetapi bukan untuk bersantai, melainkan membahas rencana, lagi-lagi tentang Kubu Lawan yang terus saja menghantui kehidupan Keempat Pangeran itu.


"Li De Lòng, apa penyakit Yi Lan bisa disembuhkan? Akan menyedihkan jika Ia terus saja seperti ini."


"Entahlah, sampai saat ini Aku masih terus saja mencobanya, tapi ... kejadian yang sama kembali terulang. Kita lihat perkembangan selanjutnya, mungkin karena Ia masih kecil, hingga tak mampu menahan rasa sakit. Hanya bisa berharap semakin Ia tumbuh dewasa, keadaannya akan semakin membaik."


"Baiklah, Aku juga berharap seperti itu. Lantas bagaimana kabar di Istana? Apa Pangeran Kàn Yún telah berhasil melakukan misinya?"


"Sepertinya masih belum ada titik terang, terus saja keluar masuk ruangan Kaisar melaporkan hal yang belum ada kepastian. Saat melewatiku meski sedikit menyapa dengan singgungan khasnya, tetapi tak bisa menutupi kepanikannya."


"Anak itu tak bisa juga di anggap remeh, politik yang Ia miliki sangat berbahaya, Aku telah memikirkannya kembali untuk tetap melakukan pemantauan, tetapi hanya dalam kelompok kecil saja, agar tidak terlalu terlihat. Bagaimana dengan Jīnlóng?"


"Jīnlóng saat ini masih sibuk mencari informasi setiap Perdana Menteri yang ikut bersekutu dengan Kubu Lawan. Ini akan berbuntut panjang, entah akan sampai kapan, bahkan rencana terus saja berganti."


"Ujung-ujungnya Kita tetap harus memperkuat militer pertahanan, segera usulkan kepada Lóng Huǒ untuk menambah Prajurit Kerajaan, dan terus melatih Mereka sebagai persiapan."


"Baiklah, Aku akan menemuinya langsung untuk membicarakannya."


Tak lama berselang, Pengawal Bīng Lín menghampiri Kedua Pangeran dengan wajah penuh kepanikan.