The Detective And The Doctor

The Detective And The Doctor
Sepi Akhirnya - END



Danisha masuk kantor setelah hampir dua Minggu cuti karena menikah dan sekarang dia mendapatkan kabar bahwa Levi dan Yanti akan menikah di Tokyo. Tentu saja pengantin baru itu ikut senang kalau kakak durjananya mendapatkan jodoh meskipun dengan acara pemaksaan dari Oom Eiji.


"Pagi Bu Danisha" sapa Yanti dan Yuri hampir bersamaan.


"Pagi double Y" kekeh Danisha.


"Eh iya ya, kita kan dobel Y" gelak Yuri, seorang gadis Jepang yang imut tapi jangan terkecoh dengan penampilannya. Yuri pemegang sabuk hitam Aikido dan jago kendo.


"Bagaimana Yuri, sudah bisa mengikuti ritme kerja disini?" tanya Danisha menatap kedua sekretarisnya.


"Sudah Bu, saya banyak belajar dari Yanti dan Bu Sabrina. Sebenarnya hampir sama dengan di Tokyo hanya saja disini kan kita lebih fokus di satu usaha saja, berbeda dengan di Tokyo."


"Betah di Solo?" tanya Danisha lagi.


"Betah Bu! Kulinernya itu lhooo, bisa-bisa saya gendut disini" tawa Yuri yang memamerkan gigi gingsulnya.


"Gak papa gendut yang penting bahagia" timpal Yanti.


"Kayak yang mau menikah sama kak Levi" kerling Danisha yang membuat Yanti tersipu malu.


Yuri hanya tersenyum. "Saya pernah dengar tuan Eiji curhat soal Toyib-toyib ke tuan Joshua. Rupanya Toyib itu tuan Levi ternyata."


"Yuri, kamu sudah berapa lama kerja di AJ Corp Jepang?" tanya Danisha.


"Saya sudah tiga tahun ini Bu." Yuri seumuran dengan Danisha dan Yanti yang sama-sama 25 tahun.


"Berarti sedikit banyak tahu kan bagaimana keluarga kami" cengir Danisha.


"Tahu Bu dan buktinya kemarin saat ibu menikah. Keluarga gesrek."


Danisha dan Yanti tertawa.


***


Danisha sendiri setelah menikah memutuskan untuk keluar dari rumah Al Jordan yang kini kembali kosong dan hanya ada pelayan serta penjaga yang mengurus untuk membersihkan. Dia dan Iwan tinggal bersama dengan Bu Kinanti di rumah lama Iwan sementara rumah yang menjadi mas kawinnya masih taraf renovasi.


Danisha benar-benar melaksanakan tugasnya sebagai istri jika berada di rumah, namun di perusahaan keduanya tetap profesional. Bu Kinanti sangat menyayangi menantunya yang cantik tidak hanya fisik tapi juga kepribadiannya.


Iwan sangat bersyukur apa yang dia pinta kepada Allah sang Pencipta, benar-benar dikabulkan. Mendapatkan istri yang mampu menempatkan diri dan hormat kepada ibunya. Awal memang Iwan takut mengingat Danisha dari keluarga terpandang namun ternyata benar kata Bara, adiknya sudah bosan hidup penuh kekayaan.


Di hari Minggu malah terkadang Danisha membantu Bu Kinanti berjualan jika ada pelanggan datang untuk berbelanja. Danisha tidak sungkan karena baginya itu kebahagiaan tersendiri yang dia tidak peroleh selama ini.


Bara sendiri akhirnya memenuhi undangan National Geographic untuk stay di Bali karena ada tugas pemotretan disana. Ghani dan Alexandra sudah kembali ke New York untuk menyelesaikan tugas mereka apalagi Ghani tahun depan sudah masuk masa pensiun. Rencananya keduanya akan pulang ke Jakarta karena Alexandra pun akan resign jika Ghani pensiun.


Danisha dan Bara malah mengusulkan jika Alexandra ikut membantu menjadi dokter forensik untuk kepolisian Indonesia jika nanti jadi pindah namun Alexandra mengatakan masih memikirkan nanti. Ghani dan Alexandra sendiri akan menempati Mansion Giandra yang selama ini tetap terjaga.


Duncan Blair sudah meminta Ghani jika pensiun ikut mengawasi perusahaan Ogan Abi yang disana agar iparnya itu mempunyai kesibukan. Ghani pun menyanggupi, tahun depan dia akan mengambil alih perusahaan di Jakarta.


***


Pagi ini Danisha dan Iwan mengantarkan Bara ke bandara Adi Soemarmo Solo yang akan bertolak ke Bali. Bara memakai penerbangan komersil yang santai dan tidak repot jika naik pesawat pribadi.


"Mas Bara nanti disana sudah ada tim kan?" tanya Danisha.


"Adalah dik! Kami kan selalu satu tim" senyum Bara sambil memeluk adik perempuannya.


"Nanti habis dari Bali, kemana mas?" tanya Iwan.


"Kemungkinan ke Jakarta sebab aku harus memeriksa perusahaan Ogan. Ada permintaan dari Kaia sepulang aku dari Bali."


Danisha menatap kagum dengan kakaknya yang sangat santai pergi ke Bali.



"Dik, mas titip ini ya." Bara menyerahkan sebuah kunci kepada Danisha.


"Apa ini mas?"


"Kunci lemari di ruang kerja Opa Hiro. Kebawa sama mas" cengir Bara.


"Mas masuk dulu ya, check in. Bahagia sama Iwan ya, manut sama Bu Kinanti karena beliau kan sama kayak mama Alexandra." Bara memeluk Danisha dan mencium pelipisnya.


Usai memeluk adiknya, Bara menyalami Iwan. "Tolong jaga Danisha. Dia adik perempuan ku satu-satunya dan kamu lah yang sekarang bertanggungjawab."


"Iya mas. Danisha akan selalu aku jaga" jawab Iwan. Bara pun memeluk adik iparnya.


"Mas berangkat dulu ya! Jangan menunda buat keponakan!" cengirnya.


"Harusnya mas tuh kapan bawa calon kakak ipar! Kan sudah dapat bunga dari Kristal" cebik Danisha.


"Nanti ada wayahe" gelak Bara. "Duluan ya kalian. Assalamualaikum!"


"Wa'alaikum salam."


Iwan memeluk Danisha sambil melihat Bara selelsai check in dan melambaikan tangannya ketika pria tampan itu masuk ke ruang tunggu.


"Udah? Yuk kita pulang" ajak Iwan.


Danisha mengangguk. Entah kenapa hatinya kok tidak enak. Bismillahirrahmanirrahim, semoga tidak ada apa-apa. Aamiin.


"Kamu kenapa?" tanya Iwan.


"Nggak papa hanya sepi lagi" cengirnya.


"Rupanya sumbangan kita ke Levi dipakai buat amal ya" kekeh Iwan yang cukup kaget sepupunya menodong sumbangan lumayan banyak.


"Kak Aidan dan Mas Arjuna sampai marah-marah" gelak Danisha mengingat acara zoom mereka yang selalu tidak pernah akur.


"Aku suka keluargamu, sangat hangat dan...gesrek!" Iwan merasa pening ketika kemarin untuk pertama kalinya ikut acara zoom keluarga dan betapa rusuhnya keluarga istrinya.


"Kalau gesrek itu memang turunan, mas."


"Tak apa gesrek asal saling menyayangi."


Danisha mengangguk.


"Yuk pulang, ibu sudah buat karedok."


*** END ***


Yuhuuu Alhamdulillah selesai juga cerita Ghani - Alexandra dilanjut Danisha - Iwan.


Terimakasih sudah membaca, semua like, komen dan kritik membangunnya.


Sampai bertemu dengan Bara besok.


Oh tokoh ceweknya ganti nama ya... 😁😁😁. Biasa author galau tidak jelas yang tidak haqiqi.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️



New Cover gaeeesss and new name of the character.


Ceritanya agak melow... Spoiler. 😁😁😁


Insyaallah up besok yaaaa.


See you ❤️❤️❤️


Best regards


Hana Reeves